Penguatan Kapasitas Pokdarwis untuk Pengembangan Atraksi Eduwisata Budidaya Kepiting Bakau di Ekowisata Mangrove Bagek Kembar, Lombok Barat
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i2.13991Diterbitkan:
2026-06-21Unduhan
Abstrak
Ekowisata Mangrove Bagek Kembar di Desa Cendi Manik, Sekotong, merupakan kawasan pesisir yang memiliki nilai strategis sebagai ruang konservasi, pembelajaran lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis wisata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pokdarwis dalam pengembangan atraksi eduwisata budidaya kepiting bakau di Ekowisata Mangrove Bagek Kembar, Cendi Manik, Lombok Barat. Metode pelaksanaan memadukan sosialisasi partisipatif dan focus group discussion (FGD). Peserta kegiatan berasal dari unsur pengelola ekowisata, perangkat desa, masyarakat lokal, pelaku usaha, perwakilan sekolah, serta pemangku kepentingan terkait. Materi kegiatan mencakup prinsip silvofishery, teknik dasar budidaya kepiting bakau, penyusunan paket eduwisata, pemanduan interpretatif, serta promosi digital destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya pemahaman awal mengenai hubungan antara konservasi mangrove, budidaya kepiting bakau, dan pengembangan produk wisata edukatif. FGD menghasilkan empat rumusan operasional, yaitu penguatan literasi budidaya, penyusunan alur atraksi, penyusunan SOP pemanduan, serta agenda demonstrasi lapang dan promosi digital. Kegiatan ini menjadi dasar operasional bagi pendampingan lanjutan yang lebih teknis, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan ekowisata mangrove berbasis masyarakat.
Kata Kunci:
Budidaya Kepting Bakau Atraksi Eduwisata Ekowisata Bagek KembarReferensi
Al Idrus, A., Ilhamdi, M. L., Hadiprayitno, G., & Mertha, I. G. (2018). Sosialisasi peran dan fungsi mangrove pada masyarakat di kawasan Gili Sulat Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 1(1).
Al Idrus, A. A., Syukur, A., & Zulkifli, L. (2019). The diversity of fauna in mangrove community: Success replanting of mangrove species in South Coastal East Lombok, Indonesia. Journal of Physics: Conference Series, 1402(3), 033042.
Ahmed, N., Thompson, S., & Glaser, M. (2018). Integrated mangrove-shrimp cultivation: Potential for blue carbon sequestration. Ambio, 47, 441–452.
Bennett, N. J., Di Franco, A., Calo, A., Nethery, E., Niccolini, F., Milazzo, M., & Guidetti, P. (2019). Local support for conservation is associated with perceptions of good governance, social impacts, and ecological effectiveness. Conservation Letters, 12(4), e12640.
Bosma, R. H., Nguyen, T. H., Siahainenia, A. J., Tran, H. T. P., & Tran, H. N. (2016). Shrimp-based livelihoods in mangrove silvo-aquaculture farming systems. Reviews in Aquaculture, 8(1), 43–60.
Bunting, P., Rosenqvist, A., Lucas, R. M., Rebelo, L. M., Hilarides, L., Thomas, N., Hardy, A., Itoh, T., Shimada, M., & Finlayson, C. M. (2018). The Global Mangrove Watch: A new 2010 global baseline of mangrove extent. Remote Sensing, 10(10), 1669.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dangi, T. B., & Jamal, T. (2016). An integrated approach to sustainable community-based tourism. Sustainability, 8(5), 475.
FAO. (2024). The State of World Fisheries and Aquaculture 2024: Blue Transformation in Action. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Friess, D. A., Rogers, K., Lovelock, C. E., Krauss, K. W., Hamilton, S. E., Lee, S. Y., Lucas, R., Primavera, J., Rajkaran, A., & Shi, S. (2019). The state of the world’s mangrove forests: Past, present, and future. Annual Review of Environment and Resources, 44, 89–115.
Global Mangrove Alliance. (2024). The State of the World’s Mangroves 2024. Global Mangrove Alliance.
Global Sustainable Tourism Council. (2025). GSTC Destination Standard v2.0. Global Sustainable Tourism Council.
Goldberg, L., Lagomasino, D., Thomas, N., & Fatoyinbo, L. (2020). Global declines in human-driven mangrove loss. Global Change Biology, 26(10), 5844–5855.
