Edukasi Pemanfaatan Jus Buah dan Herbal sebagai Alternatif Pengobatan Berbagai Penyakit di Desa Kualu Nenas
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i2.15295Diterbitkan:
2026-05-20Unduhan
Abstrak
Perubahan gaya hidup masyarakat modern yang cenderung kurang sehat berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Pemanfaatan bahan alam berupa buah dan tanaman herbal sebagai sumber antioksidan dan terapi pendukung menjadi salah satu alternatif promotif dan preventif yang potensial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Kualu Nenas mengenai pemanfaatan jus buah dan herbal sebagai alternatif pendukung pengobatan, khususnya dalam menjaga kadar gula darah dan tekanan darah. Metode kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pengisian kuesioner, penyampaian materi melalui metode ceramah, dan demonstrasi pembuatan jus buah dan herbal. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang masyarakat Desa Kualu Nenas. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat telah memiliki pengetahuan dan praktik yang baik terkait penggunaan tanaman obat dan ramuan herbal, baik untuk menjaga kesehatan maupun menangani penyakit ringan dan degeneratif. Namun, masih ditemukan kecenderungan penggunaan herbal berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa mempertimbangkan aspek keamanan dan rasionalitas. Melalui kegiatan ceramah dan demonstrasi, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai khasiat tanaman obat, cara pengolahan yang higienis, dosis yang tepat, serta batasan penggunaan herbal. Kegiatan ini mendapat respons dan antusiasme yang baik dari peserta, serta diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan jus buah dan herbal secara aman, rasional, dan berbasis pengetahuan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.
Kata Kunci:
antioksidan jus buah tanaman herbal edukasi kesehatan masyarakatReferensi
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia (Edisi II). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
World Health Organization. (2013). WHO traditional medicine strategy 2014–2023. Geneva: WHO Press.
World Health Organization. (2019). WHO global report on traditional and complementary medicine. Geneva: WHO.
Harborne, J. B. (1998). Phytochemical methods: A guide to modern techniques of plant analysis. London: Chapman and Hall.
Sarker, S. D., Latif, Z., & Gray, A. I. (2006). Natural products isolation. Totowa, NJ: Humana Press.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Pedoman saintifikasi jamu dalam pelayanan kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Nugroho, A. E. (2017). Pemanfaatan tanaman obat sebagai bahan baku obat tradisional. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 7(2), 95–102.
Sari, L. O. R. K. (2015). Pemanfaatan obat tradisional dengan pertimbangan manfaat dan keamanannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, 12(1), 1–7.
Middleton, E., Kandaswami, C., & Theoharides, T. C. (2000). The effects of plant flavonoids on mammalian cells. Pharmacological Reviews, 52(4), 673–751.
Prior, R. L., Wu, X., & Schaich, K. (2005). Standardized methods for the determination of antioxidant capacity. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 53(10), 4290–4302.
Liu, R. H. (2013). Health-promoting components of fruits and vegetables in the diet. Advances in Nutrition, 4(3), 384S–392S.
Pan, S. Y., et al. (2014). New perspectives on complementary and alternative medicine. Chinese Journal of Integrative Medicine, 20(6), 407–415.
Barnes, J., Anderson, L. A., & Phillipson, J. D. (2007). Herbal medicines (3rd ed.). London: Pharmaceutical Press.
Tjay, T. H., & Rahardja, K. (2015). Obat-obat penting: Khasiat, penggunaan, dan efek sampingnya (Edisi VII). Jakarta: Elex Media Komputindo.
Widyaningsih, T. D. (2011). Potensi pangan fungsional berbasis buah dan sayuran. Jurnal Pangan, 20(3), 217–225.
Pratiwi, R., & Susanti, H. (2019). Edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) pada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 2(1), 45–52.
Widyawati, T., & Purnomo, Y. (2018). Peran antioksidan alami dalam pencegahan penyakit degeneratif. Jurnal Farmasi Indonesia, 9(2), 89–97.
Astuti, S. (2008). Isoflavon kedelai dan potensinya sebagai antioksidan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 19(2), 75–82.
Kris-Etherton, P. M., et al. (2004). Bioactive compounds in foods: Their role in the prevention of cardiovascular disease. The American Journal of Medicine, 113(9), 71–88.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Husnunnisa, Muhammad Arif, Izza Aulia Rizqika Nasution, Najmi Hilaliyati, Lusi Indriani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


