Pemanfaatan Tanaman Apotek Hidup Sebagai Bahan Baku Pembuatan Permen Jahe di SMAN 2 Gerung
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i1.14296Diterbitkan:
2026-03-31Unduhan
Abstrak
Apotek hidup di lingkungan sekolah memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi berbasis pemanfaatan sumber daya hayati lokal, namun pemanfaatannya masih cenderung terbatas pada kegiatan penanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan tanaman apotek hidup, khususnya jahe (Zingiber officinale), sebagai bahan baku pembuatan permen herbal jahe di SMAN 2 Gerung serta mendokumentasikan prosesnya sebagai pembelajaran berbasis praktik. Program dilaksanakan pada bulan Desember 2025 melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah dan identifikasi potensi apotek hidup. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui proses pembuatan permen jahe yang mencakup pengolahan sari jahe, pemasakan dengan gula, air, dan perasan lemon hingga terbentuk permen keras. Tahap evaluasi dilakukan menggunakan uji organoleptik yang melibatkan 25 Siswa untuk menilai rasa, aroma, warna, dan tekstur produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa permen jahe yang dihasilkan memiliki rasa manis dengan sensasi hangat khas jahe, aroma jahe yang kuat, warna cokelat keemasan, serta tekstur padat dan tidak lengket. Kegiatan ini memberikan nilai tambah terhadap pemanfaatan apotek hidup sekolah serta mendukung penguatan keterampilan hidup, pemahaman keamanan pangan sederhana, dan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan.
Kata Kunci:
Apotek Hidup Jahe Permen Herbal Pembelajaran Berbasis Praktik SekolahReferensi
Ananda, R. (2022). Formulasi permen jelly jahe merah sebagai produk pangan fungsional. Jurnal Agroindustri dan Bisnis, 10(2), 85–93.
Fauziah, N. (2020). Formulation of herbal hard candy contains red ginger extract. Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar, 8(1), 45–52.
Hidayat, A. (2021). Apotek hidup sebagai sarana edukasi dan pemanfaatan lahan pekarangan. J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 101–108.
Kurniawan, D. (2022). Pelatihan pembuatan permen jelly jahe sebagai produk herbal konsumsi. Jurnal Pengabdian Dharma Laksana, 5(1), 67–74.
Lestari, S. (2022). Tanaman obat keluarga (TOGA) dan pemanfaatannya sebagai penunjang kesehatan masyarakat. BaBakti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 55–62.
Nurhayati, T. (2020). Kandungan bioaktif jahe dan potensinya sebagai bahan pangan fungsional. Jurnal Teknologi Pangan, 11(3), 134–141.
Putri, A. R. (2021). Pemanfaatan jahe sebagai bahan baku produk olahan herbal. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 5(1), 22–29.
Rahman, F. (2021). Permen herbal sebagai alternatif produk pangan berbasis tanaman obat. Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 89–96.
Rahmawati, D. (2022). Edukasi dan pemanfaatan apotek hidup sebagai solusi kesehatan mandiri. Edutechnium: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 40–48.
Sari, M. (2023). Apotek hidup sekolah sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan. Fajar: Media Komunikasi Pendidikan dan Pengabdian, 21(1), 15–23.
Wahyuni, E. (2021). Pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat. JP2M: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(3), 210–218.
Wijaya, R. (2023). Pengembangan produk herbal berbasis apotek hidup sebagai sarana peningkatan keterampilan peserta didik. Jurnal Bina Desa, 5(2), 98–106.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yunita Sri Rizqi, Arkan Maulan, Ninsati Aura Jasanti, Lalu Arip Fathurrahman

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


