Meningkatkan Kualitas Produksi Rumput Laut Melalui Pelatihan tentang Sistem Pengelolaan Budidaya Secara Terpadu di Gili Gede Lombok Barat NTB

Autor(s): Syachruddin AR, Karnan Karnan, Lalu Japa, I Wayan Merta, I Gde Mertha
DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.356

Sari

Abstract: Rumput laut mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, usaha budidayanya sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan oleh pengusaha dan masyarakat secara konvensional. Potensi lahan untuk budidaya rumput laut di wilayah NTB cukup tinggi (953,2 km2) dengan produksi 2.952 ton/Ha yang diproduksi secara konvensional. Keterbatasan dana dan SDM yang tidak memadai diikuti dengan kurangnya perhatian dari semua pihak maka potensi perairan belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Sosialisasi dan pembinaan dalam penerapan teknologi budidaya secara terpadu melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan semangat masayarakat untuk melakukan budidaya rumput laut. Penerapan kegiataan sosialisasi tentang pengelolaan sistem budidaya secara terpadu yang berkaitan dengan: peningkatan produksi, pengolahan pasca panen dan pemasaran secara simultan dan kontinyu dilakukan dengan cara Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan dengan pelaku budidaya rumput laut di. Rumput laut merupakan salah satu dari 3 komoditas unggulan NTB yang berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal dan pengentasan kemiskinan di Gili Gede Lombok Barat NTB, maka sistim informasi yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan pengolahan pasca panen serta pemasaran yang diberikan secara simultan melalui Focus Group Discussion (FGD) sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas dan pemanfaatan rumput laut untuk berbagai olahan dan pemasan hasil produksi yang diperlukan oleh masyarakat di Gili Gede.

 

Kata Kunci: Budidaya; Pengelolaan; Pengolahan; Focus Group Discussion.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Agus Setiadi dan Utari Budihardjo, 2000. Rumput Laut Komoditas Unggulan. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Anonim, 1993. Pasca Panen Rumput Laut. Badan Pendidikan dan Pelatihan. Departemen Pertanian. Jakarta.

Anonim, 2004. Perancangan Sistem Produksi Berbasis Rumput Laut (Seaweed). Kerjasama Universitas Brawiajay dengan BP KAPET Bima. Aslan, L. M., 1995. Budidaya Rumput Laut. Kanisius. Yogyakarta

Anonim, 2014. Teknik Budidaya Rumput Laut (Gracillaria gigas) Dengan Metode Tebar (Broadcast) Di Tambak Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara, Propinsi Jawa Tengah.

Angka, S. L., dan M. G. Suhartono, 2000. Bioteknologi Hasil Laut. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Kelautan. IPB. Bogor.

Kadi, A. dan Wanda S.A., 1988. Rumput Laut (Algae), Jenis, Reproduksi, Produksi, Budidaya dan Pasca panen. Proyek Studi Potensi SDA Indonesia (Jakarta P3O Lipi. 1988.)

Hery Indriani, Emi Sumiarsih, 1991. Budidaya, Pengolahan, Pemasaran, Rumput Laut. Seri Agribisnis.Tim Penulis PS. Penerbit. PT. Penebar Swadaya.

Jana T. Anggadireja, Ahmad Zatnika, Heri Purwoto, Sri Istiani. 2009. Pembudidayaan Rumput Laut, Pengolahan dan Pemasaran Komoditas Perikanan Potensial. Seri Agribisnis. Penerbit. PENEBAR swadayaJakarta.

Sugiarto, A., W.S., Atmadja, Sulityo dan Mubarak, 1978. Rumput Laut (Algae), Manfaat, Potensi, dan Usaha Budidaya. LON-LIPI 66 hal. (Jakarta 1978).

Sujatmiko, 1988. Menghasilkan Rumput Laut Kualitas Eksport. Info Agribisnis. No.230 hal 18 – 19, 1988.

Wahyono, Untung, 1991. Potensi Sumberdaya dan Produksi Rumput Laut Indonesia. Jakarta. Direktorat Bina Produksi, Direktorat Jenderal Perikanan, 1991.

Winarno, F. G., 1996. Teknologi Pengolahan Rumput Laut. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Zatnika, A, 2000. Perkembangan Industri Rumput Laut di Indonesia. Forum Rumput Laut Nasional, 9p (Jakarta November 2000).

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.