Introduksi Pemanfaatan Tumbuhan Air Laut Sebagai Bahan Alami Pemicu Pertumbuhan Rumput Laut

Autor(s): Nunik Cokrowati, Nanda Diniarti, Dewi Nur’aeni Setyowati, Edi Sulman, Arziahningsih Arziahningsih, Rinto Basuki
DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.374

Sari

Abstract: Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengintroduksi pengetahuan masyarakat mengenai tumbuhan air laut yang dapat digunakan untuk memicu pertumbuhan rumput laut. Metode penyuluhan dilakukan dengan penyampaian materi secara langsung kepada masyarakat dalam bentuk ceramah dan menunjukkan secara langsung jenis-jenis tumbuhan air laut yang dapat digunakan uuntuk meningkatkan pertumbuhan rumput laut. Materi penyuluhan yang diberikan adalah jenis tumbuhan air laut yang dapat digunakan sebagai bahan pemicu tumbuh rumput laut dan cara aplikasinya. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Aula Kantor Kepala Desa Kertasari Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat. Kegiatan praktek aplikasi ekstark tumbuhan air tersebut dilakukan langsung di lokasi budidaya rumput laut yaitu di perairan pantai Kertasari. Kegiatan ini dihadiri oleh pembudidaya rumput laut Desa Kertasari sejumlah 25 orang dan aparatur Desa serta perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat. Tumbuhan air yang memiliki zat pengatur tumbuh untuk rumput laut dan dapat dijumpai di perairan Kertasari adalah Sargassum sp, Ulva dan Tubinaria. Aplikasi penggunaan tumbuhan air tersebut di ajarkan kepada masyarakat secara langsung di lokasi budidaya rumput laut yaitu di pantai Kertasari. Tumbuhan laut tersebut di jadikan ektrak kasar dengan cara ditumbuk secara manual. Ektrak tersebut di rendamkan pada bibit rumput laut yang akan di tanam. Kesimpulan kegiatan ini adalah pengetahuan jenis tumbuhan laut yang memiliki zat pengatur tumbuh untuk rumput laut dan aplikasinya telah diintroduksi ke masyarakat pembudidaya rumput laut di Kertasari.

 

Keywords: Pengetahuan, rumput laut, aplikasi, pembudidaya, Kertasari

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Beckett, R.P., and J.V. Staden, 1991. The effect of seaweed concentrate on the yield of salinity stress wheat. Acta Physiol. Plant. 13: 87–90.

Brotowidjaya, M.D., D. Tribuwana, dan E. Mulbyantora, 1984. Pengantar Lingkungan dan Budidaya Air. Penerbit Liberty, Yogyakarta.

Cokrowati, N., et.all., 2019. Komponen Sargassum aquifolium Sebagai Hormon Pemicu Tumbuh Untuk Eucheuma cottonii. Jurnal Biologi Tropis. Vo.19 Nomor 2 Juli – Desember 2019.

Guiry, M.D., 2013. Ulva lactuca Linnaeus, 1753. Algae Base, World-wide electronic publication, National University of Ireland, Galway (taxonomic information republished from Algae Base with permission of M.D. Guiry).

Sedayu, B.B., Erawan, S. M. I., Assadad, L., 2014. Pupuk Cair Rumput Laut Eucheuma Cottonii, Sargassum sp. dan Gracilaria sp Menggunakan Proses Pengomposan. JPB Perikanan. Vol. 9 (1). 61-68 hal.

Sulman, Edi, 2015. Monografi dan Potensi Desa Labuhan Kertasari. Laporan. Dinas Kelautan dan Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat. Taliwang Sumbawa Barat NTB.

Wibowo Y., M., Syamsul M., Anas M. F. L. A., 2011. Strategi Pengembangan Klaster Industri Rumput Laut Yang Berkelanjutan. Agritek. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor. Vol. 12 (1) : 85 – 98.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.