Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Akses Terbuka
Peer Reviewed

Pendampingan Manajemen Ide Festival di Sungai Larangan, Desa Wisata Hijau Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.

Penulis

Ni Putu Inten Nindya Paramitha , Akhmad Saufi , R. Dimas Bani Adhiman , Ni Nyoman Yunita Aswina Putri , Lani Presia Rabbani

DOI:

10.29303/jpmpi.v9i2.15045

Diterbitkan:

2026-05-22

Unduhan

Abstrak

Desa wisata hijau bilebante merupakan salah desa wisata yang terletak di Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Desa wisata hijau Bilebante memiliki potensi alam dan sumberdaya yang sangat besar. Salah satu daya tarik  atau potensi wisata yang yang dimiliki yaitu sungai larangan. Sungai larangan menjadi warisan budaya yang autentik bagi desa Wisata Hijau bilebante.  Namun potensi tersebut belum dikelola dengan optimal, karena keterbatasan sumber daya dan kapasitas sehingga perlu adanya pendampingan atau pengabdian yang bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat dan penglola untuk melakukan menajamen pengelolaan terutama untuk ide festival yang sesuai agar mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini antara lain tahap penyuluhan atau sosialisasi, diskusi partisipatif, simulasi kegiatan serta pendampingan untuk mengelola festival atau event di Sungai Larangan. Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah masyarakat mampu menyusun kalender event/ festival desa wisata. Masyarakat dan peneglola mampu menyusun kalender festival tahunan yang mempertimbangkan berbagai aspek, seperti musim wisata dan kondisi lingkungan. Serta mampu menyusun dan menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) Peserta dilatih menyusun SOP festival sebagai pedoman operasional kegiatan.

Kata Kunci:

Manajemen, Ide Festival, Sungai Larangan, Desa Wisata Bilebante, Pengabdian Masyarakat

Referensi

Getz, D. (2010). The Nature and Scope of Festival Studies. International Journal of Event Management Research.

Getz, D., & Page, S. J. (2016). Event Studies: Theory, Research and Policy for Planned Events. Routledge.

Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-Based Tourism: A Success?. ICRT Occasional Paper.

Gössling, S. (2002). Global Environmental Consequences of Tourism. Global Environmental Change, 12(4), 283–302.

Nuryanti, W. (1993). Concept, Perspective and Challenges. Paper on Cultural Tourism.

Pine, B. J., & Gilmore, J. H. (1999). The Experience Economy. Harvard Business School Press.

Richards, G. (2007). Cultural Tourism: Global and Local Perspectives. Haworth Press.

Saufi, A., et al. (2023). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Bilebante. JPMPI Unram.

Tosun, C. (2006). Expected Nature of Community Participation in Tourism Development. Tourism Management, 27(3), 493–504.

UNWTO. (2013). Sustainable Tourism for Development Guidebook. World Tourism Organization.

Biografi Penulis

Ni Putu Inten Nindya Paramitha, Universitas Mataram

Asal Penulis : Indonesia

Cara Mengutip

Paramitha, N. P. I. N., Akhmad Saufi, R. Dimas Bani Adhiman, Ni Nyoman Yunita Aswina Putri, & Lani Presia Rabbani. (2026). Pendampingan Manajemen Ide Festival di Sungai Larangan, Desa Wisata Hijau Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 9(2), 606–613. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v9i2.15045