Pelatihan Psychological Self Care dan Anger Management pada Remaja yang Tinggal di Panti Sosial Marsudi Putra Paramita Mataram, NTB

Penulis

Emmy Amalia , Dyah Purnaning , Umu Istikharoh

DOI:

10.29303/jpmpi.v4i4.1129

Diterbitkan:

2021-11-18

Terbitan:

Vol 4 No 4 (2021)

Kata Kunci:

psychological self care, remaja, self empowerment

Artikel

Unduhan

Cara Mengutip

Emmy Amalia, Dyah Purnaning, & Umu Istikharoh. (2021). Pelatihan Psychological Self Care dan Anger Management pada Remaja yang Tinggal di Panti Sosial Marsudi Putra Paramita Mataram, NTB. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(4), 304–311. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v4i4.1129

Metrik

Metrik sedang dimuat ...

Abstrak

WHO menyebutkan, remaja adalah salah satu kelompok umur yang rentan mengalami gangguan mental. Terlebih masa remaja merupakan waktu dimana banyak perubahan dan penyesuaian terjadi baik secara psikologis, emosional, maupun finansial. Banyak penelitian menunjukkan bahwa masalah perkembangan mental emosional remaja yang tinggal panti sosial secara bermakna lebih banyak dibandingkan dengan remaja yang diasuh orangtua kandung, cenderung memiliki konsep diri negatif, dan beresiko lebih tinggi terhadap terjadinya masalah perilaku. Kegiatan ini terdiri atas dua aktivitas. Aktivitas pertama berupa pemberian pelatihan psychological self care dan aktivitas kedua berupa pelatihan anger management, yang masing-masing akan dilakukan selama satu hari penuh. Berdasarkan data laporan PSMP Paramita tahun 2018, jenis kenakalan remaja semakin meningkat. Kenakalan yang menjadi sorotan adalah kenakalan yang menjurus pada permasalahan sosial seperti pencurian, pemerkosaan, pencabulan anak di bawah umur, pemakaian NAPZA, korban kekerasan, korban trafficking, dan permasalahan sosial yang kompleks lainnya. Jumlah anak dan remaja yang mendapat pelayanan sepanjang tahun 2018 sendiri total mencapai 240 orang; dan sebagian besar termasuk dalam kategori kelompok umur remaja. Diperlukan keterlibatan profesional kesehatan jiwa untuk mengatasi berbagai permasalahan mental yang terjadi pada remaja yang tinggal di PSMP Paramita. Bentuk keterlibatan professional kesehatan jiwa sebaiknya lebih bersifat self empowerment, sehingga para remaja tersebut mampu melakukan secara mandiri cara-cara mengatasi masalah psikososial yang dialami dan tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan sekunder. Oleh sebab itu, tim PPM bermaksud melakukan pelatihan Psychological Self Care dan Anger Management kepada para remaja yang tinggal di PSMP Paramita Mataram, NTB.

Referensi

Astri, H. (2014). Kehidupan Anak Jalanan di Indonesia: Faktor Penyebab, Tatanan Hidup, dan Kerentanan Berperilaku Menyimpang. Aspirasi. Vol. 5(2)

Haryanti, D., Pamela, E, M., Susanti, Y. (2016). Perkembangan Mental Emosional Remaja di Panti Asuhan. Jurnal Keperawatan FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang. Vol. 4(2), p. 97-104

Kementerian Kesehatan RI (2018). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Oktavia, N., A. (2018). Efektivitas Pelatihan Mindfulness dalam Menurunkan Kesepian Remaja di Panti Asuhan. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sunan Ampel Surabaya. Diunduh dari http://digilib.uinsby.ac.id

PSMP Paramita. (2018). Laporan Kinerja PSMP Paramita Mataram Tahun 2018. Mataram: PSMP Paramita.

Riyadi, Rusmil, K., Effendi, S., H. (2014). Risiko Masalah Perkembangan dan Mental Emosional Anak yang Diasuh di Panti Asuhan Dibandingkan dengan Diasuh Orangtua Kandung. MKB. Vol. 46(2), p. 1-7

Suryanto, Herdiana, I., Chusairi, A. (2016). Deteksi Dini Masalah Psikologis Anak Jalanan pada Orang Tua Asuh di Rumah Singgah. Insan Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental. Vol. 1(2), p. 85-96

World Health Organization. (2014). Global Accelerated Action for The Health of Adolescents (AA-HA!): Guidance to Support Country Implementation. Jeneva

Lisensi

Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:

  1. Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
  2. Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
  3. Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).