Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menggunakan Media Animasi dengan Pendekatan Submikroskopik Pada Pembelajaran Ikatan Kimia di Kelas X IPA

Autor(s): Nurlaila Nurlaila
DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.214

Sari

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran ikatan kimia dengan menggunakan media animasi dengan pendekatan submikroskopik dilatarbelakangi pembelajaran ikatan kimia merupakan pembelajaran yang abstrak sehingga tidak menutup kemungkinan peserta didik akan mengalami kesulitan dalam memahami materi tersebut. Untuk membantu mengatasi kesulitan memahami konsep ikatan kimia perlu media pembelajaran yang menggabungkan ketiga aspek dalam pembelajaran kimia yaitu makro, mikro dan simbol, media yang dipakai adalah media animasi dengan pendekatan submikrroskopis. Subjek penelitian peserta didik kelas X IPA-3 SMA Negeri 2 Selong. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan media pembelajaran dengan pendekatan submikroskopis dapat meningkatkan pemahaman tetntang ikatan kimia, hal ini dilihat dari hasil tes menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar ikatan kimia.

 

Kata Kunci: media animasi, submikroskopik dan hasil belajar

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Azizah Mashami, Ratna. 2012. Pengembangan Media Dengan Pendekatan Submikroskopis Pada Pembelajaran Multirepresentasi Serta Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Representasi dan Ketrampilan Berpikir Kritis Siswa. Tesis. Universitas Mataram.

Chandrasegaran, Treagust dan Mocerino. 2007. Enhancing Students’ Use of Multiple Levels of Representation to Describe and Explain Chemical Reactions

Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Pembelajaran Kimia Melalai Pendekatan Saintifik. Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan.

Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan

Falvo, D. (2008). Animations and simulations for teaching and learning molecular chemistry. International Journal of Technology in Teaching and Learning, 4(1), 68–77

Farida, Liliasari, Widyantoro dan Sopandi. 2010. The Importance of Development of Representational Competence in Chemical Problem Solving Using Interactive Multimedia. Proceeding The 4th Internasional Seminar in Science Education

Fitri, Herawati, Rosita, 2012. Pembelajaran Kimia berbasis Multiple Representasi Ditinjau Dari Kemampuan Awal Terhadap Prestasi Belajar Laju Reaksi Siswa SMA Negeri 1 Karanganyar 2011/2012. Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Johnstone, A. H. 1982. Macro- and Micro-Chemistry, School Science Review., 227, No. 64. p. 377-379.

Kozma, R. dan Russell, J. 2005. Students Becoming Chemists: Developing Representational Competence. In JK. Gilbert (Ed), Visualization in Science Education.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Atas. 2014. Jakarta: diperbanyak oleh Badan Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. 2013. Jakarta: diperbanyak oleh Badan Standar Nasional Pendidikan

Sopandi, Rohman, Sukmawati, Yuliani, Nuraeni, Turyani dan Aryani. 2008. Penjelasan Level Mikroskopik dalam Buku Teks kimia. Makalah disajikan pada Seminar Internasional 2 Pendidikan IPA

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kurikulum berbasis kompetensi. Jakarta.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.