Pemberdayaan Jumantik Dalam Pengendalian Populasi Nyamuk Aedes aegypti Melalui Pemasangan Lavitrap Dan Pemanfaatan Insektisida Alami Di Kelurahan Banta-Bantaeng Kecamatan Rappocini
DOI:
10.29303/jpmpi.v9i3.16275Diterbitkan:
2026-09-08Unduhan
Abstrak
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a vector-borne disease that
remains a significant public health problem in Indonesia. Therefore, it
continues to be a priority in vector control programs, as no specific cure or
vaccine is currently available. This community service program was
conducted in Banta-Bantaeng Village, Rappocini District, Makassar City,
involving 25 housewives consisting of Family Welfare Movement (PKK)
cadres, Larvae Monitoring Housewives (Bumantik), and Larvae Monitoring
Volunteers (Jumantik). The program aimed to improve community
knowledge about DHF, increase awareness of the use of herbal mosquito
repellents made from fingerroot, and provide practical skills in constructing
and installing lavitraps as mosquito traps. The methods included health
education through lectures, tutorial video presentations, leaflet distribution,
group discussions, and hands on training on lavitrap construction and the
use of fingerroot based electric mosquito mats. Program evaluation was
conducted using pre-test and post-test questionnaires. The evaluation was
conducted using pre-test and post-test, with the highest increase in
understanding of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) which increased from
64% to 88%, while knowledge regarding making lavitrap increased from
68% to 72%. In addition, participants gained a better understanding of the
benefits of herbal electric mosquito mats and acquired the skills needed to
construct and install lavitraps as a vector control measure for DHF. Overall,
the program successfully improved community knowledge and skills in
preventing Dengue Hemorrhagic Fever
Kata Kunci:
Dengue Hemorrhagic Fever; Lavitrap; FingerrootReferensi
Antarnew.com. Akibat Sembilan kematian, DBD di Sulsel tembus 1.620 kasus (Internet). (2024), Dikutip 20 April 2024. Tersedia pada: https://www.antaranews.com/berita/4066134/akibatkan-sembilan-kematian-dbd-disulsel tembus-1620-kasus
Nurhaidah. (2023). Potensi Temu Kunci (Boesenbergia pandurate roxb) Sebagai Obat Anti Nyamuk Terhadap Daya Bunuh Aedes aegypti dan Culex, Poltekkes Makassar
Nurhaidah., Mardoyo, Sri, dkk. (2017). Uji efektifitas Ampas Tebu,Cabe Merah dan Kulit Kerang pada Ovitrap sebagai Perangkap nyamuk Aedes aegypti tahun 2016. Surabaya: Poltekkes Kemenkes Surabaya
Ramayani P, Samidah I, Diniarti F, Suyanto J. (2022). Hubungan Status Gizi Dan Praktik 3M Dengan Kejadian DBD Di Kota Bengkulu Tahun 2022. Jurnal Vokasi Kesehatan; 1(2):71-8. Tersedia pada:
https://doi.org/10.58222/juvokes.v1i2.120.
Sulkifli, B. (2019). Analisis Perbaikan Kualitas Permukiman Kumuh Di Kelurahan Banta Bantaeng Kota Makassar. Skripsi: Universitas Bosowa. Tersedia pada: http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4173
Tansil, M. G., Rampengan, N. H., & Wilar, R. (2021). Faktor risiko terjadinya kejadian demam berdarah dengue pada anak. Jurnal Biomedik: JBM, 13(1), 90-99. Tersedia
pada: https://doi.org/10.35790/jbm.13.1.2021.31760
TribunMakassar.com. Waspada! Dinkes Sulsel Catat 629 Kasus DBD di 24 Kabupaten dan Kota Makassar Tertinggi (Internet). (2023), Dikutip 19 April 2024. Tersedia pada: https://makassar.tribunnews.com/2023/10/16/waspada-dinkes-sulsel-catat-629-kasusdbd di-24-kabupaten-dan-kota-makassartertinggi
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nur Haidah, Sulasmi, Juherah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
- Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).


