Pemeriksaan Status Gizi dan Kecacingan di Wilayah SDN 2 Malaka Lombok Utara

Autor(s): Putu Suwita Sari, Eva Triani, Dini Suryani, Rizka Vidya Lestari
DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.377

Sari

Prevalensi infeksi cacing di Indonesia masih tergolong tinggi terutama mengingat Indonesia adalah negara tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Kecacingan yang berlangsung lama dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak serta dapat mengganggu kemampuan belajar anak. Beberapa faktor yang mempengaruhi infeksi kecacingan antara lain: kebersihan kuku tangan, kebiasaan cuci tangan, penggunaan alas kaki, penggunaan jamban, dan sumber air bersih. Bencana gempa yang terjadi di Pulau Lombok pada tahun 2018 memaksa banyak warga untuk meninggalkan rumahnya dan tinggal di pengungsian. Fasilitas pengungsian yang serba terbatas dapat menyebabkan meningkatnya risiko infeksi kecacingan apabila terutama apabila tidak melakukan pola hidup bersih dan sehat. Pengabdian ini bertujuan untuk memeriksa status gizi dan kecacingan siswa SDN 2 Malaka pasca gempa serta memberikan terapi pada siswa yang positif menderita kecacingan. Dari 116 siswa yang diperiksa, 85 siswa atau 73,3% berada pada kondisi gizi baik. Hanya 18 siswa (15,5%) yang mengumpulkan sampel fesesnya, di mana 10 sampel (55,6%) ditemukan mengandung telur cacing Trichuris trichiura dan 1 sampel (5,5%) mengandung telur Ascaris lumbricoides. Siswa yang terdeteksi positif kemudian mendapatkan terapi anticacing Albendazol 400 mg.

 

Keywords:Pemeriksaan; Gizi; Kecacingan

Fadhila, N. Kecacingan pada Anak. J Agromed Unila 2015; 2(3):347-350

Hairani, B. Waris, L. Juhairiyah, Juhaririyah. Prevalensi soil transmitted helminth (STH) pada anak sekolah dasar di Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal BUSKI Litbangkes. Vol. 5, No. 1, Juni 2014, hal. 43-48

Kemenkes RI. 2012. Buku Pedoman Pengendalian Kecacingan. Jakarta: Direktorat Jenderal PP dan PL

Murti, DTK. Setyorini, RH. Triani, E. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Angka Kejadian Kecacingan pada Murid Sekolah Dasar. Jurnal Kedokteran 2016, 5(2): 25-30

Pasaribu, AP. Dkk. Prevalence and risk factors of soil-transmitted helminthiasis among school children living in an agricultural area of North Sumatera, Indonesia. BMC Public Health (2019) 19:1066

Sutanto, I. Ismid, IS. Sjarifuddin, PK. Sungkar, S. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran, Edisi Keempat. 2008.  Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Syahrul, S. Kimura, R. Tsuda, A. Susanto, T. Saito, R. Ahmad, F. Prevalence of underweight and overweight among school-aged children and its association with children’s sociodemographic and lifestyle in Indonesia. International Journal of Nursing Science 3 (2016) 169-177. http://dx.doi.org/10.1016/j.ijnss.2016.04.004

Wibowo, RC. Kurniawan, Y. Triani, E. Hubungan Kejadian Kecacingan dengan Anemia Defisiensi Besi pada Anak-Anak Pengrajin Gerabah di Lombok Barat. Jurnal Kedokteran 2019, 8(3): 27-32

Wiryadana, KA. Putra, IWAS. Rahayu, PDS. Pradnyana, MM. Adelaida, ML. Sudarmaja, IM. Risk factors of soil-transmitted helminth infection among elementary school students. Paediatrica Indonesiana. 2018. 57(6):295-02 https://doi.org/10.14238/pi57.6.2017.295-302

Yulia, C. Khomsan, A. Sukandar, D. Riyadi, H. Nutritional Status, Physical Activity, and Sedentary Activity of School Children in Urban Area, West Java, Indonesia. J. Gizi Pangan, November 2018, 13(3):123-130. DOI: 10.25182/jgp.2018.13.3.123-130

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Fadhila, N. Kecacingan pada Anak. J Agromed Unila 2015; 2(3):347-350

Hairani, B. Waris, L. Juhairiyah, Juhaririyah. Prevalensi soil transmitted helminth (STH) pada anak sekolah dasar di Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal BUSKI Litbangkes. Vol. 5, No. 1, Juni 2014, hal. 43-48

Kemenkes RI. 2012. Buku Pedoman Pengendalian Kecacingan. Jakarta: Direktorat Jenderal PP dan PL

Murti, DTK. Setyorini, RH. Triani, E. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Angka Kejadian Kecacingan pada Murid Sekolah Dasar. Jurnal Kedokteran 2016, 5(2): 25-30

Pasaribu, AP. Dkk. Prevalence and risk factors of soil-transmitted helminthiasis among school children living in an agricultural area of North Sumatera, Indonesia. BMC Public Health (2019) 19:1066

Sutanto, I. Ismid, IS. Sjarifuddin, PK. Sungkar, S. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran, Edisi Keempat. 2008. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Syahrul, S. Kimura, R. Tsuda, A. Susanto, T. Saito, R. Ahmad, F. Prevalence of underweight and overweight among school-aged children and its association with children’s sociodemographic and lifestyle in Indonesia. International Journal of Nursing Science 3 (2016) 169-177. http://dx.doi.org/10.1016/j.ijnss.2016.04.004

Wibowo, RC. Kurniawan, Y. Triani, E. Hubungan Kejadian Kecacingan dengan Anemia Defisiensi Besi pada Anak-Anak Pengrajin Gerabah di Lombok Barat. Jurnal Kedokteran 2019, 8(3): 27-32

Wiryadana, KA. Putra, IWAS. Rahayu, PDS. Pradnyana, MM. Adelaida, ML. Sudarmaja, IM. Risk factors of soil-transmitted helminth infection among elementary school students. Paediatrica Indonesiana. 2018. 57(6):295-02 https://doi.org/10.14238/pi57.6.2017.295-302

Yulia, C. Khomsan, A. Sukandar, D. Riyadi, H. Nutritional Status, Physical Activity, and Sedentary Activity of School Children in Urban Area, West Java, Indonesia. J. Gizi Pangan, November 2018, 13(3):123-130. DOI: 10.25182/jgp.2018.13.3.123-130

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.