Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Generasi Muda
DOI:
10.29303/jpmpi.v8i4.14700Diterbitkan:
2026-02-28Unduhan
Abstrak
Perkembangan yang cepat dalam teknologi informasi telah membuat media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak muda. Namun, ketika digunakan secara berlebihan, hal ini sering kali berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental generasi muda, terutama yang berkaitan dengan kecemasan, depresi, dan rasa percaya diri. Dengan metode tinjauan pustaka, hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena ketakutan kehilangan informasi (FoMO), perbandingan antar individu (social comparison), dan penganiayaan di dunia maya (cyberbullying) adalah faktor utama yang menyebabkan penurunan kesehatan mental. Oleh karena itu, meskipun media sosial memberikan koneksi, dibutuhkan pemahaman digital yang baik untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin muncul.
Kata Kunci:
Media Sosial, Kesehatan Mental, Generasi Muda, FoMO, Kesejahteraan Psikologis.Referensi
Nasrullah, R. (2021). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Twenge, J. M. (2020). Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy. Atria Books.
Pratama, B. A., & Sari, D. S. (2023). "Dampak Psikologis FoMO pada Remaja Pengguna Instagram". Jurnal Psikologi Digital, 5(2), 112-125.
World Health Organization (WHO). (2024). Adolescent Mental Health and Digital Media.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Fita Fitria, Patiha Qiansyah Hasibuan, Eikel Banta Wahab Barus, Ainnun Az Zahra, Putri Rahmayani, Naira Mausika, Deya Balqis, As Syifa Scientia Zahra, Gesyana Farahdiba, Harmila Marsa Larisa, Zaskia Balqis, Putri Amanda Zahra, Nur Salsabila, Kia Amelia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


