Diversifikasi Produk Olahan Tempe: Pelatihan Pembuatan Cokelat Tempe bagi Siswa SMK Islam Al-Lathifiyyah Tinggar, Desa Sikur Selatan, Lombok Timur
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13658Diterbitkan:
2025-12-05Unduhan
Abstrak
Cokelat masih menjadi pangan rekreasional favorit terutama di kalangan remaja, dan tingkat konsumsi cokelat nasional per kapita menunjukkan tren peningkatan setiap tahun. Kondisi ini membuka peluang besar untuk dilakukannya inovasi dalam pengolahan produk cokelat. Di sisi lain, tempe sebagai pangan fermentasi tradisional Indonesia memiliki kandungan protein tinggi dan berbagai manfaat kesehatan yang menjadikannya potensial sebagai bahan baku inovatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan olahan pangan dan wawasan kewirausahaan siswa SMK Islam Al - Lathifiyyah Tinggar, Desa Sikur Selatan, Lombok Timur melalui pelatihan pembuatan cokelat tempe. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung, meliputi beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menghasilkan produk olahan berbasis pangan lokal yang bernilai tambah. Inovasi cokelat tempe ini diharapkan dapat mendorong diversifikasi produk pangan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Sikur Selatan.
Kata Kunci:
Tempe Cokelat Desa Sikur Pangan LokalReferensi
Delisa, S. et al. (2022) ‘Menciptakan Value Added (Nilai Tambah Produk Tempe Melalui Inovasi Produk Coklat Tempe Berbasis E-Commerce Desa’, 5(2), pp. 850–854.
Dewi, D.P. et al. (2022) ‘Pelatihan Pembuatan Olahan Tempe Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan’, 1(1), pp. 113–117.
Irwandi, P., Haryati, N. and L, D.S. (2022) ‘Strategi Pengembangan Usaha Coklat Tempe di Kota Malang’, 5(1), pp. 311–325.
Kasim, R. et al. (2019) ‘Pengaruh Steam Blanching dan Pengeringan Biji Kakao Non Fermentasi Terhadap Kandungan Total Flavonoid, Total Fenol, dan Antioksidan’, Jurnal Industri Hasil Perkebunan, 14(2), p. 83. Available at: https://doi.org/10.33104/jihp.v14i2.5488.
Khairunnisa, L. (2020) ‘Konsumsi Cokelat Hitam Untuk Mencegah Preeklampsia’, Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), pp. 517–521. Available at: https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.341.
Kharisudin, A. and Irwandi, P. (2022) ‘Prospek dan Strategi Pengembangan Usaha Produk Coklat Tempe di Kota Malang’, 02(01), pp. 58–71.
Nilasari, Y. et al. (2024) ‘Pembuatan Coklat Tempe Sebagai Inovasi Produk UMKM Di Desa Lemahabang’, 4(November), pp. 693–700.
Nurulfadilah, N. et al. (2025) ‘Sosialisasi Pembuatan Pupuk Bokashi dari Sekam Padi dan POC (Pupuk Organik Cair) dari Akar Bambu di Desa Sikur Selatan, Lombok Timur’, Jurnal Wicara Desa, 3(2), pp. 343–350.
Pramaningsih, V. et al. (2022) ‘Wastewater Quality and Pollution Load of Each Stage in Tempeh Production’, Indonesian Journal of Urban and Environmental Technology, pp. 209–222. Available at: https://doi.org/10.25105/urbanenvirotech.v5i3.12838.
Purba, H.H. et al. (2018) ‘Pengembangan Produk Makanan Cokelat Berbasis Preferensi Konsumen’, Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 28(1), pp. 40–47. Available at: https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2018.28.1.40.
Ratnaningsih, R. et al. (2025) ‘History, Manufacture, Nutritional Content, Bioactive Compounds, and Health Benefits of Tempeh and Tofu as Alternative Protein in Indonesia: A Review’, Australian Journal of Crop Science, 19(07), pp. 839–852. Available at: https://doi.org/10.21475/ajcs.25.19.07.p381.
Turana, Y. et al. (2025) ‘Comparison of the Effects of Mixed Tempeh With Soy Tempeh on Cognitive Function in Older People’, Frontiers in Nutrition, 12. Available at: https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1551211.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yesica Marcelina Romauli Sinaga, M. Naufal Dhaifullah, Liana Suryaningsih, Nurulfadilah Nurulfadilah, Anggi Putri Meylita, M. Taufan Alisukma, Wawan Dharmawan, Intan Intan, Dei Handayani, Linda Fitrianti, Aan Syanhabi, M. Naufal Dhaifullah, Ines Marisya Dwi Anggraini

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


