Meningkatkan Kemampuan Dasar Matematika Anak Melalui Macer (Matematika Ceria) di Desa Nijang

Yeyen Ermayani, Agil Al Idrus

Sari


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan konsep matematika awal pada anak usia dini melalui pembelajaran matematika ceria. Matematika ceria adalah pembelajaran matematika yang mengajarkan anak anak untuk belajar matematika dengan menyenangkan dengan strategi pendekatan dan pembelajaran yang baik. Metode yang digunakan adalah Analisis data kualitatif dengan cara menganalisa data dari hasil catatan di lapangan atau kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pengajar sebagai kolaborator melakukan kegiatan dari awal hingga akhir. Hasil kegiatan tidak dapat mengeneralisasi pada setiap permasalahan. Hasil kegiatan ini dapat menyumbangkan pemikiran untuk membantu menjawab permasalahan. Dari kegiatan akhir yang telah dilaksankan ada peningkatan yang siknifikan dimana menurut kalkulasi umum pada seluruhnya tingkatan kelas 1 sampai dengan 3 memiliki peningkatan pemahaman sekitar 45% dan untuk tingkatan kelas 4 sampai dengan 6 peningkatan pemahaman 50%. kalkulasi ini terbilang cukup baik untuk peningkatan pemahaman anak-anak pada konsep dasar matematika pada anak usia dini di Rumah Ilmu Desa Nijang.


Kata Kunci


Kemampuan dasar anak; Anak-anak usia dini; Strategi pendekatan dan pembelajaran.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abidin, Z., & Tohir, M. (2019). Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Memecahkan Deret Aritmatika Dua Dimensi Berdasarkan Taksonomi Bloom. Alifmatika: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 1(1), 44–60.

Bailey, D. B. (2002). Are critical periods critical for early childhood education? The role of timing in early childhood pedagogy. Early Childhood Research Quarterly, 17(3), 281–294. https://doi.org/10.1016/S0885-2006(02)00165-5

Gersten, R., Jordan, N. C., & Flojo, J. R. (2014). Early Identification and Mathematics Difficulties, 38(4), 293–304.

Jordan, N. C., Glutting, J., & Watkins, M. W. (2010). Validating a Number Sense Screening Tool for Use in Kindergarten and First Grade: Prediction of Mathematics Proficiency in Third Grade, 39(2), 181–195.

Maswar, M. (2019). Strategi Pembelajaran Matematika Menyenangkan Siswa (MMS) Berbasis Metode Permainan Mathemagic, Teka-Teki dan Cerita Matematis. Alifmatika: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Matematika, 1(1), 28–43.

Nursalam, N. (2016). Diagnostik Kesulitan Belajar Matematika: Studi Pada Siswa Sd/Mi Di Kota Makassar. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 19(1), 1–15. https://doi.org/10.24252/lp.2016v19n1a1

Rahmawati, Vijaya, E. S., Puslitjakdikbud, P. U., Development, P., Mathematics, C., & Pedagogy, M. (2015). International Science Achievement. 2016, 2015.

Ramani, G. B., & Siegler, R. S. (2008). Promoting Broad and Stable Improvements in Low-Income Children’s Numerical Knowledge Through Playing Number Board Games, 79(2), 375–394.

Tohir, Mohammad. (2016a). Menjadikan Para Siswa Aktif Bertanya dalam Kelas Matematika Berdasarkan Kurikulum 2013. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Pembelajarannya, 249–263.

Tohir, Mohammad. (2016b). Making Students Actively Ask Questions in Mathematics Classes Based on Curriculum 2013. Proceedings of the National Mathematics Seminar and Learning, 249–263.

Tripp, D. (2005). Action research: a methodological introduction. Educação e Pesquisa, 31, 443–466. https://doi.org/10.1049/ip-sen:20020540

Ulfiani rahman. (2015). Pengaruh Kecemasan dan Kesulitan belajar Matematika terhadap Hasil belajar Matematika Pada Siswa Kelas X MA Negeri 1 Watampone Kabupaten Bone. Journal Matematika, 3, 85–102.




DOI: https://doi.org/10.29303/jpmpi.v3i2.587

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Flag Counter

 

Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA terindeks pada: