Pelatihan Olimpiade MIPA Bagi Guru dan Peserta Didik SMA Kesuma Mataram

Autor(s): Aris Doyan, Susilawati Susilawati, Harry Soeprianto, Syamsul Bahri
DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.208

Sari

Abstrak: Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru pembina olimpiade dalam mempersiapkan siswa dalam menghadapi olimpiade sains  MIPA di tingkat lokal (kabupaten dan provinsi). Untuk mengetahui tingkat kemampuan awal peseta didik yang mengikuti bimbingan olimpiade terlebih dahulu diberikan soal pretest. Berdasarkan skor perolehan pretest, ditemukan bahwa kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal masih sangat rendah . Hal tersebut disebabkan masih kurangnya bimbingan yang dilakukan oleh guru. Upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan kepada guru pembimbing sebanyak lima kali pertemuan untuk masing-masing guru pembimbing bidang studi olimpiade dan mendampingi guru membimbing peserta didik sebanyak lima kali pertemuan. Bimbingan guru olimpiade dilaksanakan oleh dosen ahli pada masing-masing bidang guna untuk mengembangkan kemampuan guru dalam menganalisis silabus, cakupan materi, tipe-tipe soal, dan strategi dalam penyelesaian soal. Pelatihan selanjutnya yang dilakukan adalah kepada siswa yang dilaksanakan oleh masing-masing guru pembina olimpiade dengan didampingi oleh dosen ahli. Kegiatan pelatihan ini dapat dikatan berhasil sebab tingkat partisipasi peserta mencapai 90% dan peningkatan skor yang diperoleh peserta didik  dari skor Post Tes rata-rata memperoleh nilai 70. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta kegiatan diperoleh juga data bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena telah memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi guru pembina olimpiade dan siswa dalam menjawab soal-soal olimpiade MIPA yang variatif.

 

Key words: Pelatihan, olimpiade, MIPA

Abstrak: Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru pembina olimpiade dalam mempersiapkan siswa dalam menghadapi olimpiade sains  MIPA di tingkat lokal (kabupaten dan provinsi). Untuk mengetahui tingkat kemampuan awal peseta didik yang mengikuti bimbingan olimpiade terlebih dahulu diberikan soal pretest. Berdasarkan skor perolehan pretest, ditemukan bahwa kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal masih sangat rendah . Hal tersebut disebabkan masih kurangnya bimbingan yang dilakukan oleh guru. Upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan kepada guru pembimbing sebanyak lima kali pertemuan untuk masing-masing guru pembimbing bidang studi olimpiade dan mendampingi guru membimbing peserta didik sebanyak lima kali pertemuan. Bimbingan guru olimpiade dilaksanakan oleh dosen ahli pada masing-masing bidang guna untuk mengembangkan kemampuan guru dalam menganalisis silabus, cakupan materi, tipe-tipe soal, dan strategi dalam penyelesaian soal. Pelatihan selanjutnya yang dilakukan adalah kepada siswa yang dilaksanakan oleh masing-masing guru pembina olimpiade dengan didampingi oleh dosen ahli. Kegiatan pelatihan ini dapat dikatan berhasil sebab tingkat partisipasi peserta mencapai 90% dan peningkatan skor yang diperoleh peserta didik  dari skor Post Tes rata-rata memperoleh nilai 70. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta kegiatan diperoleh juga data bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena telah memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi guru pembina olimpiade dan siswa dalam menjawab soal-soal olimpiade MIPA yang variatif.

 

Key words: Pelatihan, olimpiade, MIPA

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Anonim. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi II. Jakarta : Balai Pustaka

_______. 2005. Kisi-kisi Olimpiade Sains Tingkat SMA. Jakarta: Depdiknas

Supriyadi. 2007. Kurikulum Sains dalam Proses Pembelajaran Sains. Yogyakarta: Pustaka Tempel Sari.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.