Vol 2 No 1 (2019)
Akses Terbuka
Peer Reviewed

Penyuluhan Tentang Mitigasi Bencana Tsunami Berbasis Hutan Mangrove Di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Lombok Timur

Penulis

Didik Santoso , M. Yamin , Muh. Makhrus

DOI:

10.29303/jpmpi.v1i2.242

Diterbitkan:

2019-02-12

Unduhan

Abstrak

Abstrak: Kejadian bencana selalu menimbulkan banyak kerugian baik jiwa maupun materi, karena kurangnya kewaspadaan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bahaya. Bencana gempa bumi yang terjadi disertai dengan tsunami mengakibatkan wilayah pesisir rusak. Di lain sisi, wilayah pesisir Indonesia termasuk padat dengan permukiman dan pembangunan.  Pulau Lombok merupakan salah satu pulau terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana tsunami. Hal ini dikarenakan bagian selatan Pulau Lombok berhadapan langsung dengan Samudra Hindia yang merupakan pertemuan dua lempeng benua yaitu lempeng Benua Asia dan lempeng Benua Australia. Kejadian tsunami di daerah Lunyuk Sumbawa bagian selatan pada tahun 1979 juga berdampak pada daerah-daerah selatan Pulau Lombok yaitu daerah kawasan teluk Tanjung Luar di Kecamatan Keruak dan daerah kawasan Teluk Awang di Lombok Tengah. Dalam rangka mengurangi bahaya tsunami, dan sekaligus untuk melindungi wilayah pesisir  dari ancaman abrasi, angin laut, penyusupan air  asin ke arah daratan, menyerap bahan  pencemar, serta mempertahankan produktivitas pantai dan  laut, perlu dilakukan pelestarian dan perlindungan hutan mangrove ataupun  hutan pantai.  Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang membentuk komunitas tersebut di daerah pasang surut. Hutan mangrove adalah tipe hutan yang secara alami dipengaruhi oleh pasang surut air laut, tergenang pada saat pasang naik dan bebas dari genangan pada saat pasang rendah. Ekosistem mangrove adalah suatu sistem yang terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik yang saling berinteraksi di dalam suatu habitat mangrove. “Mangrove†adalah vegetasi hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut. Karena karakter pohon mangrove yang khas, ekosistem mangrove berfungsi sebagai peredam gelombang dan badai, pelindung abrasi, penahan lumpur, dan perangkap sedimen. Disamping itu, ekosistem mangrove juga merupakan penghasil detritus dan merupakan daerah asuhan (nursery ground), daerah untuk mencari makan (feeding ground), serta daerah pemijahan (spawning ground) bagi berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya. Juga sebagai pemasok larva ikan, udang, dan sebagai tempat pariwisata.

 

Kata Kunci: Mangrove, Mitigasi, Tsunami

Referensi

Alikodra, H. S. 2002. Potensi Ekonomi Maritim dari Mangrove dan Pengelolaannya. Makalah disampaikan pada Seminar Pembangunan Ekonomi Maritim Indonesia. Dewan Maritim Indonesia. Jakarta. 10 September 2002.

Alongi DM. 2005. Mangrove microbe soil relations. Di dalam: Kristensen, E., Haese, R.R., Kostka, J.E, editor. Interactions between Macro and Micro organisms in Marine Sediments. American Geophysical Union, Washington, D.C. hlm. 85-103.

Coachard R, Senaratne L, Ranamukhaarachchi, Ganesh, P, Shivakoti, Oleg V Shipin, Peter K Edwards, Klaus T Seeland. 2008. The 2004 tsunami in Aceh and Southern Thailand: A riew on coastal ecosystem, wave hazards and vulnerabiliry. Plant Ecology, Evolution and Systematics 2008; 10:340.

Diposaptono, S. dan Budiman. 2005. Tsunami. Bogor: Penerbit Buku Ilmiah Populer.

Diposaptono, S. 2014. Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil (RZWP-3K) / Rencana Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana. Yogyakarta: Direktorat TataRuang Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Quartel S, A Kroon, PGEF Augustinus, P Van Santen, NH Tri. 2007. Wave Atenuation in Coastal Mangroves in the Red River Delta, Vietnam.Journal of Asian Earth Science 29 (4): 576-584.

Biografi Penulis

Didik Santoso, Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Asal Penulis : Indonesia

M. Yamin, Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Asal Penulis : Indonesia

Muh. Makhrus, Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Asal Penulis : Indonesia

Cara Mengutip

Santoso, D., Yamin, M., & Makhrus, M. (2019). Penyuluhan Tentang Mitigasi Bencana Tsunami Berbasis Hutan Mangrove Di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 2(1). https://doi.org/10.29303/jpmpi.v1i2.242