Hadiprayitno, G., Suana, I. W., Syazali, M., Japa, L., Santoso, D., & Suyantri, E. (2023). Public perceptions of ecotourism in Bagek Kembar Mangrove Essential Ecosystem Area, Sekotong, West Lombok. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(9), 7553–7562.
Hamilton, S. E., & Friess, D. A. (2018). Global carbon stocks and potential emissions due to mangrove deforestation from 2000 to 2012. Nature Climate Change, 8, 240–244.
IUCN. (2024). Global assessment of mangrove ecosystems for the IUCN Red List of Ecosystems. International Union for Conservation of Nature.
Larasati, S. A. N., Alawiyah, R., & Syukur, A. (2024). Bird diversity in the coastal area of Sekotong, West Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 24(2), 753–760.
Murray, N. J., Worthington, T. A., Bunting, P., Duce, S., Hagger, V., Lovelock, C. E., Lucas, R., Saunders, M. I., Sheaves, M., Spalding, M., Waltham, N. J., & Lyons, M. B. (2022). High-resolution mapping of losses and gains of Earth’s tidal wetlands. Science, 376(6594), 744–749.
Nguyen, T. H., Bosma, R. H., Siahainenia, A. J., Tran, H. T. P., & Tran, H. N. (2016). What drives the adoption of integrated shrimp mangrove aquaculture in Vietnam? Ocean & Coastal Management, 114, 53–63.
Nyumba, T. O., Wilson, K., Derrick, C. J., & Mukherjee, N. (2018). The use of focus group discussion methodology: Insights from two decades of application in conservation. Methods in Ecology and Evolution, 9(1), 20–32.
Queensland Government. (2025). Mud crab aquaculture—Department of Primary Industries, Queensland Government.
Richards, D. R., & Friess, D. A. (2016). Rates and drivers of mangrove deforestation in Southeast Asia, 2000-2012. Proceedings of the National Academy of Sciences, 113(2), 344–349.
Salahuddin, M. A. A., Santoso, N., & Hermawan, R. (2024). Analysis of mangrove forest management in Teluk Lembar, West Lombok, Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(10), 7712–7725.
Salimah, E., Yuniarti, T., Astuti, E., Agustiani, E., & Fatimah, S. (2021). Model partisipasi masyarakat lokal dalam ekowisata mangrove di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Journal of Economics and Business, 7(2), 223–238.
Stiepani, J., Gillis, L. G., Chee, S. Y., Pfeiffer, M., & Nordhaus, I. (2021). Impacts of urbanization on mangrove forests and brachyuran crabs in Penang, Malaysia. Regional Environmental Change, 21, 1–16.
Stronza, A. L., Hunt, C. A., & Fitzgerald, L. A. (2019). Ecotourism for conservation? Annual Review of Environment and Resources, 44, 229–253.
Syukur, A., Zulkifli, L., & Mahrus, H. (2023). Mangrove ecosystem provisioning services for the sustainability and diversity of bird species in the coastal region of Lombok Island, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 24(3).
Worthington, T. A., Andradi-Brown, D. A., Bhargava, R., Buelow, C., Bunting, P., Duncan, C., Fatoyinbo, L., Friess, D. A., Goldberg, L., Hilarides, L., Lagomasino, D., Landis, E., Longley-Wood, K., Lovelock, C. E., Murray, N. J., Narayan, S., Rosenqvist, A., Sievers, M., Simard, M., Thomas, N., van Eijk, P., Zganjar, C., & Spalding, M. (2020). Harnessing big data to support the conservation and rehabilitation of mangrove forests globally. One Earth, 2(5), 429–443.
Zulkifli, L., Syukur, A., & Mahrus, H. (2025). Mangrove ecotourism and the potential for support from local communities. Journal of Coastal Research, 113(SI), 366-371.
Wibowo, A., & Suryadiputra, I. N. N. (2019). Penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan ekowisata mangrove berbasis konservasi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 25(3), 145-153.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Abdul Syukur, Karnan, Lalu Zulkifli, Didik Santoso, X Zardht Alex Hidayat, Arinal Hidayati, Lalu Muh. Sofyan Hadinata, Laela Salsa A, Laela Innaza

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


