Pemberdayaan Masyarakat Desa Korleko Melalui Inovasi Pengolahan Ampas Kelapa Menjadi Tepung Yang Bernilai Tambah
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13109Diterbitkan:
2025-11-06Unduhan
Abstrak
: Desa Korleko di Kecamatan Labuan Haji, Kabupaten Lombok Timur, merupakan daerah penghasil kelapa terbesar di Nusa Tenggara Barat, namun pemanfaatan limbah ampas kelapa masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga anggota PKK melalui pelatihan inovasi pengolahan ampas kelapa menjadi tepung yang bernilai tambah. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan perangkat desa, sosialisasi, pelatihan dan praktik pembuatan tepung ampas kelapa, demonstrasi produk olahan, serta evaluasi hasil kegiatan. Pelatihan dilaksanakan pada 12 Februari 2025 di Balai Desa Korleko dan diikuti oleh 25 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 80-90%, di mana masyarakat mampu menghasilkan rata-rata 350 gram tepung kering dari 1 kg ampas kelapa basah dan memahami cara pengemasan serta pemasaran produk. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah rumah tangga, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Kata Kunci:
Ekonomi kreatif Pelatihan PemberdayaanReferensi
Angelia, I. O. (2016). Analisis Kadar Lemak pada Tepung Ampas Kelapa. Jurnal Technopreneur (JTech), 4(1), 19–23.
Bakara, T. L., & Tarigan, N. (2018). Training of Utilization of Coconut Dregs Flour and Its Processed Product to Increase Fiber Consumption in Tumpatan Village, Beringin Sub-District. Journal of Saintech Transfer, 1(1), 75–81.
BPS NTB 2023 : Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Ternama.
Dias-Martins, A. M., Pessanha, K. L. F., Pacheco, S., Rodrigues, J. A. S., & Carvalho, C. W. P. (2018). Potential use of pearl millet in Brazil: Food security, processing, health benefits and nutritional products. Food Research International, 109, 175–186.
Hasan, I. (2018). Pengaruh perbandingan tepung ampas kelapa dengan tepung terigu terhadap mutu brownies. Gorontalo Agriculture Technology Journal, 1(1), 59–67.
Mahmud, Z., & Ferry, Y. (2015). Prospek pengolahan hasil samping buah kelapa. Perspektif, 4(2), 55–63.
Putri, M. F. (2014). Kandungan gizi dan sifat fisik tepung ampas kelapa sebagai bahan pangan sumber serat. Teknobuga, 1(1).
Widarta, I. W., Suter, I. K., Yusa, N. M., Wiadnyani, A., & Nocianitri, K. (2013). Pelatihan Pengolahan Tepung Ampas Kelapa Menjadi Biskuit di Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli. Buletin Udayana Mengabdi, 12(2).
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Eka Agustiani, Endang Astuti, Laila Wardani, Suharyati Pebria Ningsih

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


