Edukasi Penerapan Sains Dalam Kehidupan Sehari-Hari Bagi Siswa SMPN 17 Mataram
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i2.15494Diterbitkan:
2026-06-02Unduhan
Abstrak
Rendahnya kemampuan siswa SMPN 17 Mataram dalam mengaitkan konsep sains dengan kehidupan sehari-hari, akibat pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan dan kurang kontekstual, menjadi latar belakang utama kegiatan pengabdian ini. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, literasi sains, serta motivasi belajar siswa melalui edukasi penerapan sains dalam konteks nyata. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap: analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara, penyusunan program edukasi berbasis pendekatan kontekstual, pelaksanaan kegiatan berupa demonstrasi, eksperimen sederhana (seperti pembuatan es krim), serta diskusi interaktif, dan diakhiri dengan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang ditandai dengan kemampuan mereka menjelaskan kembali konsep IPA menggunakan contoh sehari-hari, serta munculnya sikap positif dan antusiasme tinggi, terutama dalam topik kesehatan, penghematan energi, dan pengelolaan lingkungan. Pembahasan menegaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik dan kontekstual mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kesadaran ilmiah siswa. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik sains di sekolah. Implikasi dari PkM ini adalah perlunya pengembangan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas dan metode yang lebih variatif sebagai strategi penguatan literasi sains di tingkat sekolah menengah pertama.
Kata Kunci:
..Referensi
Amelia, F. R., Sihombing, I. I., Siregar, S. U., Rajagukguk, M. A., Telaumbanua, A. N., & Simanjuntak, Y. B. R. (2025). Pengenalan Literasi Sains Kepada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Yang Kontekstual Dalam Kehidupan Sehari-Hari. Journal Educational Research and Development| E-ISSN: 3063-9158, 1(4), 434-438.
Arisma, N., Septiani, R., Husna, A. R., Rifa'i, A., & Erika, F. (2024). Literature review penerapan pembelajaran sains berbasis lingkungan untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa. INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA, 13(1), 53-63.
Bachtiar, R., Al Bahij, A., Nadiroh, N., & Sihadi, S. (2020). Pengaruh Kesadaran Hemat Energi Terhadap Perilaku Hemat Energi. Jurnal PGSD, 6(1), 1-6.
Bybee, R. W. (2013). The case for STEM education: Challenges and opportunities. NSTA Press.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Dewey, J. (1938). Experience and education. Macmillan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemendikbud RI.
Kurniawan, S. (2025). Pembelajaran Sains di Luar Kelas: Membangun Minat dan Pengetahuan Sains dalam Kehidupan Sehari-hari:(Studi Kasus di SMPN 1 Tanggulangin). SEARCH: Science Education Research Journal, 3(2), 82-92.
Marlina, M., Daffa, I. S., Nina, N., Haris, H., & Salmawati, S. (2024). Integrasi Pendidikan Lingkungan dalam Pembelajaran Sains untuk Mengembangkan Kesadaran Ekologis pada Siswa Sekolah Dasar. Journal Sultra Elementary School, 5(1), 786-801.
Mellyzar, M., Zahara, S. R., & Alvina, S. (2022). Literasi sains dalam pembelajaran sains siswa SMP. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 5(2), 119-124.
Nainggolan, A. M., & Daeli, A. (2021). Analisis teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan implikasinya bagi pembelajaran. Journal of Psychology" Humanlight", 2(1), 31-47.
Nurmalasari, N., Radiah, R., Rahmawati, R., & Darmaniar, D. (2024). Penerapan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Demonstrasi dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA dan Kemampuan Literasi Sains Siswa. Cokroaminoto Journal of Primary Education, 7(2), 495-505.
OECD. (2023). PISA 2022 assessment and analytical framework. OECD Publishing.
Pertiwi, U. D., Atanti, R. D., & Ismawati, R. (2018). Pentingnya literasi sains pada pembelajaran IPA SMP abad 21. Indonesian Journal of Natural Science Education (IJNSE), 1(1), 24-29.
Pratiwi, S. N., Cari, C., & Aminah, N. S. (2019). Pembelajaran IPA abad 21 dengan literasi sains siswa. Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika, 9(1), 34-42.
Purnawati, A., & Yakin, N. (2025). Implementasi Kemampuan Literasi Sains dalam Pembelajaran IPA Terintegrasi di Sekolah Dasar. Action Research Journal, 2(2), 107-120.
Qur'ani, F. N., Susanti, E., Lailiyah, M., & Fendiyanto, F. (2024). Level Van Hiele pada perkembangan kognitif operasional konkret dan formal. Suska Journal of Mathematics Education, 10(2), 147-156.
Santiawati, S., Yasir, M., Hidayati, Y., & Hadi, W. P. (2022). Analisis keterampilan proses sains siswa smp negeri 2 burneh. Natural Science Education Research, 4(3), 222-230.
Setiyorini, N. D. (2018). Pembelajaran kontekstual ipa melalui outdoor learning di sd alam ar-ridho semarang. Al-Mudarris: Journal Of Education, 1(1), 30-38.
UNEP. (2021). Environmental education and sustainability. UNEP Publications.
UNESCO. (2017). Education for sustainable development goals: Learning objectives. UNESCO Publishing.
World Health Organization. (2020). Guidelines on hand hygiene and health education. WHO Publications.
Yuliati, Y. (2017). Literasi sains dalam pembelajaran IPA. Jurnal cakrawala pendas, 3(2), 266426.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Anindita SHM Kusuma, Rubiyatna Sakaroni, Ermia Hidayanti, Muhammad Yustiqvar, Yelly Fitri, Mezaluna M Shafa, Anggun SN Parhana, Aura PA Marchila, Nur Islamiyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


