Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Palasari Melalui Bongsang Berbasis Bambu
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i1.14317Diterbitkan:
2026-01-28Unduhan
Abstrak
Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan produk hutan non-kayu merupakan strategi penting untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Bambu merupakan sumber daya yang menjanjikan yang dapat diolah menjadi produk kerajinan bernilai tambah, seperti bongsang. Tujuan program pelayanan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Petani Hutan Palasari melalui pelatihan produksi bongsang berbasis bambu. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang menggabungkan bimbingan dan praktik langsung, melibatkan 16 peserta. Efektivitasnya dievaluasi menggunakan kuesioner pra-tes dan pasca-tes dengan skala Likert empat poin yang mencakup pengetahuan, sikap dan motivasi, keterampilan, serta persepsi tentang potensi bambu. Data dianalisis menggunakan analisis persentase deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata meningkat dari 67,7% sebelum kegiatan menjadi 78,1% setelah kegiatan, menunjukkan peningkatan kapasitas peserta secara keseluruhan. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pengetahuan, diikuti oleh keterampilan, sementara sikap dan persepsi semakin diperkuat. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik secara efektif mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha produk hutan non-kayu berbasis bambu.
Kata Kunci:
Kata kunci: pemberdayaan; bambu; kerajinan tangan; pelatihan; keberlanjutan.Referensi
Awang, S. A., Widayanti, W. T., & Himmah, B. 2008. Pengelolaan Hutan Rakyat Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Debut Press.
INBAR. 2018. Bamboo for Sustainable Development. Beijing: International Bamboo and Rattan Organization.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2020. Statistik Hasil Hutan Bukan Kayu Indonesia. Jakarta: KLHK.
Rahman, A., & Suryanto, P. 2021. Pemanfaatan bambu sebagai produk kerajinan berbasis masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Vol. 5 No.2, hal. 123–131.
Riduwan. 2015. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suharjito, D., Khan, A., & Diniyati, D. 2014. Peran kelembagaan lokal dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, Vol. 20 No.2, hal. 85–95.
Suharti, S., Diniyati, D., & Fauziyah, E. 2016. Pengembangan hasil hutan bukan kayu untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, Vol. 13 No. 3, hal. 191–202.
Widjaja, E. A. 2019. The Spectacular Indonesian Bamboos. Jakarta: LIPI Press.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Reni Srimulyaningsih, Sri Wilujeng, Ina Darliana1, Ishak Tan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


