Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Akses Terbuka
Peer Reviewed

Pendampingan Rumah Dataku dan Penyusunan Program Kerja Masyarakat di Kampung KB Pejeruk Abian Kelurahan Pejeruk Kecamatan Ampenan Kota Mataram

Penulis

Helmy Fuadi , Endang Astuti , Wahidin , Akung Daeng

DOI:

10.29303/jpmpi.v8i4.13606

Diterbitkan:

2025-12-10

Unduhan

Abstrak

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengubah nomenklatur Kampung Keluarga Berencana (KB) menjadi Kampung Keluarga Berkualitas (KKB). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan “rebranding” dengan tujuan memperbaharui semangat dan image program KB di tengah masyarakat terutama kelompok kerja Kampung KB yang sudah terbentuk. Salah satunya adalah penggantian Kepanjangan Kampung KB (Keluarga Berencana) menjadi Kampung KB (Keluarga Berkualitas) supaya tidak terkesan eksklusif Dinas KB saja yang bekerja, karena pembangunan kampung KB integral dan semua sektor bisa masuk dan keberhasilan suatu dusun yang masuk kategori kampung KB sejatinya hasil kemitraan antar OPD terkait serta stake holder yang tergabung dalam kelompok kerja. Setelah 9 tahun setelah pencanangan Kampung KB di NTB (2016), beberapa Kampung KB telah menunjukkan berbagai kemajuan, namun sebagian besar pelaksanaan di lapangan masih belum seperti yang diharapkan. Dari sekian banyak lokasi kampung KB yang telah dicanangkan, terdapat variasi yang sangat besar dalam pelaksanaannya di lapangan. Permasalahan utama yang ditemui di lapangan adalah tidak adanya kegiatan lanjutan setelah pencanangan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, misalnya kurangnya pemahaman pemangku kepentingan di setiap level akan konsep Kampung KB, tidak adanya penggerak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Kampung KB, kurangnya dukungan lintas sektor, dan sebagainya. Persoalan yang dihadapi di Kampung KB Di NTB pada dasarnya adalah belum adanya perencanaan yang akurat dari bawah (bottom up). Kesulitan yang dihadapi Kampung KB dalam membuat perencanaan yang sesuai dengan persoalan dan kebutuhan mereka adalah tidak tersedianya data. Di Setiap Kampung KB telah diinisiasi Rumah Dataku, namun ketersediaan data disini yang sangat minim bahkan belum tersedia sehingga memerlukan pendampingan. Rumah data kependudukan yang disingkat Rumah Dataku adalah tempat yang difungsikan sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan yang mencakup sistem pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan di tingkat mikro mulai dari mengidentifikasi, mengumpulkan, memverifikasi dan memanfaatkan data kependudukan yang bersumber dari, oleh Penduduk Selama ini masyarakat merasa dijadikan obyek pengumpulan data, baik sensus maupun survei. Masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa data yang dikumpulkan tersebut, digunakan untuk perencanaan pembangunan nasional, pembangunan daerah maupun pembangunan sektoral. Mereka juga belum semua menyadari bahwa program-program pembangunan yang dilaksanakan itu merupakan hasil dari data-data yang telah dikumpulkan darinya. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat, atau menciptakan masyarakat “sadar data” perlu terus dilakukan.

Kata Kunci:

Rumah Dataku Penumjang Kampung Keluarga Berkualitas

Referensi

Acuan Replikasi ModeL Rumah Dataku, BKKBN 2016

Kampung KB BKKBN.go id

Antara News Online

Materi pembelajaran DevInfo, BPS jakarta, 2014

Biografi Penulis

Helmy Fuadi, Universitas Mataram

Asal Penulis : Indonesia

Endang Astuti, Universitas Mataram

Asal Penulis : Indonesia

Wahidin, Universitas Mataram

Asal Penulis : Indonesia

Akung Daeng, Universitas Mataram

Asal Penulis : Indonesia

Cara Mengutip

Fuadi, H., Astuti, E., Wahidin, & Daeng, A. (2025). Pendampingan Rumah Dataku dan Penyusunan Program Kerja Masyarakat di Kampung KB Pejeruk Abian Kelurahan Pejeruk Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 8(4), 1546–1550. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v8i4.13606