Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Akses Terbuka
Peer Reviewed

Penyuluhan Pencegahan Stunting Di Desa Lenek Duren Kabupaten Lombok Timur

Penulis

I Wayan Merta , Ahmad Raksun , M. Khaerul Anwar

DOI:

10.29303/jpmpi.v8i3.12972

Diterbitkan:

2025-09-29

Unduhan

Abstrak

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 2 tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya, serta dapat memengaruhi perkembangan otak dan kesehatan anak secara keseluruhan. Permasalahan yang ada di Desa Lenek Duren adalah desa ini termasuk satu dari dua yang termasuk desa stunting di Kecamatan Lenek. Bahkan sampai mendapat rambu kuning dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskesmas Lenek. Solusinya perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat desa khususnya para ibu muda, ibu hamil ataupun yang memiliki bayi/balita paham akan pentingnya pemenuhan asupan gizi untuk mencegah stunting. Selain asupan gizi, masih ada faktor lain yang menjadi penyebab stunting yaitu terkait dengan sanitasi. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu dengan memberikan penyuluhan dengan menjelaskan terkait dengan pencegahan terjadinya stunting, akibat penderita sunting, dan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Kesimpulannya adalah pelaksanaan pengabdian memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting, akibat stunting, faktor penyebab dan pencegahan stunting.  Stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup anak, serta memiliki implikasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Penanganan stunting memerlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Dengan upaya pencegahan dan penanganan yang tepat, stunting dapat dicegah dan diatasi, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 

Kata Kunci:

Stunting, akibat stunting, pencegahan stunting, sanitasi

Referensi

Aryastami, N.K., dan Tarigan, Ingan. 2017. Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, Vol. 45, No. 4, p.233 - 240

Choliq, I., Nasrullah, D. and Mundakir, M., 2020. Pencegahan stunting di Medokan Semampir Surabaya melalui modifikasi makanan pada anak. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1).

Cobham A, Garde M, Crosby L, 2013. Global Stunting Reduction Target: Focus On The Poorest Or Leave Millions Behind.

Human Development Worker. 2018. Buku Saku Kader Pembangunan Manusia (KPM) Memastikan Konvergensi Penaganan Stunting Desa.

Kementerian Desa, Pembangunan daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. 2017. Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Profil Sanitasi Sekolah.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Situasi Balita Pendek. ACM SIGAPL APL Quote Quad, 29(2), 63–76. https://doi.org/10.1145/379277.312726

Oktarina, Zilda, dan Sudiarti, Trini. 2013. Faktor Risiko Stunting Pada Balita (24-59 Bulan) Di Sumatera. Jurnal Gizi dan Pangan, No. 8(3), p.175—180

Rahmadhita, K., 2020. Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), pp.225-229.

Soekirman, Solon JA, Theary C, Wasantwisut E, 2013 .Key strategies to further reduce stunting in Southeast Asia: Lessons from the ASEAN countries workshop. Food and Nutrition Bulletin: 34:2

Cara Mengutip

I Wayan Merta, Ahmad Raksun, & M. Khaerul Anwar. (2025). Penyuluhan Pencegahan Stunting Di Desa Lenek Duren Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 8(3), 1010–1013. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v8i3.12972