Penggunaan Pohon Filogenetik Ikan Lemuru Dari Selat Lombok Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Materi Genetika di MAN2 Mataram
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13034Diterbitkan:
2025-11-07Unduhan
Abstrak
Materi Genetika pada mata pelajaran Biologi di Madrasah Aliyah (MA) Kelas 12 merupakan materi yang cukup sulit di dipahami oleh siswa karena sejumlah faktor di antaranya kurangnya sumber pembelajaran yang efektif, materinya abstrak, rumit dan sulit untuk dipraktekkan. Secara umum, materi Biologi di MA Kelas 12 terdiri dari: Evolusi, Bioteknologi, Materi Genetik (DNA dan RNA), Pembelahan Sel, serta Pewarisan Sifat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman konsep keanekargaman gen yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret kepada para siwa MAN2 Mataram. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, dan tanya jawab. Pohon Fiolgenetik merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup antar spesies, berdasarkan data genetik atau morfologi. Keberadaan Pohon Fiolgenetik ini mampu menyajikan informasi tentang garis keturunan evolusi, seperti nenek moyang bersama dan hubungan percabangan antara kelompok organisme. Ikan lemuru (Sardinella spp.) merupakan jenis ikan laut pelagis kecil yang hidup secara berkelompok dan keberadaannya cukup melimpah di perairan Selat Lombok. Keanekaragaman ikan lemuru secara genetik merupakan salah satu sumber belajar bagi siswa MA Kelas 12 IPA pada topik materi Genetik. Materi yang digunakan pada kegiatan ini adalah pohon filogenetik ikan lemuru berbasis hasil penelitian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksananaan program pengabdian masyarakat di MAN2 Mataram telah bejalan dengan baik. Hal ini terlihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan para siswa dan guru mereka pada saat diskusi. Dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam bidang genetika molekuler melalaui sosialisasi hasil penelitian genetika ikan pelagis kecil di perairan Selat Lombok.
Kata Kunci:
Filogenetik, genetika molekuler, DNA, RNA, ikan lemuru.Referensi
Yang, B., Wang, Y., & Qian, P. Y. (2016). Sensitivity and correlation of hypervariable regions in 16S rRNA genes in phylogenetic analysis. BMC bioinformatics, 17(1), 135.
Mirabella, F. M. (2011). Pendekatan Pohon dalam Filogenetik. Makalah IF2091 Struktur Diskrit-Sem. I. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Mu'inah, U. M. (2018). APLIKASI METODE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) PADA DATA BIOINFORMATIKA (Studi Kasus: Klasifikasi Genes Expression Data Maize Nested Association Mapping).
Can, T. (2013). Introduction to bioinformatics. In miRNomics: MicroRNA biology and computational analysis (pp. 51-71). Totowa, NJ: Humana Press.
Li, C. Y., Chen, R. M., Chien, B. C., Hu, R. M., & Tsai, J. J. (2017). Unsupervised clustering of time series gene expression data based on spectrum processing and autoregressive modeling. Computational Methods With Applications In Bioinformatics Analysis. Singapore: World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd, 1-21.
Cholvistaria, M., & Hening, W. (2020). Analisis Perkebunan Organik sebagai Sumber Belajar Ekosistem. Jurnal Biolova, 1(2), 118-129.
Kartika, N. L., Liviawaty, E., Afrianto, E., & Rostini, I. (2019). Effectiveness of Aloe vera in Reducing Formaldehyde Levels on Indian Mackerel Fish (Rastrelliger kanagurta) During Cold Temperature Storage. Asian Food Science Journal, 12(1), 1-13.
Hendiari, I. G. A. D., Sartimbul, A., Arthana, I. W., & Kartika, G. R. A. (2020). Keragaman genetik ikan lemuru (Sardinella lemuru) di wilayah perairan Indonesia. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 28-36.
Hellberg, M. E., Burton, R. S., Neigel, J. E., & Palumbi, S. R. (2002). Genetic assessment of connectivity among marine populations. Bulletin of marine science, 70(1), 273-290.
Bingpeng, X., Heshan, L., Zhilan, Z., Chunguang, W., Yanguo, W., & Jianjun, W. (2018). DNA barcoding for identification of fish species in the Taiwan Strait. PloS one, 13(6), e0198109.
Queiroz, F. R., Portilho, L. G., Jeremias, W. D. J., Babá, É. H., do Amaral, L. R., Silva, L. M., ... & Gomes, M. D. S. (2020). Deep sequencing of small RNAs reveals the repertoire of miRNAs and piRNAs in Biomphalaria glabrata. Memórias do Instituto Oswaldo Cruz, 115, e190498.
Mahrus, S. S., Widodo, N., & Sartimbul, A. (2012). The association between genetic variations and omega-3 production on Sardinella lemuru in Lombok Strait. Journal of Agriculture and Veterinary Science, 1(6), 16-12.
MAHRUS, H., AL IDRUS, A. G. I. L., & SYUKUR, A. (2024). Mitochondrial DNA of CO1 and 16S rRNA genes for diversity and phylogenetic analysis of sardine (Sardinella spp.) from the Lombok Straits, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 25(10).
Haambokoma, C. (2007). Nature and causes of learning difficulties in genetics at high school level in Zambia. Journal of International Development and Cooperation, 13(1), 1-9.
Hasibuan, M. (2014). Analisis kesulitan belajar siswa pada materi genetika di SMA Negeri se-kota Sibolga (Doctoral dissertation, UNIMED).
Saenab, S., & Fitri, S. R. (2016). Pembelajaran Genetika (Susah) dengan Strategi Humor (Mudah), Apakah Mempengaruhi Minat Siswa?. Jurnal nalar pendidikan, 4(2), 131-136.
Wang, Z., Lukowski, S. L., Hart, S. A., Lyons, I. M., Thompson, L. A., Kovas, Y., ... & Petrill, S. A. (2015). Is math anxiety always bad for math learning? The role of math motivation. Psychological science, 26(12), 1863-1876.
Zhou, G., & Lampouras, G. (2020). Informed sampling for diversity in concept-to-text NLG. arXiv preprint arXiv:2004.14364.
Nurfadillah, A., Amir, N. I., Asrun, B., Firani, L. S., & Bunga, J. (2023). Pengenalan Bioinformatika, Aplikasi dan Database pada Siswa-Siswi SMK Laniang Makassar. ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi, 2(1), 108-114.
Tjandrawinata, R. R. (2016). Industri 4.0: Revolusi industri abad ini dan pengaruhnya pada bidang kesehatan dan bioteknologi. Jurnal Medicinus, 29(1), 31-39.
Zulkifli, L., Hadisaputra, S., & Armyani, I. A. P. (2021). Penggunaan Bioinformatika dalam Pembelajaran Sains Untuk Menyelesaian Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Genetika di SMPN 20 Mataram. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(4), 290-295.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Mahrus, Agil Al Idrus, Abdul Syukur, Ahmad Raksun, Lalu Zulkifli, Lalu Syauki

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


