Membangun Pondasi Sekolah Adiwiyata Melalui Edukasi Lingkungan di Ponpes Mu’alimin Muhammadiyah Boarding School Narmada Lombok Barat
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13266Diterbitkan:
2025-11-09Unduhan
Abstrak
This community engagement program aimed to lay the foundations for the Indonesian “Sekolah Adiwiyata” (Eco‑School) model at Mu’alimin Muhammadiyah Boarding School (MBS) Narmada, West Lombok. Responding to uneven teacher understanding of environmental education, we designed a short, participatory capacity‑building intervention that combined an interactive presentation, guided discussion, and a rapid pre–post assessment. The activity was conducted on 20 September 2025 with 18 participants—boarding school leaders, the principal, and teachers. Content focused on (a) Adiwiyata concepts, goals, and benefits; (b) eligibility requirements; and (c) practical preparation strategies including establishing an Adiwiyata Team, drafting a one‑year School Environmental Work Plan (RKLS), integrating environmental values into lesson plans (RPP), and documenting evidence. Baseline insights indicated that more than half of the teachers did not yet understand the Adiwiyata concept. Following the session, all participants reported understanding the concept and were able to articulate its four core components (policy, curriculum, participatory activities, and eco‑friendly facilities). Discussion emphasized cultural relevance by linking ecological stewardship to Islamic values, which helped reframe Adiwiyata as a moral mission rather than mere compliance. The program also generated an agreed roadmap for curricular alignment and initial school‑wide practices (waste segregation and simple composting). We conclude that a targeted, context‑sensitive workshop can rapidly improve foundational knowledge and unlock organizational readiness for Eco‑School transformation, provided it is followed by structured mentoring and systematic documentation.
Kata Kunci:
Eco‑School Sekolah Adiwiyata environmental education Islamic boarding school teacher capacity building curriculum integration IndonesiaReferensi
Cincera, J., dan Krajhanzl, J. (2013). Eco-schools: What factors influence pupils’ action competence? Journal of Cleaner Production, 61, 117–121.
Fullan, M. (2007). The new meaning of educational change (4th ed.). Teachers College Press.
Guskey, T. R. (2000). Evaluating professional development. Corwin Press.
Hargreaves, A., dan Fink, D. (2006). Sustainable leadership. Jossey-Bass.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Panduan pelaksanaan program Adiwiyata. KLHK.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Kemendikbudristek.
Monroe, M. C., Plate, R., Oxarart, A., Bowers, A., dan Chaves, W. A. (2019). Identifying effective climate change education strategies: A systematic review. Environmental Education Research, 25(6), 791–812.
Nasrudin, R., dan Hidayat, A. (2019). Religious-based environmental education: Opportunities in Islamic schools. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 9(2), 267–292.
Rickinson, M. (2001). Learners and learning in environmental education: A critical review. Environmental Education Research, 7(3), 207–320.
Sterling, S. (2001). Sustainable education: Re-visioning learning and change. Green Books.
Tilbury, D. (2011). Education for sustainable development: An expert review of processes and learning. UNESCO.
UNESCO. (2017). Education for sustainable development goals: Learning objectives. UNESCO.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Joni Adiansyah, Nurhayati Nurhayati, Ibrahim Ibrahim, Sukuryadi Sukuryadi, Harry Johari, Mursal Ghazali

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


