Edukasi Dan Pelatihan Pembuatan Minyak Rambut Herbal Berbahan Kemiri Untuk Pencegahan Rambut Rontok Di Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13040Diterbitkan:
2025-11-11Unduhan
Abstrak
Kerontokan rambut merupakan masalah umum yang berdampak pada penampilan dan kepercayaan diri, sehingga diperlukan solusi alami yang aman dan efektif. Minyak kemiri (Aleurites moluccanus) mengandung asam lemak esensial dan vitamin E yang bermanfaat dalam memperkuat rambut dan menutrisi kulit kepala. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan minyak rambut herbal berbahan kemiri. Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung, disertai evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 38%, dan 80% peserta berhasil menghasilkan minyak kemiri berkualitas baik meskipun menghadapi kendala pengaturan suhu. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan rambut, keterampilan pengolahan bahan alami, serta membuka peluang wirausaha berbasis produk herbal lokal.
Kata Kunci:
Pengabdian kepada Masyarakat Minyak kemiri Rambut Rontok Edukasi PelatihanReferensi
Galenical. (2023). Telogen effluvium and hair loss mechanism. Journal of Dermatology Research, 12(2), 55–63.
Harris, P. (2021). Psychological and social impacts of hair loss. International Journal of Trichology, 13(4), 201–209.
Kumalasari, D., & Moniaga, V. (2025). Faktor-faktor penyebab kerontokan rambut: Kajian literatur. Jurnal Kesehatan Kulit, 8(1), 33–42.
Mansur, A., Sari, M., & Hakim, R. (2018). Pelatihan berbasis pengetahuan praktis untuk percepatan adopsi teknologi di masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 87–95.
Miftahurahma, N., Putri, S., & Hidayati, R. (2023). Pengaruh minyak kemiri terhadap pertumbuhan rambut pada hewan uji. Jurnal Farmasi dan Sains, 10(1), 15–22.
Rahmawati, T., Pratiwi, D., & Nugroho, A. (2020). Pengaruh suhu ekstraksi terhadap kualitas minyak herbal. Jurnal Teknologi Pangan, 14(3), 45–52.
Shoviantari, I., Wahyuni, S., & Kurniawan, T. (2019). Nanoemulsi minyak kemiri sebagai stimulan pertumbuhan rambut. Jurnal Farmasi Indonesia, 7(2), 101–109.
Suryani, R., Dewi, K., & Lestari, N. (2019). Tren pasar produk perawatan rambut berbahan alami di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 6(4), 112–123.
Utami, P. (2021). Strategi pengembangan usaha minyak kemiri berbasis komunitas. Jurnal Ekonomi Kreatif, 5(2), 77–85.
Wang, L., Chen, X., & Li, H. (2019). Public knowledge and awareness on the use of natural herbal products. International Journal of Herbal Medicine, 9(3), 142–150.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Putri Tri Hartini; Syahnan Aly Lubis; Nabila, Sry Ulina Karo-karo, Ziza Putri Aisyia Fauzi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


