Penguatan Akses Pembiayaan Formal Petani Tembakau melalui Focus Group Discussion antara Petani, Perbankan, Penyuluh, dan OJK di Kabupaten Jember
Strengthening Tobacco Farmers’ Access to Formal Financing through Focus Group Discussions among Farmers, Banks, Agricultural Extension Officers, and the Financial Services Authority (OJK) in Jember.
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i2.15272Diterbitkan:
2026-06-12Unduhan
Abstrak
Pembiayaan pertanian memainkan peran penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan, khususnya pada usahatani tembakau yang memiliki karakteristik padat modal. Meskipun akses terhadap layanan keuangan formal relatif tersedia, pemanfaatannya di kalangan petani masih terbatas akibat berbagai hambatan teknis, sosial, dan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala utama dalam akses pembiayaan pertanian, mengeksplorasi perspektif berbagai pemangku kepentingan, serta merumuskan solusi pembiayaan adaptif yang sesuai dengan karakteristik usahatani tembakau. Pendekatan partisipatif digunakan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan petani tembakau, lembaga keuangan, penyuluh pertanian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini dilaksanakan di Jember, salah satu daerah penghasil tembakau utama di Jawa Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa hambatan akses pembiayaan tidak hanya bersifat struktural, seperti persyaratan administrasi dan keterbatasan agunan, tetapi juga dipengaruhi faktor psikologis, termasuk ketakutan terhadap gagal bayar dan stigma sosial terkait pinjaman formal. Selain itu, pembiayaan sering kali digunakan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga dibandingkan kegiatan produktif, sehingga mengurangi efektivitasnya dalam mendukung kinerja usahatani. Dari sisi penyedia pembiayaan, lembaga keuangan menghadapi risiko tinggi akibat ketidakpastian produksi dan fluktuasi harga, sementara regulator menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan petani. FGD mampu memfasilitasi integrasi perspektif antar pemangku kepentingan sehingga tercipta pemahaman bersama dan solusi yang kontekstual. Kajian ini menegaskan bahwa peningkatan inklusi keuangan di sektor pertanian memerlukan pendekatan kolaboratif, penguatan literasi keuangan, serta pengembangan skema pembiayaan yang fleksibel dan sesuai dengan pola musiman usahatani.
Kata Kunci:
Agricultural Finance Tobacco Farmers Financial Inclusion Focus Group Discussion Participatory Approach Agricultural ExtensionReferensi
Afila, N., Muksin, M., & Suryadi, U. (2020). Analysis of the economic dimension sustainability of the Na-Oogst tobacco business in Jember. Journal of Agri Socio Economics and Business, 2(1), 23–30. https://doi.org/10.31186/jaseb.2.1.23-30
Appau, A., Drope, J., Witoelar, F., Chavez, J. J., Lencucha, R., Li, Q., & Labonte, R. (2019). Why do farmers grow tobacco? A qualitative exploration of farmers’ perspectives in Indonesia and the Philippines. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(13). https://doi.org/10.3390/ijerph16132330
Boucher, C., Jasinski, A., & Tokpavi, S. (2023). Conditional mean reversion of financial ratios and the predictability of returns. Journal of International Money and Finance, 137, 102907. https://doi.org/10.1016/j.jimonfin.2023.102907
Demirgüç-Kunt, A., Klapper, L., Singer, D., Ansar, S., & Hess, J. (2022). The Global Findex Database 2021: Financial inclusion, digital payments, and resilience in the age of COVID-19. World Bank.
Hardiansyah, M. K., Hamid, H., & Alwany, T. (2025). The effect of production costs on the income of tobacco farmers in East Lombok Regency, Indonesia. [Nama jurnal], 6(2), 90–101.
Hiranya, J., & Joshi, H. G. (2025). Bridging the psychological and policy gaps: Enhancing farmer access to agricultural credit in India. Acta Psychologica, 255, 104890. https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2025.104890
Karyani, T., et al. (2024). Factors affecting coffee farmers’ access to financial institutions: The case of Bandung Regency, Indonesia.
Khan, F. U., et al. (2024). Constraints to agricultural finance in underdeveloped and developing countries: A systematic literature review. International Journal of Agricultural Sustainability, 22(1). https://doi.org/10.1080/14735903.2024.2329388
Landsman, W. R., Peña-Romera, F. D., & Zhao, J. (2024). The value of lending to bellwether firms by institutional investors. Journal of Accounting and Economics. https://doi.org/10.1016/j.jacceco.2024.101735
Moahid, M., & Maharjan, K. L. (2020). Factors affecting farmers’ access to formal and informal credit: Evidence from rural Afghanistan. Sustainability, 12(3), 1268. https://doi.org/10.3390/su12031268
Promphakping, B., Chamaratana, T., & Somaboot, P. (2021). Why does tobacco agriculture persist in Thailand? [Nama jurnal], 5, 543–558.
Sahadewo, G. A., et al. (2020). The economics of tobacco farming in Indonesia: Results from two waves of a farm-level survey. University of Illinois.
Sahadewo, G. A., et al. (2021). Tobacco or not tobacco: Predicting farming households’ income in Indonesia. Tobacco Control, 30(3), 320–327. https://doi.org/10.1136/tobaccocontrol-2019-055274
Sahadewo, G. A., et al. (2024). Assessing the level of poverty and utilization of government social programs among tobacco farmers in Indonesia. Nicotine & Tobacco Research, 26(9), 1132–1140. https://doi.org/10.1093/ntr/ntae050
Zhang, R., & Chen, R. (2023). The regulatory effect of cooperation degree in increasing tobacco farmers’ income by mitigating production risk shocks. Annals of Public and Cooperative Economics, 94(4), 1323–1344. https://doi.org/10.1111/apce.12410
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 julita hasanah, Anik Suwandari, Mohammad Rondhi, Joni Murti Mulyo Aji, Rokhani Rokhani, Cindera Rosa Damascena, Rizky Yanuarti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


