Pendampingan Pengolahan Limbah Kulit Pisang Menjadi Produk Kosmetik Fungsional Pada KUBE Waroh Maju Bersama di Desa Sesaot Lombok Barat
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i3.16221Diterbitkan:
2026-08-20Unduhan
Abstrak
KUBE Waroh Maju Bersama di Desa Sesaot, Kabupaten Lombok Barat, merupakan kelompok usaha yang mengolah pisang menjadi berbagai produk pangan sehingga menghasilkan limbah kulit pisang sekitar 85 kg per minggu yang belum dimanfaatkan secara optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan nilai tambah limbah tersebut melalui pengembangan produk kosmetik fungsional berupa Banaskin Scrub, sekaligus meningkatkan kapasitas mitra dalam aspek produksi, mutu, dan pemasaran produk. Banaskin scrub adalah lulur dengan zat aktif dari simplisia kulit pisang. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan intensif. Kegiatan yang telah dilaksanakan mencakup pembuatan simplisia kulit pisang, proses ekstraksi, formulasi body scrub, penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) produksi, serta pelatihan pengemasan, pelabelan, dan branding produk menggunakan aplikasi Canva. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KUBE Waroh Maju Bersama dalam mengolah limbah kulit pisang menjadi produk kosmetik yang memiliki nilai tambah. Mitra telah mampu memproduksi Banaskin Scrub sesuai tahapan produksi yang terstandar, menyusun identitas produk melalui desain kemasan dan label, serta memahami pentingnya standar produksi dalam mendukung kualitas produk. Program ini berhasil mengubah limbah kulit pisang menjadi produk yang bernilai ekonomi, memperluas diversifikasi usaha KUBE Waroh Maju Bersama, serta memperkuat kapasitas mitra dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Pemanfaatan limbah organik melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis sumber daya lokal mampu mendukung peningkatan nilai tambah produk sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat.
Kata Kunci:
body scrub diversifikasi usaha kosmetik fungsional limbah kulit pisang permberdayaan masyarakatReferensi
Asuquo, E. O., Ukam, E. E., Edet, E. E., & Ufala, V. O. (2025). Formulation and evaluation of banana peel-based herbal cream for antibacterial and antifungal applications in cosmetic products. Journal of Dermatological Science and Cosmetic Technology, 2(3), 100106.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. (2025). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik. Jakarta: BPOM RI.
Ee, L. Y., Ng, B. H., Ng, B. Y., Laserna, A. K. C., Chu, H. T., Chee, H. L., & Li, S. F. Y. (2024). Phytochemical fingerprint revealing antibacterial and antioxidant activities of endemic banana cultivars in Southeast Asia. Heliyon, 10(15), e35139.
Hariningsih, Y., & Hartono, A. (2022). Formulasi krim ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca formatypica) sebagai penyembuh luka bakar. Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 1(2).
Hasbi, N., Tri Pratiwi, E., Nisa, I. H., Rosyunita, Suryantarini, N. W. P. W., Syahrani, F., & Muthiah, R. (2025). Pendampingan Pengolahan Limbah Kulit Pisang Menjadi Sabun Cuci Piring Bagi Kelompok Usaha Waroh Maju Bersama Di Desa Sesaot Lombok. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(1), 6–10.
Hurriati, L. (2020). Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Usaha Bersama Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Di KUBE Waroh Dusun Penangka Desa Sesaot). JPEK (Jurnal Pendidik Ekonomi dan Kewirausahaan), 4(2), 253–264.
Larasati, D., & Putri, F. M. S. (2023). Skrining fitokimia dan penentuan kadar flavonoid ekstrak etanol limbah kulit pisang (Musa acuminata Colla). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 9(1), 125–131.
Mohd Dom, Z., Azhar, A. Z., & Masaudin, S. N. A. (2023). Utilisation of banana peel as functional ingredient in product development. Advances in Agricultural and Food Research Journal, 4(1), a0000209.
Zaini, H., Roslan, J., Saallah, S., Munsu, E., Sulaiman, N. S., & Pindi, W. (2022). Banana peels as a bioactive ingredient and its potential application in the food industry. Journal of Functional Foods, 92, 105054.
Nerkar, C., Wagh, S., Marathe, G., & Borse, S. (2025). Formulation of banana herbal krim by using estimation of phytoconstituents from banana peel. International Journal of Plant Pathology and Microbiology, 5(1), 85–89.
Yachesta, R., Ilham, L., Ayu, S. J., & Kudusiah. (2025). Tata kelola pengembangan sumber daya manusia dalam peningkatan produktivitas UMKM dan perluasan jangkauan NTB Mall. Kontribusi: Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat, 1(1)
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nurmi Hasbi, Nisa Isnaeni Hanifa, Eskarani Tri Pratiwi, Syahrani Febriyanti, Muthia Ramadhani, Baiq Haura Audina Ananta Putri, Lale Annisa Darajati, Baiq Wida Hardiana Putri, Baiq Finka Aidila Ananta, Ni Made Nindya Putri Apriantini, Ni Made Nindya Putri Apriantini

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


