Peran Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dalam Mengembangkan (Kompetensi) Calon Guru Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13641Diterbitkan:
2025-11-28Unduhan
Abstrak
Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa kependidikan Universitas Mataram. Tujuannya memberikan pengalaman nyata dalam mengenal dunia pendidikan serta mengembangkan empat kompetensi utama calon guru, yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Pengambilan data pengabdian ini dilakukan dengan cara observasi, latihan mengajar (practice teaching) dan kegiatan administratif dengan pihak sekolah, guru pamong, serta peserta didik. Kegiatan ini dilakukan di MA Al-Aziziyah Putri selama 45 hari melibatkan 4 orang mahasiswa, dan satu dosen FKIP Universitas Mataram. Hasilnya menunjukkan bahwa di MA Al-Aziziyah Putri terdapat 14 ruang kelas (rombongan belajar) yang rata-rata menampung 30 siswi Putri. Tenaga pendidik sebanyak 44 guru mayoritas S1–S2, sebagian guru di MA Al-Aziziyah Putri mengajar di luar bidang keahlian, dan pengajaran mata pelajaran sudah tidak lagi melibatkan mudabbir (santri senior). Kegiatan siswa di luar kelas ditekankan pada hafalan Al-Qur’an harian dengan evaluasi per semester, di mana terdapat pula asrama khusus tahfidz yang mendapat pendampingan lebih intensif. Selama PLP II, setiap mahasiswa mengajar Biologi pada satu kelas yang berbeda, dengan dua kali pertemuan per minggu. Sebelum melakukan kegiatan pengajaran mahasiswa diharuskan menyiapkan modul, media, LKPD, dan perangkat evaluasi. Mahasiswa turut serta mengikuti kegiatan-kegiatan seremonial sekolah. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme, tanggung jawab, serta kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap kultur sekolah.
Kata Kunci:
Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), Kompetensi Guru, Calon PendidikReferensi
Cahayani, N. L. P. 2021. Pengaruh Mata Kuliah Micro Teaching dan Kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa Calon Guru pada FKIP Universitas Mahadewa Indonesia Tahun 2020. Widyadari, vol 22, hal. 677-684.
Fatmawati, F., Rahmawati, R., Hakim, A., & Al Idrus, S. W. 2022. Analisis kesiapan mengajar mahasiswa calon guru program studi Pendidikan Kimia setelah menjalani program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Chemistry Education Practice, vol 5, hal 71-77.
Herayanti, L., Fuaddunnazmi, M., & Habibi, H. 2017. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berbasis Moodle. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, vol 3, hal 197-206.
Hidayat, R. K., Makhrus, M., & Darmawan, M. I. 2021. Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) FKIP Universitas Mataram Bidang Studi Pendidikan Fisika di MAN 1 Lombok Timur. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Fisika Indonesia, 3(1).
Isrokatun, I., Fitriani, E., & Mukarromah, K. 2022. Analisis Kesiapan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Menjadi Guru Sekolah Dasar yang Kompeten. Jurnal basicedu, vol 6, hal 819-833.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2018 tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Nurtanto, M. (2016). Mengembangkan Kompetensi Profesionalisme Guru Dalam Menyiapkan Pembelajaran yang Bermutu. In Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pendidikan.
Putri, V. D. 2025. Implementasi Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan Terhadap Pengembangan Keterampilan Mengajar Mahasiswa Di UPT SDN 09 Kepala Bukit. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widyaswara Indonesia, vol 1, hal 145-152.
Sari, A. P. 2024. Aktivitas PLP Dasar Sebagai Solusi Pengenalan Lingkungan di Sekolah Dasar Negeri. Jurnal Riset Guru Indonesia, vol 3, hal 84-94.
Suraji, I. 2012. Urgensi Kompetensi Guru. Edukasia Islamika, vol 10, hal 70284.
Wahyuni, F. T., Arthamevia, A. T., & Haryo, D. 2018. Berpikir reflektif dalam pemecahan masalah pecahan ditinjau dari kemampuan awal tinggi dan gender. Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus), vol 1, hal. 28-39.
Wiksana, W. A. 2017. Studi Deskriptif Kualitatif tentang Hambatan Komunikasi Fotografer dan Model dalam Proses Pemotretan. Mediator: Jurnal Komunikasi, vol 10, hal 121-131.
Wulandari, O., Natasya, R. D., Masithoh, A. D., & Fuad, A. Z. (2024). Pengaruh Non-Linieritas Guru Terhadap Kompetensi Belajar Siswa Di MA Safinda Surabaya. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(2), 296-306.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 M. Yamin, Salwa Nur Sapiatun Nakjah, Baiq Saskia Aulia, Nisha Azzura Khaer, Harfina Suharis Fiana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


