Produk Inovasi Es Krim Kelor (Moringa oleifera Lam.) sebagai Upaya Pencegahan Stunting Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat

Autor(s): Kurniasih - Sukenti, Nining Yuni Rosida, Denda Rosalina
DOI: 10.29303/jpmpi.v3i1.392

Sari

Abstrak: Desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu desa pemekaran. Di desa ini masyarakat sudah memiliki pengetahuan kesehatan yang memadai. Angka stunting di desa Jatisela menurut data Puskesmas setempat adalah zero dalam tiga tahun terakhir, namun masyarakat desa ini belum memperhatikan masalah asupan gizi. Oleh karena itu daun kelor (Moringa oleifera Lam.) sebagai sumberdaya tumbuhan yang cukup mudah dijumpai di wilayah ini dapat menjadi bahan baku produk inovasi dalam pencegahan stunting dan pemenuhan gizi ibu hamil dan anak-anak. Daun kelor  yang diolah menjadi es krim mengandung zat gizi yang tinggi, terutama  protein dan kalsium. Mitra kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Desa Jatisela. Pengolahan produk inovasi es krim kelor dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu: (1) pelatihan produksi; (2) pendampingan produksi hingga pemasaran. Secara umum kegiatan ini cukup baik dalam membantu permasalahan yang dihadapi mitra, yaitu memenuhi asupan gizi sehingga terhindar dari permasalahan stunting. Hal positif lain yang diperoleh adalah adanya diversifikasi pangan berbahan dasar daun kelor.

Keywords: daun kelor, es krim, stunting

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Adriani & Wirjatmadi. (2012). Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Kencana, Jakarta.

Almatsier, S. (2010). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Almatsier, S., Soetardjo, S. dan Soekatri, M. (2011). Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ariani, M., Hermanto, Hardono, G.S., Sugiarto, Wahyudi, T. S. (2013). Kajian Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. [serial online]. http://pse.litbang.pertanian.go.id (Diakses tanggal 27 Agustus 2019).

Badan Ketahanan Pangan. (2012). Roadmap Diversifikasi Pangan tahun 2011-2015. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Dirjen Bina Gizi & KIA. (2011). Keputusan Menteri kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kholis, N. dan Hadi, F. (2010). Penguji Bioassay Biskuit Balita yang Disuplementasi Konsentrat Protein Daun Kelor (Moringa oleifera) Pada Model Tikus Malnutrisi. Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 11 No.3 hal 144-151.

Krisnadi, A. D. (2015). Kelor Super Nutrisi. Kunduran Blora: Moringa Indonesia.

Kurniasih dan Dedeh. (2010). Sehat dan Bugar Berkat Gizi Seimbang. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Mahmud, M.K., Hermana, Nazarina, Marudut, S., Zulfianto, N.A. (2018). Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Direktorat Gizi Masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Srikanth, S, V., Mangala, S., dan Subrahmanyam, G. (2014). Improvement of Protein Energy Malnutrition by Nutritional Intervention with Moringa Oleifera among Anganwadi Children in Rural Area in Bangalore India. International Journal of Scientific Study 2 (1); 1-4.

Trisnawati, Y., Purwanti, S. dan Retnowati, M. (2016). Studi Deskriptif Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Puskesmas Sokaraja Kabupaten Banyumas. Jurnal Kebidanan, VIII, (2), 175-182.

Yuliana. (2016). Uji Organoleptik dan Kadar Kalsium Es Krim dengan Penambahan Kulit Pisang dan Daun Kelor. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.