Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Belut Minapadi di Desa Rempoah, Kabupaten Banyumas
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i3.16205Diterbitkan:
2026-09-02Unduhan
Abstrak
Sistem minapadi belut merupakan bentuk budidaya terpadu yang mengombinasikan tanaman padi dengan belut sawah (Monopterus albus) dalam satu kawasan produksi. Sistem ini berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan penggunaan unsur hara, serta menghasilkan dua komoditas bernilai ekonomi berupa padi dan belut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani di Desa Rempoah, Kabupaten Banyumas, mengenai prinsip, manfaat, desain, dan pengelolaan budidaya belut dalam sistem minapadi. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dengan mitra, penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi teknis pembuatan parit perlindungan, pengelolaan pematang, pemasangan jaring antikabur, serta simulasi penebaran dan pemeliharaan belut. Materi pelatihan disusun berdasarkan hasil tiga penelitian mengenai perbaikan kualitas tanah pada sistem padi–belut, peningkatan efisiensi penggunaan pupuk nitrogen, serta peningkatan mutu nutrisi belut yang dipelihara di lingkungan persawahan. Peserta juga menunjukkan respons positif terhadap rencana pembentukan petak percontohan minapadi belut. Kegiatan ini menjadi tahap awal pengembangan teknologi minapadi belut berbasis kondisi lokal melalui penerapan skala terbatas, kepadatan terkendali, dan pemantauan lingkungan secara berkala.
Kata Kunci:
belut sawah minapadi pelatihan pemberdayaan masyarakat pertanian terpaduReferensi
Ahmadian, I. L. H. A. M. (2021). Produktivitas budidaya sistem mina padi untuk meningkatkan ketahanan pangan. Jurnal Akuatek, 2(1), 1-6.
Cui, J., Liu, H., Wang, H., Wu, S., Bashir, M. A., Reis, S., Sun, Q., Xu, J., & Gu, B. (2023). Rice–animal co-culture systems benefit global sustainable intensification. Earth’s Future, 11, e2022EF002984. https://doi.org/10.1029/2022EF002984
Damsgaard, C., Findorf, I., Helbo, S., Kocagoz, Y., Buchanan, R., Huong, D. T. T., Weber, R. E., Fago, A., Wang, T., & Bayley, M. (2014). High blood oxygen affinity in the air-breathing swamp eel Monopterus albus. Comparative Biochemistry and Physiology Part A: Molecular & Integrative Physiology, 178, 102–108.
Hardjanto, K. (2021). Implementasi budidaya mina padi di Kota Magelang. Chanos Chanos, 19(1), 115–124. https://doi.org/10.15578/chanos.v19i1.9034
Lv, W., Yuan, Q., Lv, W., & Zhou, W. (2020). Effects of introducing eels on the yields and availability of fertilizer nitrogen in an integrated rice–crayfish system. Scientific Reports, 10, 14818. https://doi.org/10.1038/s41598-020-71884-0
Ma, M., Lv, W., Huang, Y., Zhang, J., Li, S., Bai, N., Zhang, H., Zhu, X., Xu, C., & Zhang, H. (2025). Nitrogen fertilizer reduction in rice–eel co-culture system improves the soil microbial diversity and its functional stability. Plants, 14(15), 2425. https://doi.org/10.3390/plants14152425
Purbomartono, C., Rusman, A., Bagis, F., Filardhi, M. N., & Lenterani, F. (2025). Implementasi kincir dalam meningkatkan produktivitas ikan nila di Pokdakan Minasari, Purwosari, Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah. Jurnal Gema Ngabdi, 7(1), 156-162.
Sandri, D., Yuliani, T. W., Nur, A. A., Ahmada, N. H., & Purbandini, R. A. (2025). Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Kawasan Budidaya Ikan Nila di Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Jurnal Ruaya: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan, 13(2).
Sirajuddin, N. T., Bahalwan, F., Ode, A., Ningsih, M. S., Bahri, S., Madubun, E. L., ... & Laimeheriwa, S. (2025). Biologi Ekologi: Interaksi Organisme dan Lingkungannya. CV. Gita Lentera.
Xie, J., Hu, L., Tang, J., Wu, X., Li, N., Yuan, Y., Yang, H., Zhang, J., Luo, S., & Chen, X. (2011). Ecological mechanisms underlying the sustainability of the agricultural heritage rice–fish coculture system. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 108(50), E1381–E1387. https://doi.org/10.1073/pnas.1111043108
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Irfan Hanifa; Lilik Setiyaningsih; Fatiya Karimah, Tohap Simangunsong

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


