Penerapan Teknologi Budidaya Ramah Lingkungan Pada Nelayan Kecil di Desa Ketapang Raya Lombok Timur

Autor(s): Abdul Syukur, Khaeruddin Khaeruddin, M. Yamin
DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.210

Sari

Abstrak: Wilayah pesisir memiliki potensi ekonmi yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan baru nelayan kecil. Budidaya ramah lingkungan dapat menjadi solusi dalam mengurangi kemiskinan nelayan. Tujuan program pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) pengembangan budidaya berbasis potensi bibit lokal sebagai sumber matapencaharian berkelanjutan nelayan skala kecil, (2) meningkatkan peran nelayan skala kecil untuk meningkatkan produksi perikanan laut melalui budidaya, (3) penguatan kapasitas kelembagaan kelompok nelayan untuk mengembangkan budidaya di lokasi studi, (4) mengintegrasikan nilai budidaya dalam usaha konservasi lamun skala lokal, (5) budidaya menjadi sektor unggulan dalam menjaga stabilitas stok pangan secara berkelanjutan dan (6) budidaya dan konservasi lamun skala lokal menjadi instrumen pengelolaan perikanan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kooperatif melalui sistem pembelajaran orang dewasa (andragogi) dengan metode contoh (damplots), diskusi kelompok, Fokus Group Discussion (FGD) dan wawancara. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah nelayan kecil dapat menerapkan teknologi budidaya ramah lingkungan. Indikator dari teknologi ramah lingkungan adalah budidaya dilakukan dengan menggunakan bagang apung sederhana untuk memperoleh pakan udang yang sebelumnya mereka banyak mengambil pakan dari biota laut pada lokasi padang lamun. Hasil lain yang cukup postif adalah nelayan skala kecil di Desa Ketapang Raya memiliki matapencaharian baru yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Kesimpulan dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah nelayan kecil dapat menerapkan teknologi budidaya ramah lingkungan dan memiliki nilai positif sebagai sumber matapencaharian yang berkelanjutan serta dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat dan keluarga nelayan.

 

Kata kunci: Budidaya ramah lingkungan dan dan Matapencaharian nelayan kecil

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Basurto, X., A. Bennett, A. Hudson Weaver, S. Rodriguez-Van Dyck, and J.-S. Aceves-Bueno. 2013. Cooperative and noncooperative strategies for small-scale fisheries’ self-governance in the globalization era: implications for conservation. Ecology and Society 18 (4): 38.

Badan Pusat Statistik Lombok Timur. 2014. Lombok Timur dalam Angka. Selong Lombok Timur NTB Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lombok Timur. 2014. Statistik Perikanan. Selong Lombok Timur.

Karnan, M.S. Baskoro, B.H. Iskandar, E. Lubis, dan Mustaruddin, 2012, Perikanan cumi-cumi di Perairan Selat Alas Nusa Tenggara Barat. Jurnal Biologi Tropis, 13(1): 8-14.

Perez, M.L, M.D. Pido, L.R. Garces dan N.D. Salayo. 2012. Towards Sustainable Development of Small-Scale Fisheries in the Philippines: Experiences and Lessons Learned from Eight Regional Sites. WorldFish. Penang, Malaysia.

Profil Desa Kepatang Raya. 2014. Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.

Syukur, A. 2013. Pengetahuan Ekologi Masyarakat Lokal sebagai Indikator Penilaian Potensi Lamun (Seagrass) di Tanjung Luar Lombok Timur. Jurnal Biologi Tropis, 13 ( 2): 209-217

Syukur, A. 2015. Distribusi, Keragaman Jenis Lamun (Seagrass) dan Status Konservasinya di Pulau Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 15 (2):171-182

Syukur A, Mahrus, Syachruddin. 2016. The potential assessment environment friendly aquaculture of small-scale fishermen as a conservation strategy seagrass beds in coastal areas of Tanjung Luar East Lombok, Indonesia. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 4 (2): 22-27.

Syukur, A., Wardiatno, Y., Muchsin, I., and Kamal, M.M . 2017. Threats to Seagrass Ecology and Indicators of the Importance of Seagrass Ecological Services in the Coastal Waters of East Lombok, Indonesia. American Journal of Environmental Sciences, 13 (3): 251.265

Wright, A., Stacey, N. dan Holland, P. 2006. The cooperative framework for ocean and coastal management in the Pacific Islands: Effectiveness, constraints and future direction. Ocean and Coastal Management: 49, 739 - 763.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.