Pupuk Organik Kaji Sebagai Alternatif Pemanfaatan Limbah Ternak – Pertanian Di Desa Dukuh Dempok Kabupaten Jember
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13134Diterbitkan:
2025-11-06Unduhan
Abstrak
Komoditas utama pertanian di desa Dukuh Dempok, Kabupaten Jember, Jawa Timur merupakan padi yang menghasilkan sebanyak 50% limbah jerami yang belum termanfaatkan. Sebagian petani juga memiliki hewan ternak berupa sapi dan domba yang kotoran ternak tersebut Sebagian besar belum termanfaatkan dan menjadi limbah yang cukup mengganggu lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan memberikan solusi terkait permasalahan limbah pertanian-peternakan melalui pembuatan pupuk organik Kaji (Kandang Jerami). Melalui kegiatan pengabdian ini, petani yang berasal dari kelompok tani dapat memperoleh informasi terkait manfaat pupuk organik dan cara pembuatan pupuk organik yang berasal dari limbah pertanian-peternakan yang belum termanfaatkan. Kegiatan pengabdian ini juga mampu memberikan solusi mengurangi limbah yang mengganggu lingkungan menjadi produk yang memiliki nilai tambah yaitu berupa pupuk organik. Pembuatan pupuk organik ini juga menjadi pendukung kemandirian petani dalam memproduksi pupuk secara mandiri yang dapat digunakan dalam kegiatan budidaya pertanian.
Kata Kunci:
Kompos Kotoran Organik Padi PengabdianReferensi
Candraningtyas, C. F., & Indrawan, M. (2023). Analisis Efektivitas Penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (Pgpr) Untuk Peningkatan Pertanian Berkelanjutan. RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian Dan Lingkungan, 10(2), 88–99. https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v10i2.48342
Direktorat Jendral Perkebunan. (2021). Jenis-jenis Metode Pembuatan Kompos. Ditjenbun.Pertanian.Go.Id, 2–5.
Agrosintesa Jurnal Ilmu Budidaya Pertanian, 2(2), 77. https://doi.org/10.33603/jas.v2i2.3307
Firmansyah, E., Isnaeni, S., & Pusparani, S. (2019). Pengaruh Kotoran Puyuh dan Kambing Terhadap Kandungan Hara Kompos Berbasis Limbah Berangkasan Kedelai dan Jerami. Agrosintesa Jurnal Ilmu Budidaya Pertanian, 2(2), 77. https://doi.org/10.33603/jas.v2i2.3307
Ponidi, P., & Rizaly, A. (2023). Pengembangan Mikroba Em4 Untuk Fermentasi Pupuk Organik Di Desa Carang Wulung Wonosalam. Jurnal Kreativitas Dan Inovasi (Jurnal Kreanova), 3(2), 76–80. https://doi.org/10.24034/kreanova.v3i2.5547
Yin, J., Wang, J., Zhao, L., Cui, Z., Yao, S., Li, G., & Yuan, J. (2025). Compost tea: Preparation, utilization mechanisms, and agricultural applications potential – A comprehensive review. Environmental Technology and Innovation, 38(February), 104137. https://doi.org/10.1016/j.eti.2025.104137
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Syafina Pusparani, Suci Ristiyana, Rina Kumalasari, Yusuf Rachmandhika, Ika Purnamasari, Tri Wahyu Saputra, Yagus Wijayanto, Wildan Muhlison, Irwanto Sucipto, Ahmad Ilham Tanzil

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


