Promoting Citizenship Awareness Among Stateless Children: Advancing Global Goals for SDGs 1 and 5
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i3.13329Diterbitkan:
2025-09-30Unduhan
Abstrak
This community project highlights the socio-legal challenges faced by Indonesian female workers in Malaysia, particularly those engaged in mixed status marriages with refugees or undocumented individuals such as the Rohingya. These women and their children often experience vulnerabilities due to the absence of legal recognition, which hinders their access to education, healthcare, and citizenship rights. Malaysia’s non-signatory position to the UN Refugee Convention, coupled with restrictive national laws, further complicates their situation, while Indonesia also lacks legal provisions to accommodate such cases. In response, this project seeks to raise citizenship awareness, emphasizing the risks of marrying non-state actors and the implications of statelessness. Implemented in collaboration with Universiti Sains Malaysia, Universiti Utara Malaysia, and the Rohingya Learning Center, the initiative combines socialization, training, and mentorship to empower women with essential knowledge. By integrating social media campaigns and academic outputs, the program aims to promote the Sustainable Development Goals (SDGs) 1 (No Poverty) and 5 (Gender Equality), while also advocating for policy reforms. Through this approach, the project aspires to reduce vulnerabilities, strengthen community resilience, and contribute to broader discussions on migration and refugee rights in Malaysia.
Kata Kunci:
Citizenship Awareness, Indonesian Female Migrant Worker, Malaysia, Rohingya, Stateless Children.Referensi
Aimin, N., Rizan, M., Fathanah, S. N., Hamid, A., & Ahmad, Y. (2024). Access To Education and Health Among Stateless People in Malaysia. International Journal for Studies on Children, Women, Elderly and Disabled, 20(January), 192–202. https://www.ijcwed.com/wp-content/uploads/2024/04/IJCWED20_028.pdf
Asmaroini, A. P., Trisofirin, M., & Shohenuddin. (2023). Internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sanggar Belajar Sentul Malaysia. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 1(2), 50–64. http://journal.umpo.ac.id/index.php/JPK/index
Azizah Kassim. (2020). Transnational Marriages among Muslim Refugees and Their Implications on Their Status and Identity: The case of the Rohingyas in MalaysiaAzizah Kassim. Islam and Cultural Diversity in Southeast Asia, 175–202. https://core.ac.uk/download/195718966.pdf
Hornsey, M. J. (2008). Social Identity Theory and Self-categorized Theory: A Historical Review. Social and Personality Psychology Compass, 2(1), 204–222. https://eclass.duth.gr/modules/document/file.php/ALEX037108/Hornsey M_Social identity theory_2008.pdf
Muryati, S., Fahmi, A., Kurniawan, H., Irmanelly, I., Putra, I. E., Neldawati, R., Suherman, S., Permana, S., & Guswati, J. V. (2024). Menanamkan Wawasan Kebangsaan Dan Rasa Cinta Tanah Air Kepada Anak-Anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Jurnal Abdimas UM Jambi, 1(2), 46–56. https://doi.org/10.53978/jaum.v1i2.402
Putri, A. Y., Hasanah, U., & Wardana, L. A. (2023). Penguatan Wawasan Kebangsaan peserta didik di MTs. Raudlatul Hasaniyah melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 1(2), 132–137. https://jurnal.ittc.web.id/index.php/jpdsk/article/view/68/69
Qomariyah, L., Umam, M. K., & Abdullah, A. F. A. (2024). Social Responsibility for Indonesian Migrant Workers’ Children in Malaysia. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 6(1), 105–122. https://doi.org/10.19105/ejpis.v6i1.13398
Tajfel, H., & Turner, J. C. (2004). The Social Identity Theory of Intergroup Behavior. In Political Psychology (1st Editio, pp. 276–291). Psychology Press. https://doi.org/10.4337/9781035310661.00030
Aimin, N., Rizan, M., Fathanah, S. N., Hamid, A., & Ahmad, Y. (2024). Access To Education and Health Among Stateless People in Malaysia. International Journal for Studies on Children, Women, Elderly and Disabled, 20(January), 192–202. https://www.ijcwed.com/wp-content/uploads/2024/04/IJCWED20_028.pdf
Asmaroini, A. P., Trisofirin, M., & Shohenuddin. (2023). Internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sanggar Belajar Sentul Malaysia. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 1(2), 50–64. http://journal.umpo.ac.id/index.php/JPK/index
Azizah Kassim. (2020). Transnational Marriages among Muslim Refugees and Their Implications on Their Status and Identity: The case of the Rohingyas in MalaysiaAzizah Kassim. Islam and Cultural Diversity in Southeast Asia, 175–202. https://core.ac.uk/download/195718966.pdf
Hornsey, M. J. (2008). Social Identity Theory and Self-categorized Theory: A Historical Review. Social and Personality Psychology Compass, 2(1), 204–222. https://eclass.duth.gr/modules/document/file.php/ALEX037108/Hornsey M_Social identity theory_2008.pdf
Muryati, S., Fahmi, A., Kurniawan, H., Irmanelly, I., Putra, I. E., Neldawati, R., Suherman, S., Permana, S., & Guswati, J. V. (2024). Menanamkan Wawasan Kebangsaan Dan Rasa Cinta Tanah Air Kepada Anak-Anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Jurnal Abdimas UM Jambi, 1(2), 46–56. https://doi.org/10.53978/jaum.v1i2.402
Putri, A. Y., Hasanah, U., & Wardana, L. A. (2023). Penguatan Wawasan Kebangsaan peserta didik di MTs. Raudlatul Hasaniyah melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 1(2), 132–137. https://jurnal.ittc.web.id/index.php/jpdsk/article/view/68/69
Qomariyah, L., Umam, M. K., & Abdullah, A. F. A. (2024). Social Responsibility for Indonesian Migrant Workers’ Children in Malaysia. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 6(1), 105–122. https://doi.org/10.19105/ejpis.v6i1.13398
Tajfel, H., & Turner, J. C. (2004). The Social Identity Theory of Intergroup Behavior. In Political Psychology (1st Editio, pp. 276–291). Psychology Press. https://doi.org/10.4337/9781035310661.00030
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Mega Nisfa Makhroja, Lalu Puttrawandi Karjaya, Nor Suzylan Suhaimi, Mohd. Naem Ajis, Gesta Tri Anjani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


