Pelatihan Penggunaan KIT Peraga Bandul Matematis Berbasis Sensor Sebagai Sumber Belajar Inovatif Berbasis STEM untuk Guru MGMP Kabupaten Lombok Timur
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i2.15929Diterbitkan:
2026-06-25Unduhan
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan sumber belajar inovatif berbasis teknologi di kalangan guru fisika anggota MGMP Kabupaten Lombok Timur, khususnya dalam pembelajaran materi bandul matematis yang selama ini cenderung menggunakan alat peraga konvensional dengan tingkat akurasi pengukuran yang rendah serta belum terintegrasinya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) secara utuh dalam proses pembelajaran. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan penggunaan KIT peraga bandul matematis berbasis sensor sebagai sumber belajar inovatif yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman konsep fisika sekaligus melatih keterampilan saintifik dan rekayasa peserta didik secara terpadu. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan dalam bentuk workshop, serta pendampingan, yang melibatkan para guru fisika anggota MGMP Kabupaten Lombok Timur sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman guru terhadap konsep bandul matematis dan pemanfaatan teknologi sensor setelah mengikuti pelatihan, sebagaimana terlihat dari kemampuan guru dalam mengoperasikan KIT peraga, menganalisis data hasil pengukuran, serta merancang ulang kegiatan praktikum berbasis STEM secara lebih mandiri dan kreatif. Respons para peserta terhadap pelatihan juga sangat positif karena mereka memperoleh pengalaman langsung dalam mengintegrasikan teknologi sensor ke dalam pembelajaran fisika yang selama ini dianggap abstrak oleh sebagian besar siswa. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa pelatihan penggunaan KIT peraga bandul matematis berbasis sensor efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru MGMP Fisika Kabupaten Lombok Timur, serta berpotensi menjadi sumber belajar inovatif berorientasi STEM yang dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut di masing-masing sekolah melalui program tindak lanjut dan pendampingan berkelanjutan.
Kata Kunci:
KIT Peraga Bandul, Sensor, Sumber Belajar, STEM, Guru MGMP Fisika.Referensi
Allison, E. H., Perry, A. L., Badjeck, M.-C., et al. (2009). Vulnerability of national economies to the impacts of climate change on fisheries. Fish and Fisheries, 10(2), 173–196. https://doi.org/10.1111/j.1467-2979.2008.00310.x
Alongi, D. M. (2012). Carbon sequestration in mangrove forests. Carbon Management, 3(3), 313–322. https://doi.org/10.4155/cmt.12.20
Berkes, F. (2009). Evolution of co-management: Role of knowledge generation, bridging organizations and social learning. Journal of Environmental Management, 90(5), 1692–1702. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2008.12.001
Donato, D. C., Kauffman, J. B., Murdiyarso, D., et al. (2011). Mangroves among the most carbon-rich forests in the tropics. Nature Geoscience, 4, 293–297. https://doi.org/10.1038/ngeo1123
Environmental Protection Agency (EPA). (2023). Overview of Greenhouse Gases. https://www.epa.gov/ghgemissions/overview-greenhouse-gases
Farista, B., & Virgota, A. (2021). Serapan Karbon Hutan Mangrove di Bagek Kembar Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 9(1), 170-178.
Hadiprayitno, G., Suana, I. W., Santoso, D., Japa, L., Suyantri, E., Wirajagat, G. C., ... & Kawirian, R. R. (2024). Vegetation condition and tourism suitability of natural mangrove in Bagek Kembar, Lombok, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 25(10).
Hidayat, X. Z. A., Santoso, D., & Syukur, A. (2024). Community Structure and Carbon Content of Mangrove Forest In The Bagek Kembar, Sekotong West Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 24(1), 880-893.
Hsiung, A. R., Ong, O. X., Teo, X. S., Friess, D. A., Todd, P. A., Swearer, S. E., & Morris, R. L. (2024). Determinants of mangrove seedling survival incorporated within hybrid living shorelines. Ecological Engineering, 202, 107235.
Honey, M. (2008). Ecotourism and sustainable development: Who owns paradise? (2nd ed.). Island Press.
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). (2021). Climate Change 2021: The Physical Science Basis. Contribution of Working Group I to the Sixth Assessment Report of the IPCC. https://www.ipcc.ch/report/ar6/wg1
Kauffman, J. B., & Donato, D. C. (2012). Protocols for the measurement, monitoring and reporting of structure, biomass and carbon stocks in mangrove forests. CIFOR.
Lewis, R. R. (2005). Ecological engineering for successful management and restoration of mangrove forests. Ecological Engineering, 24(4), 403–418. https://doi.org/10.1016/j.ecoleng.2004.10.003
Machite, A., & Adams, J. B. (2025). Carbon stocks in vegetated and disturbed mangrove stands. Regional Studies in Marine Science, 104359.
Martha, E. T., Candri, D. A., Ahyadi, H., Ghazali, M., & Munawaroh, A. N. (2025). Mangrove Species Composition in The Mangrove Forest of Cendi Manik Village, Sekotong, West Lombok Regency. Jurnal Biologi Tropis, 25(2), 2321-2329.
Mbow, C., Rosenzweig, C., et al. (2019). Food Security. In: Climate Change and Land: an IPCC special report on climate change, desertification, land degradation, sustainable land management, food security, and greenhouse gas fluxes in terrestrial ecosystems. https://www.ipcc.ch/srccl
Pahrurrozi, P., Hadiprayitno, G., & Suyantri, E. (2025). Estimation of Carbon Stock in Mangrove Seedlings and Sediment in EEA Bagek Kembar, West Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 25(3), 4570-4577
Pretty, J. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263. https://doi.org/10.1016/0305-750X(95)00046-L
Yasin, A. (2025). Analisis Spatiotemporal Penyerapan Karbon Biru pada Aspek Kerapatan Hutan Mangrove di Teluk Kendari (2001-2023) dan (2025) Menggunakan Platform Google Earth Engine. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 5695-5704.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Satutik Rahayu, Sutrio, Kasnawi Al Hadi, Syahrial A, Roviq Wijaya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


