Sosialisasi Tentang Mitigasi Bencana Tsunami dan Gempa Lombok Di Jempong Baru, Sekarbela, Mataram

Autor(s): Muhammad Zuhdi, Mukh Makhrus, Sutrio Sutrio, Wahyudi Wahyudi
DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.316

Sari

Abstrak: Bencana Gempa bumi di pulau Lombok yang terjadi secara berturut-turut sejak bulan Juli 2018 sampai akhir 2018, telah menimbulkan sejumlah korban harta benda dan korban jiwa. Sebanyak 209 jiwa telah terenggut pada saat kejadian gempa ini, sedangkan kerusakan infrastuktur dan bangunan diperkirakan mencapai nilai kerugian hingga 300 milyar rupiah. Gempa ini juga telah menimbulkan terjadinya keretakan pada tanah dan longsor pada beberapa tempat di sekitar Gunung Rinjani. Gempa bumi yang disertai gelombang tsunami yang telah menelan hingga puluhan ribu korban jiwa di Aceh adalah merupakan gempa bumi dengan jumlah korban terbanyak dalam kurun 45 tahun terakhir. Gempa terbesar sebelumnya pernah terjadi di Peru, pada tahun 1970 dengan korban sebanyak 120.000 jiwa. Gempa bumi yang diikuti tsunami dan likwifaksi juga telah menghancurkan sebagian kota di daerah pantai di Palu. Likwifaksi dan tsunami yang terjadi sebagai bencana sekunder di Palu telah menelan korban yang jauh lebih banyak dibandingkan bencana primernya. Kekhawatiran masyarakat Lombok akan terjadinya gempa dan tsunami dengan kekuatan yang jauh lebih besar lagi justru akan menyulitkan warga masyarakat untuk segera bangkit kembali pasca gempa besar yang telah terjadi di Pulau Lombok. Untuk itu, maka perlu dilakukan upaya sosialisasi yang akan membuat masyarakat lebih paham terhadap resiko jika suatu saat terjadi bencana alam dan juga mengurangi kekhawatiran yang berlebihan akibat pemahaman yang kurang pada masalah bencana. Oleh sebab itu maka perlu dilakukan upaya pemecahan masalah ini, melaui sosialisasi tentang mitigasi bencana. Hasil sosialisasi ini telah membuat masyarakat menjadi faham tentang resiko bencana, cara menanggulanginya dan menghilangkan kekhawatiran yang berlebihan.

 

Keywords: Sosialisasi; Mitigasi; Gempa; Tsunami.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Boomer, J.J., Rodriguez, C. E. 2002. Earthquake-induced landslides in Central America, Engineering Geology. 63, p 189– 220,

Kusnadi, C., dan Sutjipto B. 2013. Media Pembelajaran; Manual dan Digital. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.

Mahdavifar, M. R., Solaymani, S., Jafari, M. K. 2006. Landslides triggered by the Avaj, Iran earthquake of June 22, 2002. Engineering Geology 86, p. 166–182, 2006

Refice, A., Capolongo, D. 2002. Probabilistic modeling of uncertainties in earthquake-induced landslide hazard assessment. Computers & Geosciences. 28 p 735–749

Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

Syamsudin, Ashari, I., Adhi, M.A. 2018. Seismic Hazard and Microzonation Study of Tanjung Region, North Lombok (Indonesia) Using Microtremor Measurement. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. 14 (2): 105-110.

Zuhdi, M., Ardianto, T., Rokhmat, J., 2012. Pemodelan Komputer untuk Pemetaan Zona Rawan Bencana Tsunami di Pulau Lombok dan Pulau-Pulau Sekitarnya. Jurnal PIJAR. 2 (1)

Zuhdi, M., Taufik, M., Sutrio, Ayub, S., 2019. Pemodelan Sesar Pasca Gempa Dengan Inversi Data Gravitasi Time Lapse. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi. 5 (1), 156-161

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.