Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Akses Terbuka
Peer Reviewed

Sosialisasi Stunting Dan Pencegahan Di Desa Taman Baru Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat

Penulis

I Wayan Merta , Ahmad Raksun , I Wayan Mudiarsa Darmanika

DOI:

10.29303/jpmpi.v9i1.14560

Diterbitkan:

2026-02-10

Unduhan

Abstrak

Abstrak: Stunting adalah  masalah  kurang  gizi  kronis  yang  disebabkan  oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan  kebutuhan  gizi. Stunting dapat  terjadi  mulai  janin  masih  dalam  kandungan  dan  baru nampak  saat  anak  berusia  dua  tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya, serta dapat memengaruhi perkembangan otak dan kesehatan anak secara keseluruhan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat, permasalahan yang ada di desa Taman Baru kecamatan  Sekotong  termasuk desa stunting. Dengan demikian perlu dilakukan sosialisasi, agar masyarakat desa khususnya para ibu muda, ibu hamil ataupun yang memiliki bayi/balita paham akan pentingnya pemenuhan asupan gizi untuk mencegah stunting. Selain asupan gizi, masih ada faktor lain yang menjadi penyebab stunting yaitu terkait dengan sanitasi. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu dengan memberikan penyuluhan dengan menjelaskan stunting dan  pencegahannya, akibat penderita sunting, dan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Kesimpulannya adalah pelaksanaan pengabdian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting, akibat stunting, faktor penyebab dan pencegahan stunting.  Stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup anak, serta memiliki implikasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Penanganan stunting memerlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Dengan upaya pencegahan dan penanganan yang tepat, stunting dapat dicegah dan diatasi, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 

Kata Kunci:

Stunting, akibat stunting, pencegahan stunting, sanitasi.

Referensi

Aryastami, N.K., dan Tarigan, Ingan. 2017. Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, Vol. 45, No. 4, p.233 - 240

Choliq, I., Nasrullah, D. and Mundakir, M., 2020. Pencegahan stunting di Medokan Semampir Surabaya melalui modifikasi makanan pada anak. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1).

Cobham A, Garde M, Crosby L, 2013. Global Stunting Reduction Target: Focus On The Poorest Or Leave Millions Behind.

Human Development Worker. 2018. Buku Saku Kader Pembangunan Manusia (KPM) Memastikan Konvergensi Penaganan Stunting Desa.

Kementerian Desa, Pembangunan daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. 2017. Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Profil Sanitasi Sekolah.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Situasi Balita Pendek. ACM SIGAPL APL Quote Quad, 29(2), 63–76. https://doi.org/10.1145/379277.312726

Oktarina, Zilda, dan Sudiarti, Trini. 2013. Faktor Risiko Stunting Pada Balita (24-59 Bulan) Di Sumatera. Jurnal Gizi dan Pangan, No. 8(3), p.175—180

Rahmadhita, K., 2020. Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), pp.225-229.

Soekirman, Solon JA, Theary C, Wasantwisut E, 2013 .Key strategies to further reduce stunting in Southeast Asia: Lessons from the ASEAN countries workshop.

Cara Mengutip

Merta, I. W., Ahmad Raksun, & I Wayan Mudiarsa Darmanika. (2026). Sosialisasi Stunting Dan Pencegahan Di Desa Taman Baru Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 9(1), 85–88. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v9i1.14560