A World Pharmacists Day 2025: Strengthening the Role of Pharmacists in the Community Through DAGUSIBU Awareness and Education
Strengthening the Role of Pharmacists in the Community Through DAGUSIBU Education
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i2.15584Diterbitkan:
2026-06-11Unduhan
Abstrak
World Pharmacist Day merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peran apoteker dalam sistem pelayanan kesehatan. Namun, pemahaman masyarakat mengenai fungsi apoteker masih terbatas dan cenderung hanya berfokus pada penyediaan obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran apoteker di tengah masyarakat melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi dalam rangka peringatan World Pharmacist Day. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi edukasi, diskusi interaktif, dan pemberian informasi terkait penggunaan obat yang rasional serta peran apoteker sebagai tenaga kesehatan. Kegiatan ini melibatkan masyarakat umum sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap peran apoteker sebagai pemberi informasi obat, konselor kesehatan, dan mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap apoteker sebagai sumber informasi kesehatan yang kompeten. Dengan demikian, peringatan World Pharmacist Day dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai media edukasi dan penguatan peran apoteker di tengah masyarakat.
Kata Kunci:
World Pharmacist DayReferensi
International Pharmaceutical Federation (FIP). (2020). Pharmacists in the fight against COVID-19. The Hague: FIP.
International Pharmaceutical Federation (FIP). (2021). World Pharmacists Day: Pharmacy always trusted for your health. The Hague: FIP.
International Pharmaceutical Federation (FIP). (2023). Pharmacy education and workforce development: Global trends. The Hague: FIP.
International Pharmaceutical Federation (FIP). (2025). World Pharmacists Day 2025: Pharmacists strengthening community health. The Hague: FIP
Ikatan Apoteker Indonesia. (2020). Pedoman DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Jakarta: Pengurus Pusat IAI
Ikatan Apoteker Indonesia. (2022). Peran apoteker dalam edukasi DAGUSIBU kepada masyarakat. Jakarta: IAI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelayanan kefarmasian di apotek. Jakarta: Kemenkes RI.
Lee, H., & Kim, S. (2022). Impact of pharmacist-led health campaigns on public awareness and rational drug use. Research in Social and Administrative Pharmacy, 18(5), 2785–2791. https://doi.org/10.1016/j.sapharm.2021.06.012
Rahmawati, L., Hidayat, R., & Nuraini, S. (2024). Peran apoteker dalam promosi kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian. Jurnal Pengabdian Kefarmasian, 6(1), 15–22.
Smith, J., Brown, L., & Williams, R. (2022). Public perception of pharmacists’ roles in community health services. Journal of Pharmaceutical Policy and Practice, 15(34), 1–9. https://doi.org/10.1186/s40545-022-00345-x
Suryani, N., Putri, D. R., & Pratama, A. (2023). Edukasi penggunaan obat rasional oleh apoteker terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Jurnal Farmasi Komunitas, 10(2), 85–92.
World Health Organization. (2021). The role of the pharmacist in the health care system. Geneva: WHO.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sari Rahmadhani, Khazanah Nurain Nurdin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


