Mencegah dan Melawan Pandemi Covid-19 dengan Budidaya di Halaman Rumah di Desa Gunungsari Kabupaten Lombok Barat

Yamin Muhammad, Abdul Wahab Jufri, Jamaluddin Jamaluddin, Khairuddin Khairuddin

Sari


Pandemik COVID-19 telah melanda Indonesia sejak Maret 2020. Untuk mengurangi penyebarannya, Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan diantaranya mengharuskan melakukan physical distancing, pembatasan sosial dan menghimbau masyarakat agar tetap di rumah. Hal ini tentu membuat masyarakat merasa bosan, stress dan sakit. Selain itu, juga dapat berdampak terhadap berbagai sektor, misalnya sektor pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat akan terganggu bahkan dapat menimbulkan krisis pangan karena terganggunya suplai. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjang pemenuhan kebutuhan gizi dan ekonomi keluarga. Selain itu, memberikan keindahan, kesejukan, lingkungan yang nyaman, sehat dan menyenangkan juga sebagai sarana olah raga untuk meningkatkan kesegaran, kebugaran dan imun tubuh. Hal tersebut  dapat mencegah bahkan melawan virus Covid 19 sehingga manusia Indonesia menjadi sehat dan cerdas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dengan metode Andragogi yaitu menekankan partisipasi aktif dari masyarakat peserta melalui kerja kelompok, demontrasi lapangan, dan diskusi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 16 orang peserta dari desa lokasi dan melibatkan empat orang dosen dari program studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram. Kegiatan budidaya yang dilakukan oleh khalayak sasaran yaitu  bercocok tanam cabai (Capsicum annuum),  terong (Solanum melongena), bayam (Amaranthus sp) dan kemangi (Ocium ocium). Adapun model budidaya yang diterapkan pada khalayak sasaran adalah budidaya model vertikular, wadah pot dan bedengan serta pemeliharaan lele dalam ember.


Kata Kunci


Budidaya, Covid-19, Pandemic, Pekarangan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim, 2019. Buku Panduan praktis bertanam sayuran.Penebar Swadaya, 2019.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Barat, 2018. Kabupaten Lombok Barat Dalam Angka. Lombok Barat, 2018.

Cayana,S.ST. Penyuluh Pertanian Pertama, Wilbi Desa Patikarta Kecamatan Bontosikuyu

https://www.pertanianku.com/3-hal-yang-perlu-anda-tahu-sebelum-budidaya-lele-dumbo/

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5005157/kementan-dorong-pemanfaatan-lahan-pekarangan-untuk-kebutuhan-pangan?_ga=2.145188540.920076541.1591517764-1557988405.1588144999.

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200504131813-284-499816/cara-sederhana-persiapan-berkebun-di-rumah-bagi-pemula.

http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2020/04/14/berkebun-di-pekarangan-selama-bekerja-dari-rumah/;

https://www.pertanianku.com/3-hal-yang-perlu-anda-tahu-sebelum-budidaya-lele-dumbo/

https://katadata.co.id/infografik/2020/05/07/krisis-pangan-akibat-covid-19

Novie Rahmayanti, Bola,com. Desember 2019.

http://blog.sayurbox.com/9-manfaat-terong-lalap/

R. H. Peru, Trias Qurnia Dewi dan Hendro Suwarjono. 2019. Buku Panduan Praktis Bertanam Sayuran di Pekarangan. Penebar Swadaya.




DOI: https://doi.org/10.29303/jpmpi.v3i2.569

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Flag Counter

 

Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA terindeks pada: