Sosialisasi Pembuatan Dan Pengaplikasian Pupuk Organik Kotoran Hewan (KOHE) Sapi Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i2.14978Diterbitkan:
2026-05-05Unduhan
Abstrak
Pupuk kandang dari kotoran sapi merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dihasilkan melalui proses penguraian bahan organik berupa limbah ternak, baik dengan cara fermentasi maupun pengomposan. Pupuk ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung produktivitas tanaman secara berkelanjutan. Pemanfaatan pupuk kandang tidak hanya memberikan manfaat bagi tanaman, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah peternakan. Di Desa Lenek Daya, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, penggunaan pupuk kandang dari kotoran sapi menjadi solusi yang sangat relevan karena desa ini memiliki potensi besar di sektor peternakan, di mana sebagian besar masyarakat memelihara sapi sebagai sumber penghasilan tambahan. Metode kegiatan yang digunakan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung pembuatan pupuk organik, dengan melibatkan masyarakat setempat serta UPTPP Lenek sebagai pemateri tambahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat pupuk organik, teknik pengolahan kotoran sapi, serta cara pengaplikasiannya pada lahan pertanian. Selain itu, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah ternak sapi secara lebih optimal, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta mendukung pelestarian lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penerapan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Lenek Daya
Kata Kunci:
Pupuk organik Kotoran sapi Pertanian berkelanjutan Desa Lenek DayaReferensi
Athillah, Z. A., Adetia, M., & Santoso, W. (2024). Deseminasi pembuatan pupuk kotoran hewan organik (KOHENIK) melalui program bina desa PKKM di Desa Kemiri, Kabupaten Pasuruan. Bhakti Nagori: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 137 144. https://doi.org/10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3928
Gunawan, A., Cornelia, A., Nugroho, B. M. B., Hastiawan, I. F., Tolanda, I., Leunupun, M. S., Budisusanto, P. K., Christy, R. T. A., Asri, T. A. M., Johana, W., Adipratama, Y. W. P., & Andika, I. P. (2022). Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Pupuk Organik untuk Mendukung Pengembangan Sektor Pertanian dan Perkebunan Desa Segoroyoso. Jurnal Atma Inovasia, 2(4), 382–386. https://doi.org/10.24002/jai.v2i4.5216
Junaidi, M. R., Rahma, A., Ayu, S., & Marcello, C. (2023). Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 4(1), 300 306. https://doi.org/10.33474/jp2m.v4i1.20014
Mangalisu, A., Kurnia Armayanti, A., Syamsuryadi, B., Hakim Fattah, A., Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sinjai, P., & Sinjai, K. (2022). Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi sebagai Pupuk Organik untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia Utilization of Cow Livestock Waste as Organic Fertilizer to Reduce the Use of Chemical Fertilizers. Media Kontak Tani Ternak, 4(1), 14–20. https://doi.org/10.24198/mktt.v4i1.38106
Nurdin, N., Moonti, A., Taha, S. R., Adam, E., & Rahman, R. (2023). Potensi Pasar Pupuk Organik Masyarakat Perkotaan di Gorontalo: Tinjauan Aspek Pengetahuan dan Perilaku. JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis Dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 8(3), 199–206. https://doi.org/10.37149/jia.v8i3.611
Nurjanah, E., Sumardi, S., & Prasetyo, P. (2020). Pemberian Pupuk Kandang Sebagai Pembenah Tanah Untuk Pertumbuhan Dan Hasil Melon (Cucumis melo L.) DI ULTISOL. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 22(1), 23–30. https://doi.org/10.31186/jipi.22.1.23-30
Purnamasari, I., Suci Ristiyana, Yagus Wijayanto, & Tri Wahyu Saputra. (2022). Pengolahan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Desa Seputih Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(1), 161–168. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i1.1357
Purnomo, P. P. (2021). Optimalisasi Potensi Pemanfaatan Kotoran Ternak Sapi Melalui Rancang Bangun Reaktor Biogas Terintegrasi. Jurnal Pengabdian Pendidikan Dan Teknologi (JP2T), 2(2), 112. https://doi.org/10.17977/um080v2i22021p112-117
Subula, R., Uno, W. D., & Abdul, A. (2022). Kajian Tentang Kualitas Kompos Yang Menggunakan Bioaktivator Em4 (Effective Microorganism) Dan Mol (Mikroorganisme Lokal) Dari Keong Mas. Jambura Edu Biosfer Journal, 4(2), 54–64. https://doi.org/10.34312/jebj.v4i2.7753
Suryanto, T., Sari, V. I., & Masruhan, A. (2022). Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Cair Kotoran Sapi dengan Penambahan Gulma Pakisan (Nephrolepis biserrata). Jurnal Citra Widya Edukasi, 14(3), 267-276.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Wayan Merta, Kusmiyati, M. Yamin, Lalu Gilang Daffa Nugroho, Irfan, Nur Khalisa Pratiwi, Antya Citta Sekar Ganitri, Rizkika Maulida

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


