Penguatan Kapasitas Dokter dalam Diagnosis Cedera Penyelaman dan Envenomasi dengan Pendekatan Bahasa Lokal Sasak
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i1.13645Diterbitkan:
2026-01-28Unduhan
Abstrak
Dokter layanan primer di wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan garda terdepan dalam menangani cedera penyelaman dan envenomasi laut. Kapasitas diagnostik dokter dan tenaga kesehatan terhadap kasus-kasus tersebut masih perlu ditingkatkan dengan adanya insidensi kasus yang cukup tinggi di pesisir NTB. Untuk menjembatani kesenjangan ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan diagnostik dokter, dengan memasukkan deskriptor gejala dalam bahasa lokal Sasak sebagai alat bantu untuk memperkuat anamnesis klinis dan komunikasi dengan pasien.
Webinar daring telah diselenggarakan dengan melibatkan 114 dokter internship, yang dievaluasi melalui pre-test, post-test, serta kuesioner penilaian skala Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed-Rank. Sebagian besar peserta berasal dari Kota Mataram (41,23%) dan lulusan universitas di NTB (59,6%). Peserta menilai penggunaan istilah lokal berbahasa Sasak sebagai aspek yang sangat relevan dalam meningkatkan interaksi klinis (modus = 5). Rata-rata nilai tes meningkat dari 133,9 (pre-test) menjadi 165,4 (post-test), dengan peningkatan signifikan berdasarkan uji Wilcoxon (Z = –4,944; p < 0,001).
Kegiatan webinar tersebut bermanfaat dalam memperkuat kapasitas diagnostik dokter terhadap cedera penyelaman dan envenomasi laut, dengan familiaritas terhadap bahasa lokal berperan sebagai kompetensi pendukung tambahan. Pengembangan lebih lanjut dalam bentuk modul anamnesis terstruktur yang mengintegrasikan elemen-elemen ini direkomendasikan.
Kata Kunci:
diving injuries envenomation Sasak language anamnesis coastal primary careReferensi
Al Shamsi, H., Almutairi, A. G., Al Mashrafi, S., & Al Kalbani, T. (2020). Implications of Language Barriers for Healthcare: A Systematic Review. Oman Medical Journal, 35(2), e122. https://doi.org/10.5001/omj.2020.40
Alizadeh, S. (2016). Cultural competence dimensions and outcomes : a systematic review of the literature. 24, 117–130. https://doi.org/10.1111/hsc.12293
Beach, M., Price, E., Gary, T., Robinson, K., Gozu, A., Palacio, A., Smarth, C., Jenckes, M., Feuerstein, C., Bass, E., Powe, N., & Cooper, L. A. (2005). Cultural Competency: A Systematic Review of Health Care Provider Educational Interventions Mary. Med Care, 43(4), 356–373.
Brodie, K., Abel, G., & Burt, J. (2016). Language spoken at home and the association between ethnicity and doctor-patient communication in primary care: Analysis of survey data for South Asian and White British patients. BMJ Open, 6(3), 1–8. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2015-010042
Diamond, L. C., Schenker, Y., Curry, L., Bradley, E. H., & Fernandez, A. (2008). Getting By : Underuse of Interpreters by Resident Physicians. J Gen Intern Med, 24(2), 256–262. https://doi.org/10.1007/s11606-008-0875-7
Gasir, H. M. (2022). Analisis Tingkat Pendidikan Anak Nelayan di Lingkungan Kampung Bugis Kelurahan Bintaro Dilihat dari Kondisi Sosial dan Ekonomi Orang Tua. Universitas Islam Negeri Mataram. Universitas Islam Negeri Mataram.
Maharani, T., & Widiastuti, W. (2021). First envenomation report of the Cnidarian Physalia physalis in Indonesia. 110–114.
Mustafa, R., Mahboob, U., Khan, R. A., & Anjum, A. (2023). Impact of Language Barriers in Doctor – Patient Relationship: A Qualitative Study. Pakistan Journal of Medical Sciences, 39(1), 41–45. https://doi.org/10.12669/PJMS.39.1.5805
Riedl, D., & Schüßler, G. (2017). The influence of doctor-patient communication on health outcomes: A systematic review. Zeitschrift Fur Psychosomatische Medizin Und Psychotherapie, 63(2), 131–150. https://doi.org/10.13109/zptm.2017.63.2.131
Sophia, H. (2024). Pembekalan PIDI & PIDGI Angkatan III Periode Agustus 2024 di Provinsi NTB. https://dinkes.ntbprov.go.id/berita/pembekalan-pidi-pidgi-angkatan-iii-periode-agustus-2024-di-provinsi-ntb/
Susani, Y. P., Affarah, W. S., Wardoyo, E. H., Sari, P. S., Sari, D. P., Rahmat, B., Muhajir, A., Lestari, N. P. S., & Saputra, N. (2025). Occupational health risks from marine animals among traditional divers in Lombok. Global Health Innovation, ID 1817. ghicon.com
Undersea and Hyperbaric Medical Society. (2023). Hyperbaric Medicine Indication Manual (E. T. Huang (ed.); 15th ed.). Best Publishing Company.
Wardoyo, E., & Tarigan, D. (2022). Acute dysbaric disorders: a case series in the hyperbaric center in Lombok 2016–2020. Adv Health Sci Res., 46, 296–300. https://doi.org/10.2991/ahsr.k.220105.053
Widyastuti, P., Susani, Y. P., & Widiastuti, I. A. E. (2025). The Relationship between factors during diving and the incidence of acute dysbaric disorder (ADD) in fishermen in Sekotong, Lombok Barat. Global Health Innovation, ID 1840. ghicon.com
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yoga Pamungkas Susani, Wahyu Sulistya Affarah, Eustachius Hagni Wardoyo, Putu Suwita Sari, Basuki Rahmat, Ima Arum Lestarini, Alfian Muhajir, Ni Putu Sasmita Lestari, Nurman Saputra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


