Pemberdayaan Masyarakat dalam Rehabilitasi Ekosistem Terumbu Karang melalui Metode Transplantasi di Kawasan Pesisir Pantai Sire, Kabupaten Lombok Utara
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i2.15772Diterbitkan:
2026-06-25Unduhan
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Sosialisasi dan Pelatihan Transplantasi Karang” telah dilaksanakan pada Jumat, 5 September 2025, di pesisir Pantai Sire, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat pesisir dalam menjaga ekosistem terumbu karang melalui penerapan teknologi transplantasi karang yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui dua sesi utama, yaitu penyampaian materi melalui ceramah dan diskusi interaktif mengenai ekologi terumbu karang dan teknik rehabilitasi habitat, serta demonstrasi dan praktik langsung transplantasi karang menggunakan rak besi sebagai media tanam yang melibatkan seluruh peserta secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dan antusiasme tinggi dari peserta, yang tercermin dari keterlibatan aktif dalam diskusi serta munculnya ide-ide baru dalam pengelolaan kawasan pesisir ke depan. Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan ini juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata bahari. Rencana tindak lanjut meliputi monitoring pertumbuhan karang hasil transplantasi, pelatihan lanjutan, pembentukan kelompok masyarakat peduli lingkungan, dan penerapan inovasi berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mendorong partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan lokal untuk bersama-sama mendukung upaya konservasi dan rehabilitasi ekosistem terumbu karang di kawasan pesisir Lombok Utara.
Kata Kunci:
terumbu karang transplantasi karang rehabilitasi ekosistem partisipasi masyarakat pantai sireReferensi
Browden-Kerbay, A. 1997. Coral Transplantation in Sheltered Habitats Using Unattached Fragment and Culture Colonies. Proc. 8th. International Coral Reef Syimposium.
Burke L., E. Selig, and M. Spalding. 2004. Terumbu Karang Yang Terancam di Asia Tenggara. Ringkasan untuk Indonesia. Kerjasama WRI, UNEP, WCMC, ICLARM dan ICRAN.
Clark, S, and A.J. Edwards. 1995. Coral Transplantations as an Aid to Reef Rehabilitation; Evaluation of a Case Study in The Maldave Islands. Jurnal of Coral Reef, 14.
Damayanti, N.P.A., H. Ahydi, D.A. Chandri. 2011. Growth Rate of Acropora formosa and Montipora digitata Transplanted on Biorock in Gili Trawangan. Journal of Indonesia Coral Reefs 1(2) (2011) 114-119
Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara. (2023). Profil Pariwisata Kabupaten Lombok Utara. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara.
Edwards, A.J. (ed.) 2010. Reef Rehabilitation Manual. Coral Reef Targeted Research & Capacity Building for Management Program: St Lucia, Australia. ii + 166 pp.
Ferrario, F., Beck, M. W., Storlazzi, C. D., Micheli, F., Shepard, C. C., & Airoldi, L. (2014). The effectiveness of coral reefs for coastal hazard risk reduction and adaptation. Nature Communications, 5, 3794.
Hughes, T. P., et al. (2017). Global warming and recurrent mass bleaching of corals. Nature, 543, 373–377.
KKP. 2016. Rencana Srategis. Jakarta (ID).
Lirman, D., & Schopmeyer, S. (2016). Ecological solutions to reef degradation: Optimizing coral reef restoration in the Caribbean and Western Atlantic. PeerJ, 4, e2597.
Moberg, F., & Folke, C. (1999). Ecological goods and services of coral reef ecosystems. Ecological Economics, 29(2), 215–233.
Suana, I.W., and H. Ahyadi. 2012. Mapping of ecosystem management problems in Gili Meno, Gili Air and Gili Trawangan (Gili Matra) through Participative approach. Journal of Coastal Development Vol. 16, No 1,October 2012 : 94 – 101.
Suana,I.W., dan H. Ahyadi. 2013. Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut Kawasan Gili Trawangan, Meno dan Air untuk Menunjang Pengembangan Ekowisata yang Berkelanjutan. Laporan Penelitian Program MP3EI. Mataram.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dining Aidil Candri, Hilman Ahyadi, Mursal Ghazali, Eka Sunarwidi Prasedya, Tri Wahyu Setyaningrum

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


