Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Daun Seledri (Apium Graveolens L.) Sebagai Tanaman Obat Keluarga Untuk Pengendalian Hipertensi Di Desa Jelantik
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i1.14516Diterbitkan:
2026-02-04Unduhan
Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian kardiovaskular di Indonesia, termasuk di Desa Jelantik dengan prevalensi kasus yang cukup tinggi. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi kendala dalam pengendalian mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai bahaya hipertensi serta manfaat daun seledri sebagai terapi herbal. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pelatihan kader, dan praktik pemanfaatan TOGA. Peserta berjumlah 50 orang yang didominasi oleh kelompok usia lansia dengan latar belakang pendidikan sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 74% peserta memiliki tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Pengetahuan dasar masyarakat mengenai hipertensi sudah cukup baik (80%), namun pemahaman mengenai kandungan ilmiah seledri (apigenin) awalnya berada pada angka 0%. Pasca kegiatan, terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan dan terbentuknya sikap positif, di mana 100% peserta bersedia menanam seledri sebagai TOGA. Selain itu, kader Puskesmas berhasil ditingkatkan kemampuannya dalam deteksi dini hipertensi. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi berbasis tanaman lokal efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, meskipun perubahan gaya hidup jangka panjang tetap memerlukan pendampingan berkelanjutan.
Kata Kunci:
Hipertensi, Seledri, TOGA, Desa Jelantik, Pemberdayaan Masyarakat.Referensi
Cahyanti, I.A. 2025. Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Seledri (Apium Graveolens) Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi.
Habibah, J. 2025. Pengaruh Pemberian Jus Seledri Untuk Menurunkan Hipertensi Pada Lansia Di Desa Gosari Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik.
Hasanah, N., Ismaya, N.A., Satria, B.M., Aulia, G. & Sitorus, R. 2025. Pengaruh Senyawa Fitokimia Dalam Rebusan Daun Kelor (Moringa Oleifra) Dan Seledri (Apium Graveolens) Terhadap Penurunan Tekanan Darah. Edu Masda Journal, 9(1): 1–10.
Hasanah, S.I., Sya’id, A. & Martiana, I. 2023. Hubungan Kebiasaan Masyarakat Suku Madura Tentang Konsumsi Makanan Tinggi Natrium Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat.
Kemenkes RI. 2019. Hipertensi Si Pembunuh Senyap. Kementrian Kesehatan RI, 1–5.
Mahaling, N.C.S.S. & Kep, M. 2025. Non-Farmakologis. Keperawatan Kardiovaskular: 159.
Mulyati, S., Fatmayanti, H. & Rasyid, R. 2025. Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). LINK, 21(1): 1–6.
Roesardhyati, R. & Pitaloka, D. 2025. Optimalisasi Self-Management Homecare Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Geulayang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2): 68–73.
Ropitasari, C. 2024. Gambaran Upaya Perilaku Pencegahan Kekambuhan Pada Penderita Hipertensi.
Sagala, L.M.B. 2025. Self Care Management Pasien Hipertensi Dalam Pengendalian Tekanan Darah. PT Arr Rad Pratama.
Sulfiana, S., Manda, D., Mustafa, M. & Najamuddin, N. 2024. Analisis Terhadap Pengobatan Tradisional Majappi-Jappi Dalam Praktek Kesehatan Masyarakat Kabupaten Soppeng. Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(1): 845–855.
Yulyuswarni, Y., Mugiati, M. & Isnenia, I. 2023. Penguatan Peran Kader sebagai Agen Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat dan Rintisan Posyandu Prima dalam Mendukung Transformasi Kesehatan Pelayanan Primer di Kampung Untoro Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(6): 1761–1770.
Zayani, N., Yuntarisa, A.P. & Andriani, L. 2025. Monograf Budi Daya dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA): Strategi Mewujudkan Kemandirian Kesehatan dan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal. Penerbit NEM.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ersandhi Resnhaleksmana, Ida Bagus Rai Wiadnya, Thomas Tandi Manu, Aini

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


