Pengenalan Sains Bidang Kimia melalui Eksperimen Sederhana Sebagai Alternatif Solusi Peningkatan Konsentrasi Anak Berkebutuhan Khusus

Autor(s): Herlina Apriani, Antoni Pardede, Yasmine Khairunnisa
DOI: 10.29303/jpmpi.v3i1.441

Sari

Anak usia tingkat sekolah dasar dengan kebutuhan khusus di SDLB YPLB Banjarmasin memerlukan pembelajaran dan perhatian yang khusus agar anak dapat memiliki konsentrasi dan fokus dengan materi dan kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh guru. Hanya sebanyak 40% dari 20 orang siswa yang mampu menunjukkan fokus pada saat pembelajaran berlangsung. Kegiatan pengabdian ini memberikan pelatihan eksperimen sains bidang kimia menggunakan alat dan bahan sederhana sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa berkebutuhan khusus berbantuan panduan eksperimen sains. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam empat tahap yaitu instruksi, demonstrasi dan praktik eksperimen, pengenalan konsep melalui tanya jawab dan permodelan interaktif serta pengisian angket respon. Angket yang digunakan dalam pengabdian ini ada tiga jenis yaitu:  (1) angket respon siswa SLB, (2) angket respon guru SLB, (3) angket observasi konsentrasi belajar anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan hasil analisis angket diperoleh data bahwa untuk angket kedua dan ketiga mendapatkan persentase 100% pada setiap butir pernyataannya. Pada angket pertama, lima butir pernyataan dari tujuh pernyataan mendapatkan persentase 100% sedangkan dua pernyataan lain masing-masing mendapatkan persentasi 92,31%. Hasil analisis data angket tersebut menunjukkan bahwa: (1) khalayak sasaran memberikan respon positif terhadap panduan eksperimen dan kegiatan eksperimen sederhana yang diajarkan dan (2) kegiatan eksperimen sains sederhana ini dapat membuat siswa berkebutuhan khusus di SDLB YPLB memiliki konsentrasi belajar yang tinggi

Kata Kunci:  Anak Berkebutuhan Khusus; Eksperimen; Kimia; Konsentrasi; Sains

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Anwar, Y. A. S dkk. (2018). Demonstrasi Menggunakan Bahan Sederhana Untuk Mengenalkanreaksi Kimia Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 1(2), 259-262.

Fajrie, N & Masfuah, S. (2018). Model Media Pembelajaran Sains untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Jurnal Bagimu Negeri , 2(1), 9-19.

Mardini, S. (2016). Meningkatkan Minat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di Kelas Reguler Melalui Model Pull Out di SDN Giwangan Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 2(1), 24-35.

Nugraha, A. (2008). Pengembangan Pembelajaran Sains Pada Anak Usia Dini. Bandung: JILSI Foundation.

Nugroho, A & Mareza, L. (2016). Model Dan Strategi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Setting Pendidikan Inklusi. Jurnal Pendidikan Dasar PerKhasa, 2(2), 145-156.

Khamidun, D & Khoiroh, E. M. (2013). Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Konsentrasi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Pembelajaran Sains. Jurnal Ilmiah VISI P2TK PAUD NI, 8(1), 46-54.

Rezkita, S & Nisa, A. F. (2016). Keterampilan Proses Sains SISWA Berkebutuhan Khusus Di taman Muda Ibu Pawiyatan Yogyakarta. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 3(1), 1-7.

Soekamto, T., & Saripudin, W. U. (1997). Teori Belajar dan Metode-Metode Pembelajaran. Jakarta:

PTU-PPAI UT.

Zakia, D. L., Sunardi., Yamtinah, S. (2016). Pemilihan dan Penggunaan Media dalam Pembelajaran IPASiswa Tunarungu Kelas XI Di Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Sainsmat, 5(1), 25-29.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.