Sosialisasi Potensi Megapoda Sebagai Atraksi Wisata Di Taman Wisata Alam Kerandangan Lombok Barat
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13113Diterbitkan:
2025-11-06Unduhan
Abstrak
Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan dihuni berbagai jenis flora dan fauna salah satunya burung gosong kaki merah (Megapoda). Burung ini sebarannya terbatas dan memiliki sejumlah keunikan, sarangnya berupa gundukan tanah bentuk lingaran, berdiameter mencapai belasan meter dan tinggi mencapai dua meter, telur dipendam di dalam tanah, sarang dibaangun gotong rotong dan digunakan bersama bersama oleh beberapa ekor induk burung. Keunikan ini merupakan potensi yang besar sebagai atraksi wisata dan sumber belalajr. Namun, potensi ini belum dimanfaat secara optimal, masih sangat terbatas karena kurangnya pengetahuan masyarakat dan minimnya pengelolaan berbasis konservasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan potensi Megapoda sebagai atraksi wisata berbasis edukasi dan konservasi di TWA Kerandangan. Kegiatan pengabdian ini melibatkan lima orang dosen dari program sarjana Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram. Kegiatan pengabdian ini telah dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan kepada 25 orang peserta dari kelompok wisata Kerandangan Forest di Desa Kerandangan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, pengamatan lapangan, serta evaluasi pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai ekologi Megapoda dan pentingnya pelestarian habitatnya. Selain itu, masyarakat mulai menunjukkan minat dalam mengembangkan wisata edukatif berbasis konservasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan wisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal.
Kata Kunci:
ekowisata; Megapoda; SosialisasiReferensi
Alvianna, S., Astuti, W., Hidayatullah, S., & Krisnanda, R. (2022). PENGANTAR ILMU PARIWISATA (Sejarah, Jenis, Macam, Dampak, dan Istilah dalam Pariwisata). Uwais Inspirasi Indonesia.
BirdLife International. (2023). State of the World’s Birds 2023. Cambridge: BirdLife International.
Ceballos-Lascurain, H. (1996). Tourism, ecotourism, and protected areas: The state of nature-based tourism around the world and guidelines for its development. Iucn.
Departemen Kehutanan, Sub BKSDA 1995. Hasil Survei Permasalahan Gangguan Kawasan Konservasi Taman Buru Pulau Moyo. Sub Bksda Departemen Kehutanan, Kantor Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Giampiccoli, A., & Saayman, M. (2017). Community-based tourism development model and community participation. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, 6(4), 1–27.
Kartono, A., Soimin, M., & Rachman, I. N. A. (2020). Keanekargaman Spesies Burung di Kawasan Hutan Taman Wisata Karandangan. Jurnal Silva Samalas, 3(1), 22-27.
Nugroho, T. H., Yuniati, A. S., & Hidayati, N. V. (2020). Pengamatan burung sebagai daya tarik wisata alam di Taman Nasional Baluran. Jurnal Konservasi Hayati, 8(1), 45–54.
Stronza, A., Hunt, C. A., & Fitzgerald, L. A. (2019). Ecotourism for conservation? Annual Review of Environment and Resources, 44, 229–253. https://doi.org/10.1146/annurev-environ-110718-032658
Suryawati, S. H., Soejarwo, P. A., Muliawan, I., & Firdaus, M. (2019). Valuasi ekonomi sumberdaya terumbu karang dan mangrove di kawasan taman wisata perairan (TWP) Gili Matra, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 8(2), 151-161.
Yamin, M., Jufri, A. W., Hakim, A., Gunawan, G., Rahmat, J., & Sukarso, A. A. (2024). Nest Characteristics, Distribution, and Preferences of Megapodius reinwardt as The Basis For Its Conservation on Lombok Island, West Nusa Tenggara, Indonesia. Biodiversitas Journal Of Biological Diversity, 25(5).
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 M. Yamin, A. Wahab Jufri, Jamaludin, Khairuddin, Didik Santoso, Andra Ade Riyanto

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


