Diversifikasi Pengembangan Tanaman Tumpangsari dengan Budidaya Rumput Laut untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Teluk Ekas Lombok Timur

Autor(s): Eka S. Prasedya, Ahmad Jupri, Anggit L. Sunarwidhi, Bq T. Khairina Ilhami, Angga S. Abidin, Sri Widyastuti, Sunarpi Sunarpi
DOI: 10.29303/jpmpi.v3i1.452

Sari

Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum, merupakan rumput laut bernilai ekonomi timggi, yang disebabkan oleh kandungan karaginannya, senyawa hidrokoloid yang merupakan bahan baku industri pangan dan farmasi. Meskipun demikian, budidaya rumput laut tersebut belum dapat meningkatkan pendapatan pembudidaya rumput laut di Teluk Ekas Lombok Timur. Hal ini disebabkan karena rumput laut dipanen pada umur sekitar 30 hari, yang menyebabkan rendemen, kadar karaginan dan harga jual per kilogram kering rendah yang pada akhirnya pendapatan pembudidaya rumput laut menjadi rendah. Karena itu, perlu adanya diversifikasi usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Teluk Ekas. Artikel ini melaporkan pelatihan diversifikasi tanaman tumpangsari dengan budidaya Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum di Teluk Ekas Lombok Timur. Pembudidaya rumput laut diajarkan menanam tanaman tumpangsari cabe, jagung manis dan bayam, yang umurnya panjang (satu tahun), menengah (2 bulan) dan pendek (2 minggu). Kegiatan ini, dapat menambah penghasilan pembudidaya dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rumput lautnya dipanen pada umur minimal 45 hari, mutunya bagus dan harga jualnya mencapai 20.000 rupiah per kilogram kering. Dengan demikian, akhirnya kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya rumput di Teluk Ekas Lombok Timur.per kilogram berat kering menjadi 22.000 rupiah per kilogram berat kering.

 

Kata Kunci:  Diversifikasi; tanaman tumpangsari; Eucheuma cottonii; Eucheuma   striatum; pendapatan masyarakat.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Ismal, M., Wijaya, M., & Kadirman. 2018. Pengaruh Jarak Tanam Pada Budidaya Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Terhadap Spesifikasi Mutu Karaginan. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. 4: S242-s249.

Ortago, E. (2005). Seaweed Cultivation in NTB. Proceeding on International Seaweed Forum. Clarion Hotel, Makassar. Indonesia.

Sunarpi., Jupri, A., Gazali, M., & Nikmatullah, A. (2005). Seaweed Cultivation in NTB. Proceeding on International Seaweed Forum. Clarion Hotel, Makassar. Indonesia.

Suparmi & Sahri, A. (2009). Mengenal Potensi Rumput laut: Kajian Pemanfaatan Sumber Daya Rumput Laut dari Aspek Industri dan Kesehatan. Sultan Agung. XLIV (118): 95-116.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.