Sosialisasi Pengendalian OPT untuk Penguatan Kapasitas Petani dalam Mengelola Hama dan Penyakit Padi
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13696Diterbitkan:
2025-12-16Unduhan
Abstrak
Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan faktor pembatas utama produktivitas padi di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam identifikasi dan pengendalian OPT, serta mengimplementasikan strategi pengendalian berbasis musuh alami melalui pemasangan rumah burung hantu (Tyto alba). Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta praktik lapang pemasangan rumah nurung hantu. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap jenis OPT utama terutama tikus yang dilaporkan sebagai permasalahan serius. Pemasangan rumah burung hantu (RUBUHA) dilakukan oleh tim KKNT Universitas Jember bersama petani dan Pemerintah Daerah berperan memberikan dukungan berupa penyediaan pemateri untuk kegiatan sosialisasi serta membantu proses pemantauan pemasangan RUBUHA di lapangan. Implementasi rumah burung hantu ini dinilai sejalan dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani serta mendorong penguatan kapasitas lokal dalam pengelolaan OPT secara berkelanjutan.
Kata Kunci:
organisme pengganggu tanaman rumah burung hantu Tyto alba serangan tikus PHTReferensi
Afifah L. 2019. Fluktuasi populasi serangga pada lahan persawahan Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Jawa Barat : indikator untuk kesehatan lingkungan. Jurnal Ilmu Dasar. 20(1) : 1-6.
Agustini S. 2013. Burung hantu pengendali tikus secara hayati. Buletin Inovasi Teknologi Pertanian. 1(1): 48-50.
[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi. 2025. Kabupaten Banyuwangi dalam Angka 2024. 17 (2024).
Budiarti L, Kartahadimadja J, Sari MF, Ahyuni D, Nuryanti NSP, Dulbari, Saputra H. 2022. Inventarisasi serangga hama dan penyakit pada berbagai galur tanaman padi. J Planta Simbiosa. 4(1): 36-49.
Damayanti E, Mudjiono G, Karindah S. 2015. Perkembangan Populasi Larva Penggerek Batang dan Musuh Alaminya Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) PHT. Jurnal HPT. 3(2):18-24.
Dimyati MA, Suwardiyanto D, Halil. 2021. Pemanfaatan Alat Pengendali Hama Wereng Coklat Menggunakan Spray Otomatis dan Lampu LED di Desa Sumbersari. Jurnal Pengabdian Masyarakat J-Dinamika. 6(2):319-322.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi. 2025. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2024.
Fiddin A, Sutrawati M, Bustamam H, Ganefianti DW, Sipriyadi. 2021. Penyakit Tungro pada Tanaman Padi (Oryza sativa) di Kecamatan Taba Penanjung: Insidensi Penyakit dan Deteksi Virus Secara Molekuler. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. 23(1): 37-45.
Pusparini MD dan Suratha IK. 2018. Efektivitas Pengendalian Hama Tikus Pada Tanaman Pertanian dengan Pemanfaatan Burung Hantu di Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha. 6(2):54-63.
Rosadi I, Ayuni CLQ, Nurcahyani I, Muhammadiyah M, Butar-butar IPP, Oktavianingsih L. 2022. Analisis tingkat keparahan penyakit pada daun tanaman pangan dengan menggunakan Software ImageJ dan Plantix. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi. 10(1): 100-108.
Semangun H. 2008. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.
Setiabudi J, Izzati M, Kismartini. 2015. Analisis Prioritas Kebijakan Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto alba) sebagai Pengendalian Hama Tikus Sawah yang Ramah Lingkungan di Kabupaten Semarang. Jurnal Ilmu Lingkungan. 4(1): 67-73.
Sudarmaji, Herawati NA. 2009. Ekologi Tikus Sawah dan Teknologi Pengendaliannya. Subang: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi).
Sudir, B. Nuryanto, Triny SK. 2012. Epidemiologi, Patotipe, dan Strategi Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Tanaman Padi. Iptek Tanaman Pangan. 7(2): 79-87.
Ulate D, Amanupunnyo HRD, Umasangaji A, Ririhena RE, Leiwakabessy C. 2020. Kejadian Penyakit Blas Pada Varietas Padi Inpari Sidenuk di Desa Waimital Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Pertanian Kepulauan. 4(2): 69-79.
Wendt CA dan Johson MD. 2017. Agriculture, ecosystems, and environment multi-scale analysis of barn wol nest box selection on napa valley vineyards. Agriculture, Ecosystmes and Environment. 247(2017) : 75-83.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Saifuddin Hasjim, Khaerani Nurlaelita, Dara Arubi, Rifani Rusiana Dewi, Naila Lutfa Karima

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


