Manajemen Reproduksi Untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Sapi di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13051Diterbitkan:
2025-11-22Unduhan
Abstrak
Paradigma yang Berkembangnya di masyarakat menyatakan, beternak adalah suatu usaha sampingan. Paradigma tersebut kini telah bertranspormasi ke suatu prinsip, bahwa beternak adalah bagian dari kegiatan usaha tani yang sama pentingnya dengan kegiatan lainnya. Prinsip dan harapan peternak agar bisa menghasilkan anak ternaknya secara cepat dapat diwujudkan melalui tata kelola atau manajemen reproduksi yang baik dan benar, efektif dan efisien. Dengan demikian, biaya, tenaga dan waktu untuk pengelolaan juga efisien. Tujuan pengabdian pada masyarakat (PkM) ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para peternak tentang manajemen reproduksi yang baik dan benar untuk meningkatkan produktivitas ternak (sapi). Kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan partisivatif, yaitu penyuluhan dan diskusi. Khalayak sasaran adalah anggota kelompok peternak di Desa Karang Bayan. Materi penyuluhan meliputi seleksi calon induk dan pejantan, manajemen perkawinan, perkandangan dan pakan induk bunting, kelahiran dan penyapihan anak. Hasail kegiatan menunjukkan, para peserta tampak telah memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang prinsip pengembangan ternak sapi berbasis manajemen reproduksi yang baik dan benar. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya antusiasme para peserta dalam menyimak dan menerima materi, serta berpartisipasi dalam sesi diskusi. Mereka berharap dapat menerapkan hasil suluhan dalam usaha tani ternaknya. Hasail evalusi menunjukkan, tidak ada faktor penghambat pelaksanaan kegiatan PkM ini. Simpulan, peternak telah memahami tentang manajemen reproduksi yang baik dan benar, dimana beternak sama pentingnya dengan pekerjaan lainnya.
Kata Kunci:
Kebuntingan Manajemen Perkawinan Produksi SapiReferensi
Akbar Kh., 2023. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Mataram. ANTARA, Kantor Berita Indonesia.
Al Gifari, Zaid, Rina Andriati, M. Ashari, Happy Poerwoto, Rr Agustien Suhardiani, Rezki Amalyadi, Ine Karni, Aminurrahman Aminurrahman, I. Gede Nano Septian, and Ryan Aryadin Putra. 2025. “Peningkatan Kapasitas Peternak Tradisional Melalui Optimalisasi Manajemen Kesehatan, Pakan, Dan Pemeliharaan Sapi Semi-Intensif Di Desa Teniga, Lombok Utara.” Jurnal Pepadu 6(1):92–100.
Aminurrahman, A., Depamede, S. N., Suhardiani, R. A., Purnamasari, D. K., Noersidiq, A., Amalyadi, R., Arni, I., Septian, I. G. N., Musanip, M., Fahrullah, F., Muhsinin, M., Maslami, V., & Gifari, Z. Al. (2025). Penyuluhan Manajemen Pemeliharaan Ternak Sapi Kelompok Ternak Iye Gati di Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Pepadu, 6(1), 49–55. https://doi.org/10.29303/pepadu.v6i1.6720
Aminurrahman, Aminurrahman, Rezki Amalyadi, I. Gede Nano Septian, and Ryan Aryadin Putra. 2025. “Performance of Body Condition Score (BCS) and Physiological Parameters of Etawa Crossbred Goats under Intensive and Semi-Intensive Rearing Systems.” Bulletin of Applied Animal Research 7(2):131–38.
Anonim, 2023. Waktu terbaik kawinkan sapi dengan tingkat keberhasilan tinggi. Topik Artikel : Kesehatan Ternak. Sapibagus. Selasa 07 November 2023. Diakses: 2 Juli 2025.
Asniar, N. Sandiah dan R. Aka, 2025. Manajemen pemeliharaan Sapi Bali di Kabupaten Buton Selatan (Management of Bali Cattle Breeding in South Buton District). JIPHO, 7(2): 194-200. DOI: 10.56625/jipho.v7i2.279.
Dede M.M., Tarsisius C. Thopianong dan Nancy D. F. K. Foeh, 2022. Performan reproduksi induk Sapi Crossbreed (Bos Javanicus X Bos Taurus) di Wilayah Kecamatan Kupang Timur. Jurnal Veteriner Nusantara, 6(07): 1-11.
Ditjen PKH, 2012. Pengelolaan sapi kolektif di Lombok. Kementerian Pertanian. Posting 25 Mei 2012.
Gunawan M., E.M. Kaiin dan R. Ridwan, 2017. Peningkatan produktivitas sapi Bali melalui inseminasi buatan dengan sperma sexing di Techno Park Banyumulek, Nusa Tenggara Barat. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 3(2) : 216 – 219. DOI: 10.13057/psnmbi/m030209
Jan R., L.M. Kasip, T. Rozi dan M. Muhsinin, 2023. Recording dan seleksi ternak sapi berdasarkan tujuan pemeliharaan di Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(1): 393-398.
Permentan, 2006. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 54/Permentan/OT.140/10/2006 tentang Pedoman Pembibitan Sapi Potong Yang Baik (Good Breeding Practice).
Permentan, 2014. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 101/Permentan/OT.140/7/2014 tentang Pedoman Pembibitan Sapi Potong Yang Baik (Good Breeding Practice).
Septiani B., 2019. NTB Stop Pengiriman Sapi Potong dan Bibit ke Luar Daerah. Suara NTB.
Statistik PKH, 2018. Buku Startistik Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2018. 26 November 2018.
Sumadiasa IW.L., A.S. Dradjat, LukmanHY , L.A. Zaenuri, Rodiah , N. Hidayah dan R. S.Triyani, 2024. Manajemen reproduksi kambing perah menuju kecukupan protein asal susu dan mitigasi stunting. Jurnal Pepadu, 5(4): 706-714.
Sumadiasa IWL., C. Arman, A.S. Dradjat dan E. Yuliani, 2019. Penerapan manajemen reproduksi untuk memperpendek interval kelahiran ternak sapi di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar. Laporan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Fakultas Peternakan. Universitas Mataram.
Sumadiasa IWL., O. Januarianto dan HY. Lukman, 2004. Penerapan teknologi inseminasi buatan untuk meningkatkan mutu genetik kambing lokal dengan spermatozoa kambing peranakan Etawah (PE). Kerjasama Fakultas Peternakan Unram dengan Dinas Peternakan Kabupaten Sampang, Madura-Jawa Timur.
Winarso B., 2009. Pengembangan ternak sapi potong dalam mendukung program pengembangan swasembada daging di Nusa Tenggara Barat. Pusat analisis sosial ekonomi dan kebijakan pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. ICASEPS Working Paper No. 98.
Zulkieflimansyah H., 2023. Gubernur Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-Diskominfotik NTB.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 I Wayan Lanus Sumadiasa, Lukman HY Lukman HY, Lalu Ahmad Zaenuri, Enny Yuliani, Aminurrahman Aminurrahman; Wahyu Indra Abdi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


