Program Interaksi Sosial Umat Beragama Islam dan Hindu di Kawasan Pantai Loang Baloq Perwujudan Keharmonisan Dalam Keragaman
The Social Interaction Program of Muslims and Hindus in the Loang Baloq Beach Area is the Realization of Harmony in Diversity
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i3.12754Diterbitkan:
2025-09-10Unduhan
Abstrak
Pantai Loang Baloq di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, merupakan salah satu destinasi wisata religi dan juga sebagai simbol nyata kerukunan antar umat beragama. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk interaksi sosial lintas agama Islam dan Hindu yang terjadi di kawasan tersebut, menganalisis bagaimana dampak dari pelepasan burung, ikan dan tukik terhadap ekosistem Pantai Loang Baloq serta faktor-faktor pendukung terwujudnya harmoni dalam keberagaman. Pantai Loang Baloq menurut Camat (Cahya Samudra) dan Lurah (Haji Gunawan) setempat menyatakan sering kali juga dijadikan tempat alternatif melaksanakan Upacara Lebaran Topat atau dikenal sebagai lebaran ketupat merupakan tradisi unik masyarakat suku sasak sebagai bentuk toleransi umat Beragama Islam dan Hindu. Bagi umat Hindu biasanya melaksanakan upacara melasti (pensucian) melasti dan pembuangan abu selesai pembakaran atau ngaben. Serta dalam bidang seni berupa lomba layang-layang bagi para generasi muda agar menunjukkan bakat melalui hal-hal positif dalam bentuk kesenian layang-layang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif Civitas Akademika IAHN Gde Pudja Mataram, wawancara mendalam dengan tokoh pemimpin wilayah setempat, pelepasan tukik dan ikan dipantai bersama masyarakat lokal, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik toleransi di Pantai Loang Baloq tercermin dalam pelaksanaan ritual keagamaan yang saling menghormati, partisipasi lintas agama dalam kegiatan adat dan sosial, serta keberadaan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, kawasan ini juga berfungsi sebagai ruang mediasi antar komunitas keagamaan yang berbeda melalui praktik budaya bersama, seperti ziarah dan Perayaan Maulid. Temuan ini menguatkan posisi Pantai Loang Baloq sebagai model harmoni sosial yang berbasis pada nilai- nilai lokal dan spiritualitas. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan moderasi beragama dan pengembangan wisata berbasis toleransi.
Kata Kunci:
Kata Kunci: Loang Baloq, Interaksi Sosial, Toleransi, Kearifan LokalReferensi
Jupri, Ahmandkk.2015. “The Efforts Of Spring Conservation through Local Wisdom at Lingsar, West Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia”. Jurnal ISSN 2224-3216.
Khaerul Kholidi, Ahmad, 2018. “Harmoni Masyarakat Islam dan Hindu di Desa Lingsar Kabupaten Lombok Barat (Ditinjau dari perspektif Peerre Bourdieu)”. UIN Sunan Kalijaga : Yogyakarta.
Kriyantono, Rachmat. 2010. Teknik Praktis Riset Komunikasi: disertai contoh Praktis Riset Media, Public Relation, Advertising, Komunikasi Organisasi. Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Kencana.
Sinar N.L. 2022. Relasi Umat Hindu dan Islam Wetu Telu dalam kegiatan keagamaan di Kemaliq Kawasan Pura Lingsar Lombok Barat, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
Sinar N.L 2023. ” Keharmonisan Umat Beragama pada Masyarakat Sasak Islam, Hindu, dan Buddha, di Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pudja Mataram .
Sinar N.L, 2023 ” Dinamika Toleransi dan Harmonisasi Beragama” 1 Agustus 2023 Jivaloka, Kabupten Sleman, Yogyakarata
Sinar N.L, Yadnya M.S, Sumerta I.W, K Kariyadi, NPS Budhawati, Yudhiarsana, 2023 ”Program Peningkatan Toleransi Sosial Kemanusiaan Sesuai Kegiatan Pelaksanaan Komunikasi Dalam Konteks Keagamaan Di Dusun Lendang Guar Timur, Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat” Jurnal Abdi Insani , Volume 10, Nomor 3, September 2023, PP 1307-1316.
Wirawan, I.B. 2014. “Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma (Fakta Sosial, Definisi Sosial, dan Perilaku Sosial)”. Prenada media Group: Jakarta.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, Ni Putu Sasmika Dewi, Ni Komang Wiasti, I Wayan Wirata, Suci Raditya Yadnya, Made Sutha Yadnya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


