Gerakan Masyarakat Cerdas Obat (GMCO): Upaya Pencegahan Self-Medication yang Tidak Rasional di Kalangan Masyarakat Kota Medan
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i3.11914Diterbitkan:
2025-08-15Unduhan
Abstrak
Swamedikasi atau self-medication merupakan praktik umum yang dilakukan masyarakat, namun berisiko tinggi apabila dilakukan secara tidak rasional. Kota Medan sebagai kota besar dengan kemudahan akses terhadap obat bebas menghadapi tantangan dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang penggunaan obat yang benar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap self-medication melalui pendekatan edukatif berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Gerakan Masyarakat Cerdas Obat (GMCO) dengan metode ceramah interaktif, diskusi, pembagian leaflet, dan pre-post test di Sanggar Sungai Deli Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan perubahan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat. GMCO dapat menjadi model edukasi farmasi komunitas yang layak dikembangkan lebih luas di daerah perkotaan.Kata Kunci:
edukasi obat self-medication pengabdian masyarakat GMCOReferensi
GeMa CerMat. (2022). Buku Pegangan GeMa CerMat: Edukasi Penggunaan Obat Secara Rasional bagi Masyarakat. Jakarta: Kemenkes RI.
Ghaieth, M. F., Elhag, S. R. M., Hussien, M. E., & Konozy, E. H. E. (2015). Antibiotics self-medication among medical and nonmedical students at two prominent Universities in Benghazi City, Libya. Journal of Pharmacy & Bioallied Sciences, 7(2), 109–115.
Hughes, C. M., McElnay, J. C., & Fleming, G. F. (2001). Benefits and risks of self-medication. Drug Safety, 24(14), 1027–1037.
Kurniawan, A., Wulandari, E., & Putri, D. M. (2020). Factors associated with self-medication behavior among adults in urban communities. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 32(1), 23–30.
Nugroho, H. S. W., Hidayat, N. N., & Susanti, R. D. (2019). Perilaku Swamedikasi pada Masyarakat Urban di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(1), 45–52.
Putri, P. A., & Nasution, M. (2022). Analisis pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat bebas terbatas di Kota Medan. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 7(1), 35–44.
Rahmawati, R., & Bajorek, B. (2015). Self-medication and antibiotic use among university students in Yogyakarta City Indonesia. International Journal of Pharmacy Practice, 23(6), 430–437.
Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan RI.
Setiawan, D., et al. (2023). Model Intervensi Edukasi Literasi Obat pada Masyarakat Urban di Indonesia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 9(1), 33–41.
Sihombing, H. E., & Manalu, H. N. (2022). Edukasi penggunaan obat pada ibu rumah tangga di Kota Medan. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(2), 150–157.
WHO. (2000). Guidelines for the regulatory assessment of medicinal products for use in self-medication. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2010). Antimicrobial resistance: Global report on surveillance. Geneva: World Health Organization.
Widayati, A., Suryawati, S., de Crespigny, C., & Hiller, J. E. (2011). Self-medication with antibiotics in Yogyakarta City, Indonesia: a cross-sectional population-based survey. BMC Research Notes, 4(491), 1–7.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ziza Putri Aisyia Fauzi, Cut Intan Annisa Puteri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


