Sosialisasi Peran Mangrove Sebagai Pelindung Pesisir dan Penanaman Mangrove di Pantai Lembar Selatan Lombok
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i2.15808Diterbitkan:
2026-06-30Unduhan
Abstrak
Ekosistem mangrove tumbuh di perbatasan darat dan laut, dengan luasan ekosistem tersebut di Indonesia mencapai 28.614 km2, dan merupakan tutupan terluas kedua di dunia. Ekosistem mangrove memiliki peran ekologis vital diantaranya karena mampu mencegah pemanasan global serta habitat bagi berbagai flora fauna. Salah satu kawasan ekosistem mangrove di Lombok adalah kawasan mangrove Sekotong, termasuk yang berada di kawasan Lembar Selatan. Kerusakan mangrove secara masif terjadi, termasuk mangrove di Lembar Selatan, dengan kondisi sehat hanya bersisa 21%. Kegiatan pengabdian dilakukan dilakukan dalam empat tahapan, yaitu observasi, perencanaan, sosialisasi dan penanaman. Hasil observasi awal diperoleh bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat vital mangrove secara ekologi maupun ekonomi. Tahapan sosialisasi dilakukan dengan paparan materi kondisi mangrove di daerah Lembar Selatan, manfaat mangrove secara ekologis dan ekonomis, serta sesi diskusi. Tahapan penanaman diikuti oleh masyarakat dan dosen Universitas Mataram. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti banyak pertanyaan dalam sesi diskusi serta antusiasme masyarakat dalam penanaman mangrove. Seluruh kegiatan pengabdian berlangsung secara. Kegiatan pengabdian diharapkan mampu memperbaiki Tingkat kerusakan mangrove di kawasan Lembaar Selatan.
Kata Kunci:
Mangrove Peran Ekologi dan Ekonomi Lembar SelatanReferensi
Al Idrus, A., Ilhamdi, M. L., Hadiprayitno, G., & Mertha, G. (2018). Sosialisasi peran dan fungsi mangrove pada masyarakat di kawasan Gili Sulat Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 1(1).
Al Idrus, A., Mertha, I. G., Setiawan, H., & Husain, P. (2025). Pelatihan Pemanfaatan Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak Dalam Monitoring Tutupan Mangrove Di Desa Tanjung Luar Lombok. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 8(4), 1490–1496.
Arkham, M. N., Riadi, S., Wahyudin, Y., & Krisnafi, Y. (2024). Economic value of mangrove ecosystem services in the coastal area of Bintan Island, Indonesia. Wetlands Ecology and Management, 32(5), 727–740. https://doi.org/10.1007/s11273-023-09955-y
Astika, L., Japa, L., & Santoso, D. (2025). Healthy Status of Natural Mangrove Forest in The Essential Ecosystem Zone Bagek Kembar Sekotong West Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 25(2), 1821–1830. https://doi.org/10.29303/jbt.v25i2.9052
Audah, K. A., Ettin, J., Darmadi, J., Azizah, N. N., Anisa, A. S., Hermawan, T. D. F., Tjampakasari, C. R., Heryanto, R., Ismail, I. S., & Batubara, I. (2022). Indonesian Mangrove Sonneratia caseolaris Leaves Ethanol Extract Is a Potential Super Antioxidant and Anti Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus Drug. Molecules, 27(23), 8369. https://doi.org/10.3390/molecules27238369
Barman, D., Srivastava, S. K., Kar, G., Banerjee, S., Banik, D., Basak, B., Arfin-Khan, M. A. S., Mukul, S. A., Arief, M. C. W., & Hindersah, R. (2026). Remote Sensing-Based Assessment of Mangrove Ecosystem with Special Reference to the Sundarbans of India. In S. K. Srivastava, P. K. Srivastava, T. K. Biswas, M. D. Behera, & S. A. Mukul (Eds.), Earth Observation for Monitoring Mangrove Ecosystems (pp. 79–100). Springer Nature Switzerland. https://doi.org/10.1007/978-3-032-16668-5_5
Brander, L. M., Wagtendonk, A. J., Hussain, S. S., Alistair, M., Verburg, P. H., de Groot, R. S., & van der Ploeg, S. (2012). Ecosystem service values for mangroves in Southeast Asia: A meta-analysis and value transfer application. Ecosystem Services, 1(1), 62–69. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ecoser.2012.06.003
Dabalà, A., Dahdouh-Guebas, F., Dunn, D. C., Everett, J. D., Lovelock, C. E., Hanson, J. O., Buenafe, K. C. V., Neubert, S., & Richardson, A. J. (2023). Priority areas to protect mangroves and maximise ecosystem services. Nature Communications, 14(1), 5863. https://doi.org/10.1038/s41467-023-41333-3
Haryanto, R., Suwondo, S., Juandi, J., & Siregar, S. H. (2023). Dampak Degradasi Mangrove Terhadap Hasil Perikanan Masyarakat. Prosiding Seminar Nasional SATI, 1(1), 187–195.
Liu, X., Liao, J., Shen, G., Zhang, L., & Chen, B. (2024). Extraction of 10 m Resolution Global Mangrove in 2022. Remote Sensing, 16(15), 2723. https://doi.org/10.3390/rs16152723
Qomariah, S., Hatta, G. M., & Fithria, A. (2021). Rekomendasi Penetapan Kawasan Ekosistem Esensial Di Desa Panjaratan. Jurnal Hutan Tropis, 9(2), 282–290.
Sari, P. D., Idris, M. H., & Aji, I. M. L. (2022). Tingkat Kerusakan Kawasan Mangrove di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Journal of Forest Science Avicennia, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.22219/avicennia.v5i1.19552
Sievers, M., Brown, C. J., McGowan, J., Turschwell, M. P., Buelow, C. A., Holgate, B., Pearson, R. M., Adame, M. F., Andradi-Brown, D. A., & Arnell, A. (2023). Co-occurrence of biodiversity, carbon storage, coastal protection, and fish and invertebrate production to inform global mangrove conservation planning. Science of The Total Environment, 904, 166357.
Su, J., Friess, D. A., & Gasparatos, A. (2021). A meta-analysis of the ecological and economic outcomes of mangrove restoration. Nature Communications, 12(1), 5050. https://doi.org/10.1038/s41467-021-25349-1
Sukuryadi, Johari, H. I., Ibrahim, Adiansyah, J. S., & Nurhayati. (2025). Assessing mangrove forest changes using vegetation index algorithm in southern west Lombok. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1441(1), 012002. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1441/1/012002
Wulandari, C., Alifiany, A. C., & Kamalia, I. (2025). Kajian Peranan Mangrove untuk Mendukung Keberlanjutan Ekosistem Pesisir Dukuh Tambak Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, Dan Teknologi Tepat Guna, 3(2), 423–435. https://doi.org/10.22146/parikesit.v3i2.25993
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Heru Setiawan, Eni Suyantri, Marosa Robi’atul Adawiyah, Wirdullutfi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


