Hijaukan Harapan: Tumbuhan Obat sebagai Pilar Resiliensi dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.13784Diterbitkan:
2025-12-16Unduhan
Abstrak
The use of medicinal plants plays a crucial role in enhancing community resilience, particularly in maintaining health and strengthening economic independence. This community service activity was conducted in Tuatuka Village, Kupang Regency, on July 31, 2025. The program aimed to improve community knowledge and skills in identifying, cultivating, and processing medicinal plants into economically valuable products. The methods used included outreach, practical training in herbal product production, and mentoring of small business groups. The results of the activity demonstrated an increased community understanding of the benefits of medicinal plants, the formation of herbal product promotion groups, and community enthusiasm in developing medicinal plant-based businesses. Support from the village government also strengthened the program's sustainability. With a participatory approach, this activity successfully mobilized local potential as a sustainable health and economic solution. This activity is expected to become a model for community empowerment in managing natural resources for shared resilience and prosperity.
Kata Kunci:
Medicinal plants, community resilience, economic independence, empowerment.Referensi
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. (2024). Profil Kelurahan Tuatuka Tahun 2023. Kupang: BPS Kabupaten Kupang.
Departemen Kesehatan RI. (2008). Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2013). Kebijakan dan Strategi Pengembangan Obat Tradisional Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Suharyanto, T., & Nurhasanah. (2019). Pemanfaatan Tumbuhan Obat sebagai Alternatif Pengobatan Tradisional. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 45–52.
Sutisna, A. (2020). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Lokal. Bandung: Alfabeta.
Widodo, W. (2021). Inovasi Produk Herbal Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Kesehatan dan Herbal Indonesia, 5(1), 13–21.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Uly J. Riwu Kaho, Jhon Liem, Ferdinand Lopo, Joritha Naisanu, Henny A. Raga

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


