Kegiatan Penyuluhan dan Pelayanan Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat

Penulis

Eka Arie Yuliyani , Hamsu Kadriyan , Didit Yudhanto , Mochammad Alfian Sulaksana , Soraya Gigantika , I Wayan Manacika Surya Dharma , Muhammad Alfaridzi

DOI:

10.29303/jpmpi.v6i2.3358

Diterbitkan:

2023-04-28

Terbitan:

Vol 6 No 2 (2023): April-Juni

Kata Kunci:

Counseling, ENT services, Sumbawa, Social Service

Artikel

Unduhan

Cara Mengutip

Yuliyani, E. A. ., Kadriyan, H. ., Yudhanto, D. ., Sulaksana, M. A. ., Gigantika, S. ., Dharma, I. W. M. S. ., & Alfaridzi, M. . (2023). Kegiatan Penyuluhan dan Pelayanan Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(2), 24–29. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i2.3358

Metrik

Metrik sedang dimuat ...

Abstrak

Ear nose throat (ENT) disease is still a public health problem because of the many cases found in Indonesia. These various conditions can cause problems, both social, work, school and even economic. There are several factors that can affect the health of both individuals and communities including internal and external. To be able to improve the health status of individuals and communities, it is necessary to carry out several efforts including through health promotion, preventive and curative and rehabilitative efforts. Based on these conditions, social service activities were carried out for the NTB community in Taliwang, West Sumbawa Regency in the form of health counseling and ENT-KL health services as well as hearing examinations with audiometry. The community was very enthusiastic to participate in all these activities. The results of the ENT examination in this activity are that there are still some ENT problems that need attention, namely cerumen obstruction, chronic suppurative otitis media (CSOM) and otitis externa, although in general there are also people who have good health status. Therefore, it is very necessary to carry out similar activities in order to increase public knowledge about ENT diseases and achieve better health conditions in the future.

.

Referensi

Tumbol, A.R., R.E.C. Tumbel, & Ora. I. Palandeng. 2015. Survei Ksehetan Hidung Pada Masyarakat Pesisir Pnatai Bahu. Jurnal e-Clinic. 3(1), hal 39-43.

Maulana, H. 2009. Promosi kesehatan. Jakarta: EGC. hal 7-10, 226

Yuliyani, E.A., Hamsu, K., Didit, Y., Triana, D. C., Ni Nyoman, G., Dante, Y., & Ika, P. 2022. Pelayanan Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Pada Masyarakat Daerah Pesisir di Kuta Pulau Lombok. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA. ………

Istiqomah, S. N., & Mukhlis, I. 2019. Hubungan Gangguan Pendengaran dengan Kualitas Hidup Lansia. Majority. 8(2), hal 234–239.

Riskesdes. 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta, https://pusdatin.kemkes.go.id , diakses tgl 11 September 2022.

Yuliyani, E.A., Didit, Y., Rika, H.S., Eva, T., & Indana, E.A. 2019. Penyuluhan Tentang Kesehatan Telinga Pada Siswa Sekolah Dasar. Prosiding Pepadu. 1, hal 308-311.

Martini, E., Probandari, A., Partiwi, D., & Samardiyono. 2017. Skrining dan Edukasi Gangguan Pendengaran pada Anak Sekolah. IJMS – Indones J Med Sci. 4(1), hal 110–8.

Yuliyani, E.A., Hamsu, K., Didit, Y., Gusti Ayu, T.A., Mochammad, A.S., Made, R.D., & I Gede, W. 2022. Pemeriksaan Kesehatan Telinga Pada Lansia Di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram. Jurnal Abdi Insani. 9(2), hal 534-542.

Noviana, A., Riyanti, E., & Widagdo L. 2016. Determinan Faktor Remaja Merokok Studi Kasus di SMPN 27 Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). 4(3), hal 2356- 3346

Mirnawati, Nurfitriani, Febriana, M. Z., & Widya H. C. 2018. Perilaku Merokok pada Remaja Umur 13-14 Tahun. HIGEIA Journal Of Public Health Research And Development. 2(3), hal 396-405.

Hasan, N.M.S., Lydiatendean, & Wantouw, B. 2015. Pengaruh Merokok terhadap Fungsi Ereksi Pria. Jurnal e-Biomedik. 3, hal 180.

Money, P., Zulfikar, N., & Dwi, M. 2018. Hubungan Antara Penggunaan Cotton Bud Dengan Serumen Obsturan. Jurnal Kedokteran Diponegoro. 7(2), hal 892-905.

Kumar, G., Majumdar, A., & Pavithra, G. 2008. Quality of life (QOL) and its associated factors using WHOQOL-BREF among elderly in Urban Puducherry, India. Original Articel, 8(1), hal 54-5.

Oladeji, S.M., Babatunde, O.T., Babatunde, L.B., & Sogebi, O.A. 2015. Knowledge Of Cerumen And Effect Of Ear Self-Cleaning Among Health Workers In A Tertiary Hospital. J West African Coll Surg. 5(2), hal 117–33.

Mustofa, F.L., Jordy, O., Fatah, S.W., Sri, M. 2021. Hubungan Antara Penggunaan Cotton Bud Dengan Gangguan Pendengaram Terhadap Pasien Serumen Obsturan Di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. MAHESA: Malahayati Health Student Journal. 1(3), hal 222-229.

Dhingra, P.L., Dhingra, S., & Dhingra, D., 2014. Diseases of Ear, Nose and Throat & Head and Neck Surgery. 11 (6), hal 67-85.

Asroel, H.A., Siregar, D.R., & Aboet, A. 2013. ProfilPenderita Otitis Media Supuratif Kronis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nssional. 7(12), hal 567-71.

Yuliyani, E.A., Hamsu, K., Mochammad, A.S., Faisal, L., Dewa Agung, I.S.P., Baiq, G.K., & Andhito, R.C. 2022. Edukasi Sadar Bising Sebagai Upaya Promotif dan Preventif Terhadap Gangguan Dengar Melalui Media Podcast. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA. 5(2), hal 89-93.

Suprayitno, B.A.W., Susianti, & Suharmanto. 2021. Pola Penyakit Di Poliklinik Telinga Hidung Dan Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-KL) RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji. Jurnal Imu Kedokteran Dan Kesehatan. 8(2), hal 120-129.

Yusnitasari, A.S., Viky, I.M.B., Ana, S.F., Nurwahidah, N., Vitra, A., & Suci, R. 2022. Edukasi Kesehatan Dengan Metode Konvensinal Dan E-Book Terhadap Perubahan Perilaku Berisiko Pada Remaja. Molucca Medica. 15(1), hal 60-68.

Lisensi

Penulis yang akan mempublikasikan Artikelnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA harus menyetujui ketentuan sebagai berikut:

  1. Penulis dapat mempertahankan Hak Cipta Artikel yang akan di publikasikan dan penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Penabdian Magister Pendidikan IPA dengan pekerjaan secara bersamaan dan berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
  2. Penulis dimasukkan dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (misalnya: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkan artikel dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.
  3. Penulis diizinkan dan anjurkan untuk mem-posting Artikelnya secara online (misalnya: di repositori institusional atau di website mereka - socmed) setelah diterbitkan oleh Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, hal ini bertujuan untuk mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya capaian pengutipan Artikel (H-Index) lebih banyak. (Lihat Efek Akses Terbuka).