Pendampingan Manajemen Ide Festival di Sungai Larangan, Desa Wisata Hijau Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i2.15045Diterbitkan:
2026-05-22Unduhan
Abstrak
Desa wisata hijau bilebante merupakan salah desa wisata yang terletak di Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Desa wisata hijau Bilebante memiliki potensi alam dan sumberdaya yang sangat besar. Salah satu daya tarik atau potensi wisata yang yang dimiliki yaitu sungai larangan. Sungai larangan menjadi warisan budaya yang autentik bagi desa Wisata Hijau bilebante. Namun potensi tersebut belum dikelola dengan optimal, karena keterbatasan sumber daya dan kapasitas sehingga perlu adanya pendampingan atau pengabdian yang bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat dan penglola untuk melakukan menajamen pengelolaan terutama untuk ide festival yang sesuai agar mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini antara lain tahap penyuluhan atau sosialisasi, diskusi partisipatif, simulasi kegiatan serta pendampingan untuk mengelola festival atau event di Sungai Larangan. Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah masyarakat mampu menyusun kalender event/ festival desa wisata. Masyarakat dan peneglola mampu menyusun kalender festival tahunan yang mempertimbangkan berbagai aspek, seperti musim wisata dan kondisi lingkungan. Serta mampu menyusun dan menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) Peserta dilatih menyusun SOP festival sebagai pedoman operasional kegiatan.
Kata Kunci:
Manajemen, Ide Festival, Sungai Larangan, Desa Wisata Bilebante, Pengabdian MasyarakatReferensi
Getz, D. (2010). The Nature and Scope of Festival Studies. International Journal of Event Management Research.
Getz, D., & Page, S. J. (2016). Event Studies: Theory, Research and Policy for Planned Events. Routledge.
Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-Based Tourism: A Success?. ICRT Occasional Paper.
Gössling, S. (2002). Global Environmental Consequences of Tourism. Global Environmental Change, 12(4), 283–302.
Nuryanti, W. (1993). Concept, Perspective and Challenges. Paper on Cultural Tourism.
Pine, B. J., & Gilmore, J. H. (1999). The Experience Economy. Harvard Business School Press.
Richards, G. (2007). Cultural Tourism: Global and Local Perspectives. Haworth Press.
Saufi, A., et al. (2023). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Bilebante. JPMPI Unram.
Tosun, C. (2006). Expected Nature of Community Participation in Tourism Development. Tourism Management, 27(3), 493–504.
UNWTO. (2013). Sustainable Tourism for Development Guidebook. World Tourism Organization.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ni Putu Inten Nindya Paramitha, Akhmad Saufi, R. Dimas Bani Adhiman, Ni Nyoman Yunita Aswina Putri, Lani Presia Rabbani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


